Chapter 161 - 161. Pertempuran azell (2/2)
Drrt.. Drrt..
Disaat Silvia sedang menyuapi Azell, terdengar getar dering dari saku Silvia.
[Sayang, Aku senang kamu mau bersabar dengan sikap Azell. Pasti tidak mudah untuk melunakkan hatinya yang begitu keras. Tapi walau begitu, kamu harus ingat kamu sedang mengandung. Aku tidak mengizinkan kamu untuk melakukan hal yang merepotkan seperti itu lagi.]
[ Tuan Lu, kamu terlalu berlebihan, aku hanya membuat makanan untuk Azell. Dia seperti ini juga karenamu! Kamu yang tidak bertanggung jawab dan menelantarkan Azell selama ini membuatnya memiliki sifat keras seperti ini. Wajar dia sangat membenciku yang hadir diantara kalian. ]
[Sayang, jangan katakan itu lagi. Kamu adalah istriku, entah itu sekarang atau dimasa yang akan datang. Mempunyai anak dengan wanita lain dan menelantarkannya itu adalah kesalahanku, kamu tidak perlu untuk menanggungnya. Sore nanti aku akan menjemputmu untuk cek kandungan dirumah sakit. See you next time babe.. ]
”Apa yang dikatakan Papaku padamu Bi?. Papa sepertinya sangat mengkhawatirkan Bibi, sampai-sampai setiap sudut rumah terdapat CCTV. Seharusnya Papa tahu aku disini”. Ungkap Azell yang masih menikmati makanannya.
”Azell, kamu masih kecil tapi penglihatan dan pemikiranmu sangat jeli”. Silvia memandang kearah Laptop, penasaran dengan apa yang sedang Azell lakukan. Dia tercengang melihat Azell tengah meretas keamanan Perusahaan Nero dengan begitu santainya.
”Azell.. Apa kamu sedang mencoba meretas Dokumen milik Perusahaan Nero?”. Tanya Silvia hati-hati
”Benar, jadi aku harap Bibi tidak menggangguku. Pertahanan Keamanan Nero Grup sangat tinggi, jika aku salah sedikit saja maka aku akan tertangkap oleh Kakek Nero”. Jawab Azell.. Dia mulai serius dengan Laptopnya. Begitu kritis dan tajam hingga sulit untuk orang lain mengganggu saat Azell sedang berkonsentrasi.
Silvia yang memperhatikan memikirkan bagaimana cara untuk membantu Azell. Keamanan dari Nero Grup sangat tinggi, dan itu pasti sulit bagi Azell untuk menembus pertahanannya. Akhirnya Silvia mengirim pesan pada Ludius mengenai hal ini.
[ Tuan Lu, putramu tengah menembus pertahanan keamanan Nero grup untuk mencuri dokumen penting yang dia bicarakan waktu itu. Keamanan dari Nero Grup sangatlah tinggi, aku harap kamu mau membantu Azell. Aku takut saat dia melakukannya, pihak Nero akan menyerang balik dan menyebabkan Azell tertangkap. ]
[ Sayang, terima kasih kamu sudah memberitahu. Aku akan meminta Longshang untuk menyerang Nero secara bersamaan agar dia tidak bisa melacak alamat IP dari Azell. ]
Ketika Azell sedang berkonsentrasi dengan Laptopnya, dia tiba-tiba tersenyum.
”Bibi.. Aku berhasil menembus pertahanan Kakek Nero. Dia benar-benar memiliki pertahanan yang baik. Tapi sedikit lagi aku akan mendapatkan dokumen itu”. Kata Azell tanpa mengalihkan pandangannya.
Azell terlihat berbeda saat sedang serius, seperti melihat Ludius versi kecil. Azell saat ini sedang bertempur melawan keamanan Nero Grup. Silvia yang hanya memperhatikan merasa bahwa jarak mereka memang cukup jauh.
”Bibi.. Aku berhasil mendapatkannya!”. Teriak Azell girang, dia membuka file dan memperlihatkannya pada Silvia. ”Bibi.. Lihatlah dokumen ini”.
Silvia melihat dokumen dengan seksama, dia kembali dikejutkan dengan hal yang melukai hatinya.
”Dokumen ini.. Rossman Nero, dia.....”