Chapter 301 - 301. Pertempuran di pelabuhan Hamburg bag 2 (2/2)
Bang Bang Bang!!
Tanpa basa basi Ludius menyerang balik mereka dan seketika tumbang. Ia melihat ke arah Arthur dan memandang dengan sebuah pertanyaan. ”Hei! Sekarang apa lagi?” teriak Ludius yang kini bersembunyi di balik pilar.
Arthur tidak lantas menjawabnya, ia terdiam seperti sedang memahasi situasi. Ludius yang lama menunggu perintah hanya bisa mendengus kesal. ”Kemana anak buahmu?!”
”Kau carilah ide..” belum sempat Arthur meneruskan perkataannya, dari arah belakang sebuah mobil hampir membuat Arthur terpental.
Ckiiiiitttt brak brak brak!!!
”Boss!” seru anak buah Arthur,
Kegaduhan yang menyeruak di area pelabuhan telah mengundang banyak perhatian warga, dan terlihat beberapa berdatangan ke arah mereka.
”Ludius, kondisi saat ini tidak memungkinkan! Warga sudah mulai berdatangan!”.
Longshang keluar dari kursi kemudi mobil, ia secara tidak sengaja melihat seorang pria membawa sniper berlarian dan sesekali menembaki musuh dengan pistol. Setelah berfikir sekilas, ia langsung paham jika dia anak buah Arthur. Longshang pun langsung menariknya kedalam.
”Cepatlah masuk!”,
Ludius kemudian melihat sekilas ke arah Arthur yang masih mengamati situasi. ”Sepertinya kita masih harus mengulur waktu sebentar lagi sampai kapal ini menjauh!”.
”Jangan bodoh kau Arthur! Sebentar lagi matahari akan terbit, kita tidak memiliki banyak waktu. Terlalu beresiko jika ini terus berlangsung! Itu sama saja kau mengundang perhatian para warga dan awak media massa!”, tegur Ludius sambil terus berurusan dengan musuh yang ada di depannya.
”Ingatlah! Jika kejadian ini sampai terkuak ke ranah publik, kau tidak akan mempunyai kesempatan untuk membawanya keluar dari pelabuhan lain!”, lanjut Ludius mendengus kesal saat satu peluru bersarang di pinggir beton pilarnya hingga berlubang cukup dalam. Seketika Arthur tersenyum seringai.
”Mudah saja! Kita tidak membutuhkan pelabuhan untuk mengangkutnya!”.
”Kau selalu saja seperti itu, lakukan sesukamu!”, balas Ludius,
Meski tahu waktu hampir mencapai batasnya, mereka masih mempertahankan wilayahnya, butuh beberapa waktu sampai akhirnya mereka berhasil mengulur waktu hingga kapal itu telah berlayar menjauh.
”Kalian berdua amankan dua truknya! Aku akan ke ruang kontrol untuk membiarkan kapal lain masuk!”. Ujar Arthur,
”Hei Arthur! Jangan gila kau! Ini bukanlah kesepakatan yang kita buat di awal! Di situasi seperti ini mereka akan terkena imbasnya. Dan aku tidak bisa membiarkan korban semakin berjatuhan!”. Tolak Ludius tegas meski ia tahu itu adalah permintaan rekan bisnisnya.
”Itu bukan urusanku, Cepat!”. Ucap Arthur langsung berbalik menuju ruang kontrol,
Bagi Longshang ini mungkin bukan masalah baginya, karena ini adalah bagian dari misi yang di tugaskan padanya. Terlebih lagi sistem CCTV sepertinya telah kembali pulih saat ini. Longshang kemudian berlari menghindari peluru yang diarahkan ke sebuah truk.
”Ludius cepat!!” teriak Longshang saat Ludius masih terpaku menembaki musuh. Ia menoleh kebelakang sejenak dan mendengus kesal.
”Kurang ajar kau Arthur! Kali kau harus memberiku 25%!” gumamnya sembari berlari menuju truk yang lain.
Di saat Ludius baru saja menyalakan mesin, entah siapa lagi orang yang berani berdiri menggunakan Toak menghalangi jalan truk mereka. Karena ia masih berfikiran sehat tentu saja ia akan menghindari pria itu di saat membawa truknya.
”Cukup sampai disini Arthur! Kau telah kalah!”, seru pria yang berbicara menggunakan toak.
Seketika Longshang mengerem truknya mendadak dan langsung melihat waspada. Ludius yang masih berada di dalam truk pun menolehkan tubuhnya ke belakang dan mendapati Arthur yang setengah tubuhnya sudah keluar mendengar seseorang memanggil namanya.
”Aku harap kau tidak mengatakan hal yang sedang aku fikirkan Arthur!” tegur Ludius dengan menatap Arthur tegas, ia tahu bagaimana nekadnya rekan bisnis nya itu.
Ada banyak musuh yang memasang barikade untuk menghalangi truk lewat.