Chapter 93 - Mode Killer On (2/2)

Alisya yang kaget langsung melemparkan gelas dari genggamannya kearah Adith. Beruntunglah Adith memiliki refleks yang cepat dan gelas yang Alisya pegang adalah gelas Aluminium.

Mata Alisya terbelalak kaget melihat roti sobek Adith yang terpahat sempurna ditubuh Adith. Dadanya yang bidang berkilauan karena peluh membanjiri tubuhnya membuat Adith tampak sangat seksi dimata Alisya.

”Baru bangun mode Killer sudah On saja, bisa hati-hati dikit nggak sih? kalau gelas kaca kan susah juga urusannya!” Adith berjalan mendekati Alisya yang menatap membeku.

Alisya tak bergerak dari posisinya karena masih tak mempercayai apa yang sedang ia lihat dihadapannya.

Perlahan tapi pasti Adith mendekati Alisya, semakin dekat sampai Alisya mulai bisa mencium aroma khas tubuh Adith yang berbau wangi. Adith sudah berada tepat dihadapan Alisya menyisakan jarak beberapa sentimeter dari tubuh Alisya. Alisya menutup matanya kuat-kuat bahkan menahan nafas lalu kemudian membuka matanya saat nafasnya sudah mulai habis.

Karena menarik nafas tanpa persiapan, Alisya kehabisan nafas yang membuat wajahnya merah menyala. Alisya bingung karena tidak terjadi apapun dan hanya melihat Adith meneguk minumannya dengan cepat.

”Sepertinya kau menginginkan hal lain, kau tidak malu dilihat sama nenek???” senyum nakal Adith dengan ekspresi licik membuat Alisya seketika merasa sangat malu dan langsung menaikkan tendangannya ke arah Adith.

Adith dengan sigap menepis tendangan Alisya yang dilanjutkan dengan kepalan tinju kemudian tendangan lagi. Adith melompat tinggi melewati meja disebelah meraih Apel kemudian duduk manis sambil menggigit apel dengan senyuman licik.

Alisya yang merasa kesal tak menyangka ia bisa dengan mudah dipermainkan oleh Adith, terlebih karena dirinya yang seorang Zero Alpha. Merasa harga dirinya terluka, Alisya menyerang Adith sekali lagi dengan serangan yang beruntun untuk memberikan pelajaran kepada Adith.

”Masih pagi kalian sudah bersemangat, masa muda yang membuatku sangat iri. Apa yang kalian lakukan saat ini persis seperti waktu Aku dan kakekmu masih muda dulu!” neneknya bersandar didinding menangku tangannya memandang Alisya dan Adith dengan kedua tangan yang terpaku berikatan erat karena kemunculan neneknya.

Adith dan Alisya menatap neneknya bingung dan tak percaya dengan tingkah neneknya yang tersenyum penuh semangat.

”Jadi, sampai kapan kalian akan pegangan tangan terus??? hm? hm?” nenek Alisya menopang dagunya keatas meja dihadapan tangan Alisya dan Adith yang masih bergenggaman erat.

”Ahhhh,, nenek apa-apa'an sih....” Alisya yang malu dengan refleks mendorong keras Adith sehingga ia terdorong keras dan jatuh tersimbah di atas kursi sofa.