Chapter 280 - Cemburu (2/2)

”Kau sangat cantik saat tersenyum seperti itu.” Bisik Adith yang langsung memakaikan kos tangan tebal kepada Alisya. Alisya hanya tersenyum sembari mengambil tangan Adith kemudian menggosokkan tangannya agar Adith juga dapat merasakan hangat.

Melihat Adora yang tertawa lepas, Beni akhirnya memberikan gitarnya kepada Gani yang gantian memetik gitar tersebut dengan penuh semangat saat melihat Beni mengajak Adora untuk berdansa dengan gemulai.

Zein yang melihat Adora dengan santai nya berdansa dengan Beni membuatnya kesal dan pergi dari sana.

”Kau mau kemana?” tanya Riyan cepat saat melihat Zein sudah bergerak pergi. Zein tak menjawab dan hanya pergi dengan tatapan jengkel.

Ia melangkah dengar terburu-buru bahkan tak menoleh sedikitpun kebelakang.

”Untuk bisa melihat seseorang benar memiliki perasaan dan memacunya untuk bertindak lebih jelas adalah dengan membuatnya cemburu!” seru Aurelia sembari meraih tangan Yogi yang datang menghampiri dirinya.

”Kau cukup berhasil membuat hubungan orang menjadi dekat, tapi kau memiliki kelemahan jika itu terhadap hubunganmu sendiri.” bisik Yogi menggoda Aurelia dengan nakal. Aurelia langsung mencubit pinggang Yogi dengan gemas.

Zein kembali dan langsung menarik tangan Adora dan melepasnya dari Beni. Tanpa berbalik Zein terus menariknya pergi dari sana.

”Hei Zein, apa yang kau lakukan?” tanya Beni panik melihat Zein yang menarik Adora terlalu cepat dan sedikit terlihat kasar.

Adora yang tak bisa apa-apa hanya bisa mengikuti langkah kaki Zein dengan sangat cepat dan terburu-buru meninggalkan tempat teman-temannya.

”Bersiaplah pada tahap selanjutnya!” seru Alisya mengingatkan Adith untuk segera pergi melanjutkan rencana mereka berikutnya.

”Bisakah Yogi saja yang melakukannya?” Adith masih tak ingin berada jauh dari Alisya.

”Pergilah!” tegas Aurelia yang langsung menarik Adith dari hadapan Alisya. Alisya hanya tertawa sambil melambai memberikan semangat kepada Adith dan Yogi untuk melakukan yang terbaik.

Dengan malas, Adith dan Yogi segera pergi dari sana menuju ke tempat yang sudah mereka tunjukkan sebelumnya.

”Lepaskan!!! apa yang sedang kau lakukan sekarang?” Adora membanting tangannya agar bisa lepas dari genggaman Zein karena kesal.

”Aku tak suka melihat mu bersikap santai dengan cowok lain.” bentak Zein dengan kesal kepada Adora.

”Haaaah???? ahahhahahaha! memangnya apa urusanmu jika aku bersikap seperti itu dengan mereka?” Adora merasa kalau Zein sedang bersikap non sense kepada dirinya.

”Tidak, kau hanya bisa bersikap seperti itu padaku saja! Bukankah kau menyukaiku?” tanya Zein dengan suara lantang yang membuat Adora semakin kesal.

”Wuaahhh... kau sangat luar biasa, kau bahkan tak perduli terhadap semua hal yang sudah aku lakukan untuk mu. Kau bahkan tak sekalipun pernah melirik ku dan terus mengabaikanku, apa kau sadar dengan apa yang sedang kau lakukan saat ini?” tanya Adora dengan tatapan kesal memajukan tubuhnya menantang Zein dengan geram.

”Terserah kau mau berkata apa, aku tau kau menyukaiku untuk itu kau hanya bisa menatap kepadaku dan bersikap manis dihadapanku saja!” tegas Zein kepada Adora dengan membalik badan membelakanginya.

Adora yang kesal segera berdiri kembali di hadapan Zein merasa tak Adil dengan sikapnya yang membatasi dirinya dengan begitu mudahnya sedang dia hanya terus terusan saja mengabaikan dirinya.

”Oyy tuan elite, bagaimana bisa kau bersikap seperti itu padaku? jadi kau tau kalau selama ini aku menyukaimu dan kau hanya mengabaikan ku begitu saja? Apa kau tau bagaimana rasanya saat cinta mu hanya bertepuk sebelah tangan? tidak aku akan berhenti mencintai mu mulai dari sekarang. Aku capek....” Mata Adora sudah terlihat berkaca-kaca.

Zein yang melihat Adora mulai menitikkan Air matanya dan ingin pergi dari sana dengan cepat dihentikannya lalu ia mencium Adora lembut tepat bersamaan dengan meletusnya kembang api.