Chapter 185 - 185. Penjaga Arogan, memancing amarah Ludius bag 2 (2/2)

Ludius melepas 3 tembakan dan semua mengenai sasaran. Tinggal sisa 5 dari pengepung dan beberapa dari penjaga Villa. Semua memegang senjata masing-masing, namun mereka masih terlalu dini untuk melawan Ludius Lu!!.

Si penjaga Villa yang melihat satu persatu anak buah Boss tumbang geram, terlihat ia menggertakkan giginya dengan tangan menahan pelatuk yang ingin ia arahkan pada anak buah bossnya yang ia anggap tidak Becus!

”Kalian bodoh atau tolol..! Mengapa kalian diam saja, serang dia! Apa kalian ingin boss marah pada kita?”. Umpatan dan cemoohan ia lemparkan pada anak buah boss.

”Diam kau! Aku tahu pria model sepertimu hanya bisa menggertak bawahan dan menjadikan mereka tameng untuk dirimu sendiri!”.

Bawahan yang masih diam karena mendapat gertakkan dengan membawa nama boss mereka memilih menyerang secara bersamaan.

Bang.. Bang..

Dari depan salah satu melepas tembakan, Ludius yang melihat langsung melompat mundur menghindar.

Bang.. Bang..

Ludius membalas serangan dengan tidak memperhatikan keadaan belakangnya. Namun ia tidak menyangka bagian belakang yang tadinya rentan tiba-tiba salah satu dari mereka menghadang dengan sebuah pisau lipat!

”Mati kau!!”. Si pemegang pisau yang melihat titik buta Ludius menyerang di bagian punggung.

Ludius ingin berbalik arah untuk memblok serangannya namun terlambat. ”Sial! Dia tahu titik butaku”.

Srassh…!

Darah segar keluar dari jas yang Ludius pakai, dengan menahan perih luka sayatan yang cukup dalam ia berbalik arah kembali dan memberi pukulan di bagian wajah.

Buaack…

Demi menghindari kejadian yang sama, Ludius tidak berhenti sampai disitu.

Klek..!

Ia menarik tangan si pemegang pisau lalu mematahkannya.

”Aaarrgh… Tanganku!”. Teriaknya histeris.

Ludius ingin segera menyelesaikannya, Ia berlari kearah beberapa penjaga Villa. Ia memulai serangan dengan tendangan yang mengarah pada perut pria yang tepat ada didepannnya.

Buuack..!

”Sial.. Pria ini begitu kuat, siapa dia sebenarnya?”. Pikirnya kalut.

Pria yang mendapat serangan dari Ludius terpental cukup jauh. Dalam sekejap Ludius mampu melumpuhkan 10 musuh yang mengepungnya, Kini tersisa 4 orang yang masih sanggup berdiri. Mereka yang melihat semua teman mereka tumbang sepertinya mulai ragu untuk melawan Ludius.

”Ini peringatan terakhir, katakan siapa Tuan kalian dan apa motif Tuan kalian membawa Shashuang pergi?. Jika tidak aku tidak akan segan lagi untuk menghabisi sisa dari kalian!”. Ancam Ludius.