Chapter 96 - Pertandingan (2/2)
”Baiklah, sesuai dengan pasangan yang sebelumnya kalian akan melakukan....” pak Anto terhenti saat melihat Adith sedang mengangkat tangannya.
”Maaf pak..” Adith maju kedepan untuk bisa berbicara dengan nyaman kepada pak Anto.
”Ada apa Adith, kenapa kau mengangkat tanganmu? ada yang ingin kau tanyakan atau kau ingin meminta izin?” tanya Pak Anto bingung melihat tindakan Adith yang tiba-tiba.
”Oh tidak pak, saya hanya ingin memberikan saran. Daripada berpasangan bagaimana kalau kita lakukan pertandingan antara kelompok dari kelas Mia1 melawan kelompok dari kelas Mia2? bukankah itu akan lebih menyenangkan ketimbang harus melakukan pembelajaran yang cukup membosankan karena rutinitas yang hampir sama?” Adith sengaja memancing pak Anto.
”Sepertinya tidak buruk, dengan sebuah pertandingan tentu kalian akan bisa menjadi lebih akrab satu sama lainnya sehingga dengan begitu kalian tidak akan bersikap kaku satu sama lainnya. Terlebih karena imej para elite yang lebih mementingkan tingkat sosial dan pelajaran ketimbang bersenang-senang sebagaimana anak SMA pada umumnga. Aku rasa dengan ini semangat kompetitif kalian bisa lebih ditingkatkan.” terang pak Anto menyukai saran yang diberikan oleh Adith.
”Apa yang sedang direncanakannya?” Rinto berbisik ketelinga Yogi.
”Aku juga tak yakin, Adith biasanya tidak begitu peduli terhadap orang lain kenapa merepotkan masalah minat orang lain?” Yogi menatap Adith tak mengerti.
”Apa yang sedang dipikirkannya? aku kira dia lebih suka jika dipasangkan dengan Alisya ketimbang harus melawannya!” Zein bergumam merasa ada yang aneh dengan sikap Adith.
”Kalau aku sih tidak masalah, dengan begitu aku bisa memperlihatkan kemampuanku dihadapan mereka!” Riyan sudah tak sabar ingin memperlihatkan kehebatannya dalam bidang olah raga dihadapan Karin.
”itu anak serius??? jika dibidang akademik mungkin kelas kita akan kalah melawan para kaum elite yang mendominasi dengan adanya 10 orang tingkat atas ditambah dengan si jenius Adith, tapi jika dalam bidang Olah raga, aku rasa kita bukanlah tanding seimbang mereka yang banyak menghabiskan waktu didalam ruangan empuk mereka!” Karin bersuara pelan menatap Alisya dalam menunggu pendapatnya.
”Jangan remehkan mereka, kita tak tau kenapa julukan elite diberikan kepada mereka khususnya 10 orang yang mana beberapa diantaranya berada dikelas Mia1 itu. Tidakkah kau lihat bagaimana mereka sedang membara melihat kesini? entah apa yang sudah dikatakan oleh Adith kepada mereka sampai sorot mata mereka berubah drastis dari sebelumnya” Alisya mengingatkan Karin agar waspada dengan tidak terlalu meremehkan para siswa yang berada di kelas Mia1.
”Kita akan lakukan pertandingan pada 10 cabang olah raga. Untuk yang pertama, pertandingan lomba lari 100 meter untuk para putra kemudian dilanjutkan para putri. Poin dari kecepatan kalian akan muncul dilayar begitu kalian melewati garis finish. Poin yang ada akan dikumpulkan dengan poin yang lainnya untuk kemudian akan langsung bisa disaksikan kelompok pemenang pada setiap cabang yang akan kita pertandingkan nanti.” jelas pak Anto memulai pertandingan dengan penuh semangat.