Chapter 475 - 475. Sebuah Liontin untuk hadiah istri tercinta (1/2)
”Maafkan saya Tuan, rumah saya hanya sebuah gubug biasa. Tidak enak hati membawa Tuan untuk datang.” Sergah Ibu paruh baya tersebuh dengan halus,
”Baiklah, saya tidak akan memaksa Ibu. Saya akan membeli liontin ini. Berapa ibu menjualnya?”. Tanya Ludius. Ia tidak ingin memaksa Ibu tersebut meski masih tidak mengerti apa niat sebenarnya sang Ibu memberikan barang berharganya.
”Cukup 10 $ Tuan”. Kata sang Ibu.
Cukup murah untuk barang berharga yang tidak ada di manapun, Ludius memberikan 20 $ tunai pada Ibu tersebut. ”Ini ada 20 $ untuk Ibu, sisanya anggap saja saya memberi uang lebih untuk keluarga Ibu. Kapan – kapan saya pasti akan kembali. Selamat malam, bu”.
Ludius meninggalkan ruko Ibu paruh baya tersebut dan kembali ke tempat di mana mobilnya di parkir. ”Bagaimana reaksi Silvia saat mendapat oleh – oleh ini? akankah dia senang nantinya?”. Pikir Ludius.
Waktu sudah mulai berangkak naik dan keadaan kota juga mulai sepi. Mungkin karena saat ini sudah menjelang pukul 21.00 malam. Ludius bergegas masuk ke dalam mobil dan menancapkan gasnya kembali ke Kerajaan Hardland.
***
#Shanghai, China
7 hari telah berlalu setelah kepergian Ludius ke Kerajaan Hardland. Meski Silvia hanya bisa menerima video call sehari sekali dari suami tercinta, namun ia tidak bisa mengeluh atau protes pada Ludius karena memang kepergian suaminya karena bisnis.
Apalagi Ludius mengatakan akan berada di Kerajaan Hardland sekitar setengah bulan lamanya, membuat Silvia kadang merasa sedih jika mengingat acara 4 bulanan semakin dekat.
”Silvia, sarapan dulu yuk.. Ibu temenin deh. Nanti baru kita jalan – jalan ke luar cari sesuatu” bujuk Ibu Yuliana pada Putrinya yang masih berbaring di kamar di jam 07.00 pagi.
”Ibu.. aku sedang tidak ingin makan, bisa beri aku waktu 1 jam lagi.. baru aku akan keluar dari kamar. He he he” tawar Silvia.
”Tidak! Kamu harus sarapan Nak. Ingat apa pesan dari Dokter Martin, kamu ndak harus makan teratur. Hufft.. kamu sudah besar gini masih saja manja”. Keluh Ibu Yuliana.
”Biarin. Biar tuh orang liat istrinya lagi mogok makan gara – gara tidak pulang!”. Kata Silvia, ia benar – benar bertingkah layaknya istri manja. Mungkin Silvia juga sengaja melakukan itu karena ia sadar ada kamera cctv di kamarnya.
Silvia sengaja menarik kembali selimut yang di pakainya dan mempersilahkan Ibunya untuk kembali. ”Silahkan Ibu sarapan dulu, nanti aku nyusul”. Seru Silvia di balik selimut.
”Huftt.. anakku ini bagaimana bisa bersikap manja seperti ini?”. gumam Ibu Yuliana. Ia hanya bisa menggeleng – gelengkan kepala melihat tingkah Silvia yang sudah bersikap aneh sepertii ini dari 2 hari yang lalu.
Sudah 2 hari lamanya Silvia mogok makan dan selalu mengurung diri di kamar seperti seorang gadis yang baru saja putus cinta. Ibu Yuliana awalnya membiarkannya saja karena pikirnya itu mungkin karena dia sedang kesal pada Ludius yang sudah 2 hari terakhir tidak menelfonnya.
”Baiklah, Ibu akan ke dapur dan membawakan sarapan ke kamarmu. Ingatlah nak, kamu lagi hamil. Apalagi kehamilanmu sangat riskan”. Kata Ibu Yuliana sebelum meninggalkan kamar Silvia.
Sejak 2 hari ini Silvia juga tidak menerima orang untuk menemuinya, entah itu Ling ling ataupun Dokter Martin. Apalagi setelah Silvia sudah tahu kenyataan tentang Dokter mArtin sebenarnya.
”Ludius, seberapa lama lagi kamu berada di luar sana? 2 hari ini bahkan kamu tidak menghubungiku! Awas saja kalau kamu kembali, aku akan meminta konpensasi lebih!”. Gerutu Silvia.
Ia terus bergumam tidak jelas sambil menyebut – nyebut Ludius. tapi hal ini wajar sih.. bayangkan saja suami di luar negeri 2 hari tidak ada kabar sama sekali. Antara kesal, khawatir, cemas dan kesal. Semua perasaan itu campur aduk jadi satu membuat perasaan Silvia tidak tenang sama sekali.
”Ludius nyebelin!!! Udah 2 hari nggak kasih kabar pula! Awas aja kalau pulang, aku mau buat peritungan sama kamu udah buat aku nunggu lama!”. Omel Silvia dengan nada kasar.
Perasaan tidak tenang dan gelisah membuat Silvia menarik kembali selimutnya dan beranjak dari tidurnya. Ia melihat jam sudah menunjukkan pukul 07.23 pagi.