Chapter 324 - 324. Tidakkah kau terlalu dekat manis? (1/2)
Wanita yang terlihat polos tersebut semakin salah tingkah dan malu ketika ia menyadari tangannya sudah memegang kedua tangan Lianlian. Dengan cepat ia melepas tangan Lian dengan gugup dan tidak sengaja menyentuh semua tumpukan dokumen yang ia pungut. Alhasil dokumen yang berhasil dia kumpulkan kembali berserakan di lantai.
”Yah..” keluh si wanita begitu melihat barang bawaannya kembali berserakan. Namun seketika ia menghela nafas lega begitu melihat tas laptop milik bosnya masih aman di tangannya. ”Syukurlah tas berisi laptopnya tidak ikut terjatuh.” Katanya dengan lirih, dan mungkin juga terdengar oleh Lianlian.
”Pfft.. Hahaha..” Tawa Lianlian pecah seketika itu juga, ia merasa kasian tapi juga gemas melihat wanita yang ada di depannya. Pasalnya tidak hanya terlihat gugup, wanita itu juga selalu melakukan kesalahan sepele yang membuatnya terlihat lucu dan menggemaskan.
'Ada-ada saja wanita ini, jika seperti itu terus lama-lama aku juga ingin menjahilinya.' Batin Lianlian dengan tersenyum simpul.
Memang tidak bisa diragukan kalau Lianlian masih satu rahim dengan Ludius, bahkan sekalem-kalemnya Lianlian pun masih memiliki sifat jahil dan usil seperti layaknya adiknya.
”Tuan Lian, saya minta maaf. Silahkan anda lakukan pekerjaan anda. Saya bisa melakukan hal ini sendiri. Lagi pula anda yang seorang Direktur mana pantas melakukan hal rendahan seperti ini,” ucap si wanita dengan memungut kembali semua dokumen yang tadi terjatuh.
”Tidak masalah, Direktur juga manusia. Dan sesama manusia harus saling tolong menolong bukan..”
Deg..
Sejenak wanita tersebut terdiam mendengar perkataan dari Lianlian, mungkin dalam pandangannya saat ini Lianlian adalah sosok pria calon suami ideal yang menjunjung tinggi kemanusiaan. Tidak seperti Direktur kebanyakan, yang justru menjunjung tinggi pangkat dan derajat hingga terlihat jurang pemisah antara si kaya dan si miskin.
Terpesona, ah.. mungkin saja. Dilihat dari wajahnya saja wanita itu bersemu merah.
Lianlian yang melihat hal itu hanya bisa tersenyum simpul sambil memikirkan apa yang terjadi selanjutnya dengan gadis polos di depannya itu jika ia jatuh di tangan pria seperti Ludius, Wangchu atau bahkan Hanson?..
Disaat membantu wanita tersebut memungut beberapa berkas tersebut. Ia tidak sengaja melihat grafik serta bagan yang sangat rapih dan mudah di pelajari untuk kedepannya. Tapi di lembaran kertas tersebut terlihat banyak corat coret, atau bisa di bilang semua itu hanyalah tulisan tangan tanpa ada campur tangan komputer.
'Wanita ini tidak sedang membantu seseorang untuk mengerjakan pekerjaan mereka bukan? Jika benar bagaimana bisa dia mau begitu saja melakukannya?.' Batin Lianlian.
Setelah selesai memungut semua barang yang jatuh berserakan mereka berdiri bersamaan, dan sekali lagi wanita tersebut menunduk dan meminta maaf pada Lianlian. ”Sekali lagi saya mohon maaf Tuan Lian. Saya janji ke depannya tidak akan terulang lagi kejadian yang sama. Jadi saya harap anda tidak akan memecat saya.” Katanya dengan wajah polos bersalahnya.
'Tatapan mata itu terlihat sangat cemas, apakah dia sedang berfikir aku akan memecatnya?'. Batin Lian,
”Tidak akan ada yang memecatmu. Kalau boleh tahu, kau bekerja di divisi apa? Sepertinya kamu cukup berdedikasi untuk Perusahaan.” Tanya Lian, tapi dilihat dari pakaiannya, Lianlian baru sadar bahwa wanita itu memakai pakaian cleaning servise.
”Saya hanya seorang cleaning servise yang kebetulan membantu pekerjaan beberapa karyawan di kantor ini. Saya dulunya mengajukan lamaran pekerjaan sebagai staff kantor. Tapi sepertinya Manajer tidak meloloskan saya dan menempatkan saya menjadi CS di kantor ini.” Ujar nya dengan sedikit kecewa jika mengingat hal itu.