Chapter 279 - Ketahuan Selingkuh (2/2)

”Selamat atas pertunangan kalian nanti dan saya doakan semoga niat baik kalian terus diberikan kelancaran sampai pada waktunya nanti.” seru Mizan ketika Adith meraih tangan Mizan dengan santai.

”Terimakasih!” tegas Adith singkat dan hangat.

”Sepertinya aku harus pergi sekarang dan memberikan kalian waktu untuk bisa....” Mizan tidak bisa melanjutkan kalimatnya dan hanya tertawa pelan. Ia pun segera berpamitan pergi meninggalkan Adith dan Alisya dengan hati yang ketir dan sakit. Tapi ia tidak bisa mengalahkan Alisya karena hal tersebut karena Alisya tak tahu apapun tentangnya.

Setelah kepergian Mizan, Adith memandangi Alisya dengan tajam yang membuat Alisya memundurkan langkahnya dan hampir terjungkal kebelakang karena tertahan oleh kursi.

Adith dengan cepat menangkap pinggang Alisya dan memandang wajah Alisya yang sudah berwarna merah karena terkejut juga takut kepada Adith karena tatapannya tersebut.

”Sayang, melihat reaksi mu seperti ini itu hanya semakin membuatku berpikir kalau kau sedang ketahuan selingkuh di belakang ku!” Adith membelai rambut Alisya dengan lembut sengaja untuk menggodanya.

Alisya yang mendengar apa yang dikatakan oleh Adith dengan segera merasa kesal dan jengkel yang dengan santainya ia memutar tubuhnya mendorong Adith pelan dan pergi meninggalkan dirinya.

Adith tertawa melihat tingkah kesal Alisya sehingga ia berusaha bangkit dari tempatnya mengejar Alisya.

”Kau mau kemana?” tanya Adith cepat menghentikan langkah Alisya.

Alisya melipat kedua tangannya dihadapan Adith dengan tersenyum licik.

”Aku akan segera menikah denganmu, sepertinya punya sedikit pengalaman dekat dengan beberapa orang tidak buruk.” tegas Alisya sembari berlalu ingin menghindari Adith lagi yang sedang berdiri dihadapannya.

Mendengar itu, Adith segera menahan tangan Alisya lalu menariknya mendekat kearah dirinya dengan cepat yang membuat Alisya langsung menatap wajah Adith dari jarak yang cukup dekat. Dekapan Adith begitu erat dan kuat pada pinggangnya.

Alisya berusaha melepaskan diri dari Adith dengan mencoba mendorong tubuh Adith dengan kuat.

”Maafkan aku, tidak seharusnya aku menuduh mu seperti itu.” Adith yang tak sanggup jika harus terjadi kesalahpahaman diantara mereka dengan cepat meminta maaf kepada Alisya.

Adith mengecup kening Alisya dengan lembut dan hangat yang membuat rasa kesal dan marah Alisya seketika menguap ke atas udara dengan cepat. Alisya terdiam sejenak dan menyadari bahwa apa yang ia lakukan juga salah terlebih Alisya yakin kalau Adith pasti bisa mengetahui gerak gerik dari Mizan sebelumnya.

”Maafkan aku juga, tidak seharusnya aku berkata seperti itu padamu!” Alisya tertunduk menyadari apa yang baru ia katakan sebelumnya adalah hal yang tak pantas bagi dirinya maupun bagi Adith mengingat akan komitmen yang sudah siap mereka berdua jalin.

”Bisakah kalian berhenti melakukan itu dihadapan kami?” seru Aurelia yang mulai jengah dengan tingkah mesrah Adith dan Alisya. Aurelia sengaja ingin menemui mereka untuk mengajak keduanya bergabung dalam rencana mereka malam itu.

”Sejak kapan kalian berada disitu?” Alisya dengan gugup langsung melepaskan genggaman Adith dipinggangnya sedang Adith hanya tersenyum nakal.

”Tim ngontrak mau mengadakan sebuah kerja sama!” singgung Yogi kepada Alisya dan Adith yang sedang terlihat seperti bumi ini hanya milik mereka berdua saja sedang yang lainnya hanya masuk dalam hitungan ngontrak dibumi milik mereka sampai keduanya tak menyadari kehadiran Yogi dan Aurelia disana.