Chapter 472 - 472. Menikmati indahnya malam di kota Lorand (2/2)
Tut tut tut
Telefon terputus, Ludius memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku. Tidak berselang lama datang seorang waitress dengan membawa daftar menu.
Walau ini adalah Club yang notabenenya menjual wine dan campigne, tapi mereka juga menyediakan makanan ringan untuk teman minum, hampir mirip seperti restoran khusus.
”Selamat malam Tuan, adakah yang bisa saya bantu?” tanya si waitress tamu
”Berikan aku wine terbaik yang ada disini, soft drink, dan beberapa makanan terbaik yang di rekomendasikan” ujar Ludius.
”Baik Tuan, silahkan menunggu”. Ujar waitress dan pergi meninggalkan Ludius yang masih duduk sendiri di sofa tamu vvip. Dimana sebuah ruangan khusus yang bisa di tempati orang yang bersangkutan.
Selang beberapa menit sang weitress datang membawakan wine dan soft drink serta makanan ringan yang Ludius pesan dan menaruhnya di meja ”Silahkan di nikmati Tuan”. Katanya lalu pergi meninggalkan ruangan tersebut.
Saat Ludius ingin menikmati makanan ringan yang ada di meja, seorang pria muda di temani wanita penghibur tiba – tiba saja masuk ke dalam ruangannya.
”Arrghh sayang, kita akan bermain di sini. Muacch..” kata si pria dengan desahan yang membuat Ludius jijik saat mendengarnya.
Saat wanita penghibur pendanping pria melihat ke arah Ludius, ia kaget ternyata adalah orang yang ia tawari untuk teman minum tapi di tolak. Rasa dendam mencuat dari hati terdalam wanita tersebut dan memanfaatkan pria yang ada di sampingnya untuk mengusir Ludius.
”Sayang, kita main disini saja yuk.. tapi lihat, sudah ada orang yang menempatinya”. Bujuk si wanita dengan rayuan mautnya.
Karena pria tersebut sudah setengah mabuk, ia mengiyakan begitu saja permintaan wanitanya. ”Cih! Keluar kau dari ruangan ini..!! karena kesayanganku yang menginginkannya!!”. Ancam si pria dengan sempoyongan.
”Jangan ganggu ketenanganku! ENYAHLAH!!”. Balas Ludius tidak kalah tegas dan mengacuhkan apa yang di lakukan pria tersebut dengan terus menikmati makanannya.
”Brengsek! Apa kau tidak tahu siapa aku!”. Si pria melepas wanitanya dan melayangkan tinjunya pada Ludius.
Namun, naas.. belum sempat pukulannya mengenai sasaran, Ludius sudah dulu membalas dengan meninju wajah si pria.
BUACCK!!
Si pria langsung tersungkur ke belakang. ”Sial, Brengsek!”
Author Note :
Hallo kakak readers semua di manapun kalian berada? bagaimana dengan bab kali ini? adakah yang bisa embun bantu. kalau ada yang perlu di pertanyakan silahkan tulis di kolom komentar atau di review yah.. embun bakal lihat satu persatu kok kalau embun lagi ada waktu senggang.
ngomong - ngomong soal novel nya embun, menurut kalian bagian mana yah yang nggak menarik atau perlu di revisi? biar embun telaah lagi dan perbaiki kedepannya. embun usahakan dengan sepenuh hati kok. soalnya embun juga masih sibuk di kekhidupan nyata.
tapi demi kakak semua embun mau revisi jika memang tidak sesuai dengan harapan kalian, tapi tetap bertahap yah,
ada salam - salam nih dari pemain Novelnya embun, salam dari abang Lu, Silvia Zhuan, Longshang, Wangchu, Kakak Lian, Linzy abigail, Putri Nadia, Putri Emilia, Pangeran Richard.
terlebih dari pemain pendukung seperti Ibu Yuliana, Bibi Yun, Queenza Nicol, Leerin, Zhenyi, Zack Li, dan masih banyak lagi yang belum bisa embun sebutin satu persatu.
kalau gitu, di tunggu kritik saran, Komentar, PS serta reviewnya dong. biar embun makin semangat ngetiknya. kalau bisa buka babnya pakai koin yah,,, biar embun dpt penghasilan walau dikit ttp di syukuri kok.