Chapter 267 - 267. Mengundang Amarah Ludius..! bag 2 (1/2)
Ludius serta Wangchu segera meninggalkan Kantor Perusahaan Tangshi Grup tanpa membawa pengawal dari Organisasi Naga Imperial. Bagi Ludius membuat perhitungan dengan Putra Han bukan hal yang sulit, namun pasti ada seseorang di balik kekuatan Han yang mampu membuat Keluarga Han di segani di Distrik H.
Di depan kantor Tanngshi Grup sudah bertengger mobil sport Ferrari Luxury kesayangan Ludius yang akan membawanya menuju CafeThe Latte' . Namun sebelum itu Ludius menelfon Zain Malik untuk meminta pertanggung jawabannya mengenai ia yang tidak menjaga Silvia.
”Wangchu, kau yang mengemudi aku akan menlfon Zain dan meminta dia menjelaskan bagaimana dia meninggalkan Silvia tanpa pengawasan”. Ujar Ludius
”Baik aku yang akan membawa mobilnya”.
Mobil yang sudah terparkir rapih di depan kantor segera Wangchu dan Ludius naiki, karena Ludius akan menghubungi Zain Malik maka kali ini Wangchu yang akan memegang kemudi mobil.
***
Di tengah perjalanan Ludius menelfon Zain sembari menunggu mobil sampai di Cafe The Latte yang membutuhkan waktu sekitar 15 menit dari kantor. Meski Ludius tahu mereka adalah orang yang terlalu berbahaya namun ia masih merasa gelisah, ia merasa akan ada badai jika tidak segera ia selesaikan.
Terdengar konyol memang! Semua orang berfikir firasat hanya bagian dari prasangka yang tidak berdasar dan beralasan. Namun prasangka Ludius selama ini tidak pernah salah.
'Entah apa yang salah dengar hari ini, namun aku merasakan hawa tidak enak tentang hal ini. Semoga ini hanya prasangka ku saja!'. Batin Ludius yang tidak tenang. Ia yang sedang memainkan ponsel segera menelfon zain Malik.
”Zain Malik! Bagaimana kau akan menjelaskan tentang keadaan Silvia saat ini!”. Cecar Ludius dengan tegas. Geram tentu saja.. orang yang di percaya untuk menjaga Silvia justru entah ada dimana saat ini dan melepaskan pengawasannya hingga membuat Silvia hingga ia
”Maafkan aku Ludius, tadi aku sudah berada di sekitar Mansion tapi saat aku ingin menemmui Silvia justru ada panggilan mendadak dari Emilia.ya.. ini salahku karena tidak bisa menjaga Silvia dengan baik”
”Berhentilah untuk menyesali perkataanmu, karena itu tidak perlu! Sekarang cepat datang ke Cafe The Latte, ada yang mengatakan Silvia ada di sana. Jangan sampai kita kehilangan jejak!”. Perkataan Ludius sedikit menekan, terlihat sekali kalau dia marah akan kelakuan Zain.
Tut... Tut... Tut...
Panggilan Ludius putus secara sepihak dan mereka telah sampai di depan Cafe The Latte. Tanpa fikir panjang mobil segera Wangchu parkirkan dekat dengan pintu masuk ke Cafe. Nsmun begitu mobil sampai di pelataran Cafe terlihat ada yang beda.
”Wangchu.. aku merasa Cafe ini terlalu sepi. Apakah kita datang terlambat?”. Fikir Ludius
Begitu mobil terparkir di depan Cafe, Ludius langsung turun masuk ke dalam Cafe dengan sedikit tergesa. Dari depan cafe memang sudah terlihat sepi tanpa ada orang dan hanya menyisakan beberapa karyawan dan pelayan cafe.
”Sepertinya mereka sudah membawa Silvia pergi”. Kata Wangchu berpendapat. ”Aku akan coba tanya pada pelayan cafe apa yang terjadi”. Wangchu menghampiri beberapa pelayan yang diam tanpa mengatakan apapun seolah ingin menutupi dan melupakan .
Sedangkan Ludius sendiri menyusuri tempat cafe untuk mencari petunjuk meski dari hal terkecil sekalipun. Namun setelah di telusuri Ludius tidak menemukan jejak apapun di sekitar cafe, fikirannya sempat kalut memikirkan bagaimana keadaan Silvia.