Chapter 195 - 195. Lianlian dan Wanita Pengantin (2/2)

Mau tidak mau Lianlian memang harus mengakui, ia tidak sepandai Ludius dalam hal mengelola Perusahaan. Ia juga masih heran dengan Adiknya yang sembrono dan terkesan mengabaikan tapi mampu menstabilkan keadaan Perusahaan dikala genting dan menaikkan Posisi Perusahaan di setiap tahunnya.

”Kau memang selalu misterius Ludius, banyak hal yang aku tidak habis fikir. Mengapa kau bisa melakukannya sedangkan aku tidak?”. Gumam Lianlian.

Ssssst…

Tiba-tiba sopir mengerem mendadak mobilnya membuat Lianlian yang sedang fokus dengan Laptopnya hampir terbentur ke jendela mobil.

”Mengapa berhenti mendadak Pak, Apa ada sesuatu yang terjadi?”.

”Maaf Tuan saya membuat anda kaget, tapi didepan. tiba-tiba ada seorang wanita aneh yang menghadang mobil kita”. Kata Pak sopir merasa bersalah.

Lianlian yang mendengar kata WANITA ANEH mengalihkan fokusnya dari laptop ke arah depan dan melihat apa yang sebenarnya terjadi, ”Siapa dia?”.

Wanita dengan pakaian pengantin tiba-tiba saja menggedor gedor pintu mobilnya dengan keadaan panik

Tok.. Tok.. Tok..

Wanita yang tadi menghadang mengetuk pintu mobil dengan sangat keras, dengan raut wajah panik dan mulut yang berbicara membuat Lianlian merasa risih.

Akhirnya Lianlian membukakan pintu mobil sebelum wanita aneh itu menarik perhatian orang-orang dan membuat masalah dengannya. Begitu pintu terbuka..

”Tuan.. Cepat kita pergi dari sini!!”. Dengan raut wajah khawatir dan pandangan yang celingak celinguk ia menyelonong masuk kedalam mobil Lianlian.

”Siapa yang mengatakan aku memperbolehkanmu masuk?”. Tanya Lianlian dingin.

”Eh… ”. Si wanita kaget mendengar pertanyaan itu dari Lianlian. ”Maafkan aku yang menyelonong sembarangan ke mobilmu, aku akan menjelaskannya.. Tapi bisakah kita pergi dulu dari tempat ini?”. Bujuk wanita itu dengan senyum mengembang meski tergambar jelas kekhawatiran yang mendalam dari raut wajahnya.

”Katakan! Kau wanita yang tengah memakai Gaun Pengantin, Mengapa berlarian dan telihat begitu khawatir? Jika alasanmu masuk akal aku akan mempertimbangkannya untuk membawamu pergi”.

”Kau..!! Tidak bisakah kau mengerti keadaanku sedikit saja?”. Teriak si wanita dengan setengah emosi didalam mobil Lian hingga mengundang perhatian Sopir yang sejak tadi diam.

”Hei Nona.. Hati-hati kalau kau berbicara dengan Tuanku!”. Pak sopir menoleh kebelakang dan memperingatkan.

Si wanita yang mendapat teguran dari sopir Lianlian seketika memperhatikan tingkah dan perkataannya. ”Maafkan aku Tuan..”. Ucapnya dengan nada penyesalan.

”Katakan apa alasanmu memasuki mobilku seperti ini?”. Tanya Lianlian kembali, meski ia sedang dalam mood yang sangat tidak baik pagi ini. Namun ia mencoba untuk menahan sedikit lagi emosinya pada wanita aneh disampingnya.

”Tuan, saya Huan Xian Zhu. Ehm Begini….”.

”... Tunggu, panggil aku Lian”. Sela Lianlian.

Belum sempat si wanita yang memberitahu dirinya Huan Xian Zhu mengatakan alasannya mengapa ia melakukan itu semua, beberapa orang tiba-tiba menuju mobil Lianlian dengan amarah yang luar biasa.

”Huan Xian...! Turun kau anak SIALAN..!”. Teriak pria paruh baya di luar pintu.

”Aku kan sudah bilang Tuan sebaiknya kita pergi, kau malah mencecarku dengan berbagai pertanyaan. Mereka pasti akan memaksaku kembali”. Kata Huan Xian khawatir, ia menggelengkan kepala dengan tubuh yang gemetar.

Lianlian yang melihat gurat ketakutan di wajah Huan Xian membuat hatinya seakan tidak bisa mengabaikannya. ”Diamlah didalam, biarkan aku yang berbicara dengan mereka”.

Huan Xian hanya menggangguk tanpa sepatah kata. Lianlian sendiri membuka pintu mobil dan keluar menhadapi beberapa orang yang sudah menghadangnya. Ia sengaja tidak menutup mobilnya agar mereka melihat bahwa keadaan Huan Xian baik-baik saja.

Kira-kira apa yang akan Lianlian lakukan??