Chapter 433 - 433. Apa yang Ibu ketahui tentang identitas Silvia? (2/2)
”Mengapa Ibu sangat menyembunyikan hal ini pada semua orang dan justru saat ini memberi tahukannya padaku semuanya?”.
”Itu karena Ibu percaya padamu, Nak. Ibu percaya kamu dapat menjaga Silvia dengan baik di masa mendatang.” Kata Ibu Yuliana dngan raut wajah cemas. Mungkin karena Ibu Yuliana sadar tidak akan bisa menyembunyikan kenyataan lain yang sebenarnya dari Silvia atau pun suaminya.
”Jadi ini alasan Pangeran Richard sekali melihat Silvia begitu familiar. Aku hanya tidak habis pikir.. Bagaimana bisa Silvia masih berhubungan dengan keluarga Kerajaan?”
”Jadi salah satu anggota Keluarga Kerajaan sudah ada yang menyadari keberadaan Silvia?! Kedepannya kehidupan Silvia akan lebih berat dari yang di jalaninya sekarang. Mengenai alasan bagaimana Silvia masih memiliki hubungan dengan anggota Keluarga Kerajaan. Ibu tidak bisa mengatakannya sekarang. Yang Ibu harapkan dari Nak Ludius adalah menyimpan rahasia ini dengan sangat baik, jangan sampai ada orang lain yang curiga bahkan sampai tahu.” Kata Ibu Yuliana menasehati.
”Lalu bagaimana dengan Pangeran Richard yang sudah mulai curiga dengan Identitas Silvia? Apakah aku juga harus membungkamnya, Bu?”.
”Tidak perlu, Nak Ludius cukup dekati dan awasi. Cari tahu alasan sebenarnya apa motif di balik Pangeran mencari anggota Keluarga Ibu Suri yang sebenarnya. Jika dia cukup meyakinkan, hal ini akan baik kedepannya, dan bisa menjadi kekuatan bagi Silvia jika waktunya tiba nanti”. Ibu Yuliana menerangkan panjang lebar mengenai masalah umunya.
Ludius tidak menduga, bahwa Ibu Yuliana sangat cerdas dalam membuat strategi dalam Kerajaan. Beliau sangat tahu dan memahami tindakan apa yang harus di ambil dalam setiap kondisi dan situasi. Pemikiran orang seperti Ibu Yuliana akan sangat berguna jika di tempatkan sebagai tokoh permaisuri dalam harem kerajaan, sangat bijak dan licik di waktu yang bersamaan.
”Jangan memandangku seperti itu Nak Ludius. Ibu tahu apa yang sedang kamu pikirkan.” Ibu Yuliana melipat kembali pakaian yang sedang di rapikan. ”Jika ingin bertahan dalam Keluarga Bangsawan, ada kalanya kamu berpikir bijak dan licik secara bersamaan. Terlalu polos akan membawamu dalam kesengsaraan, terlalu licik maka akan berdampak buruk di masa depan. Aku harap Nak Ludius memahami apa yang Ibu katakan, karena Silvia terlalu polos, maka dari itu semua hal tentangnya, Ibu serahkan padamu”.
”Ibu tidak perlu khawatir. Putramu ini akan menjaga Silvia sebaaik mungkin. Sudah saatnya aku harus pergi..” Ludius beranjak dari duduknya, ia memberikan salam terakhir sebelum akhirnya pergi dari hadapan Ibu Yuliana.
Setelah kepergian Ludius, Ibu Yuliana menghela napass panjang. Ia langsung bersandar di sofa sambil memejamkan mata. ”Suamiku.. Akhirnya Putrimu menikahi suami yang tepat. Semoga kamu beristirahat dengan tenang di alam sana. Menantumu sangat mencintai istrinya, aku yakin menantu kita akan mendukung sepenuhnya Silvia di masa mendatang..” gumam Ibu Yuliana.
-
Di ruang tamu Silvia ternyata sudah duduk di sof sambil menunggu Silvia keluar dari kamar Ibu Yuliana. ”Apa saja yang kamu bicarakan dengan Ibu, Suamiku?”. Tanya Silvia selidik.
Ludius yang baru saja masuk ke ruang tamu mendapati isteri nya sedang menunggu dirinya membuat Ludius tersenyum melebarkan senyumnya. ”Eh, Sayang.. kamu sedang apa duduk sendirian di soofa?”. Tanya Ludius basa basi.
”Tentu saja menunggumu, suamiku.” Silvia berdiri darei duduknya, ia dengan tangan bersedekap memandang ke arah Ludius. ”Katakan, apa saja yang sudah kmu bicarakan dengan Ibu? Mengapa terlihat sangat rahasia?”. Tegur Silvia.