Chapter 325 - 325. Tidakkah kau terlalu dekat manis bag 2 (1/2)
Perkataan Bianca yang mengartikan sebuah isyarat membuat Ludius memeriksa kembali file data diri calon staff yang ada di depannya. Ia membaca baik-baik isi surat lamaran tersebut dan tidak melihat adanya kejanggalan selain alamat wanita tersebut yang berasal dari Rusia.
Ludius tahu Bianca bukanlah orang biasa, dia pasti salah satu orang dari sebuah Organisasi tertentu yang saat ini sedang merubah identitas menjadi seorang sekretaris. Ia tersenyum seringai, dengan liarnya ia menarik tubuh Bianca dan menjatuhkannya diatas pangkuangnya.
”Kau sekretarisku yang nakal, coba jelaskan bagian mana yang menurutmu ganjil dari cerita ini Sayang?” tanya Ludius dengan mesra.
”Tuan Lu, apakah kau sedang mencoba mencari informasi dariku dengan cara merayuku?.” Balas Bianca tidak kalah mesranya. Ia memalingkan wajahnya ke arah Ludius dan menyentuh lembut wajah tampan Ludius dengan senyum seringai.
”Itu tergantung Baby. Kalau kau bisa memberitahuku apa yang salah dengan data diri ini. Aku akan mengabulkan 1 permintaanmu, bagaimana?.” Tawarnya dengan menyentuh lembut wajah lembut Bianca.
Hari ini Ludius merasa kembali ke dirinya yang dulu, menikmati wanita cantik nan seksi dengan kulit putih mulus yang ada di depannya. Bukankah itu yang dinamakan surga dunia?
Namun sayangnya kali ini Ludius seakan menjadi pendosa yang hina ketika ia teringat istri setianya Silvia yang tengah berjuang demi dapat melahirkan buah hatinya. Tapi mau bagaimana lagi, Bianca bukanlah orang sembarangan yang bisa Ludius taklukkan hanya dengan sekali perintah.
Wanita berbahaya seperti Bianca yang mempunyai identitas tersembunyi hanya bisa ditaklukkan dengan cara yang sangat halus. Bahkan posisinya saat ini sangat menguntungkan baginya, selain ia seseorang yang masih belum di ketahui identitasnya, ia juga memiliki banyak informasi entah mengenai Ludius atau orang yang ada di sekelilinnya.
Jadi terpaksa untuk beberapa bulan kedepan, Ludius mungkin akan bermain sementara waktu dengan ular berbisa seperti Bianca.
Bianca yang mendapat tawaran tersebut tentu saja tersenyum nakal, ia langsung mendekatkan dirinya tepat didepan wajah Ludius.
”Katakan Tuan Lu, apakah kamu bersungguh-sungguh dengan ucapanmu? Aku tidak suka di beri harapan palsu loh..” jari telunjuk Bianca bermain nakal disekitar pangkal wajah Ludius.
Membuat Ludius ingin sekali melempar wanita tersebut kedalam lubang buaya. Sayangnya ia masih harus menggali informasi darinya.
”Tentu saja Baby, memang apa yang kamu inginkan dariku manis?.” Sahut Ludius.
”Aku tidak menginginkan apapun Tuan Lu. Yang aku inginkan adalah dirimu.” Kata Bianca yang masih memainkan jemarinya di wajah Ludius.
'Kurang ajar kau Bianca, apa kau sedang mencoba menguji kesabaranku!'
Ludius hanya bisa menahan emosinya dengan mengepalkan tangan kirinya mendapat perlakuan layaknya gigolo di depan sekretarisnya sendiri. Tapi begitu mengingat ini demi mengungkap apa yang sedang ia cari. Ludius hanya bisa bersabar.
”Aku sudah beristri baby, jika kau menginginkan diriku. Apa kau siap untuk menerima amarah istriku Sayang? Dia cukup galak dan bermulut pedas, aku tak ingin kamu menjadi bahan amukannya sayang.”
”Mengapa aku harus takut, bukankah masih ada dari dirimu, Tuan Lu. Apakah kau tidak akan melindungiku didepan istrimu?” bujuk Bianca dengan suara mendesah mesra.
”Aku masih menginginkan nyawaku baby. Kalau kau memintaku untuk melindungimu dari amukannya, aku punya firasat bahwa dia akan segera menguburku hidup-hidup.”