Chapter 60 - 60 (1/2)

Sesampainya di rumah sakit, Ludius langsung membawa Silvia ke ruang ICU untuk segera di tangani, disana sudah ada Dokter Daniel.

”Ludius ada apa lagi dengan tunanganmu?” Tanya Daniel yang melihat mereka bersimbah darah.

”Dia terkena peluruku. Aku mohon selamatkan Sivia”.

Ludius membaringkan Silvia di ranjang, dia di bawa masuk untuk segera di tangani.

”Tuan Lu, Peluru yang menembus bahumu juga harus segera diangkat”.

”Tapi bagaimana dengan Silvia..? Aku tidak mungkin meninggalkannya”. Ludius terus menerawang jauh kedalam ruang ICU,  perasaannya tidak tenang sebelum mengetahui kondisi Silvia.

”Tuan terluka, Nona pasti akan sedih jika Tuan tidak mengobati luka Tuan. Biar Bibi yang menunggu, Disini juga ada Ling Ling”. Jawab seseorang dari luar.

Bibi Yun, LingLing dan Julian datang.

”Aku tahu kamu telah menjaga adikku dengan baik. Untuk urusan di Ressort, temanmu LongShang sudah mengambil alih membereskan mereka. Jadi obati dulu lukamu, aku tidak ingin adikku sedih hanya karena melihat lukamu”. Kata Julian, dia sedikit lebih ramah pada Ludius.

”Aku titip Silvia, secepatnya aku akan segera kembali”. Ludius di bawa dokter Daniel menuju ruang operasi yang lain. Mereka di operasi di tempat berbeda.

'Dasar.. Sudah terluka masih bisa mengatakan itu! Aku tahu kamu sangat mencintai Silvia dan mampu melindunginya. Tapi.. Tetap saja, hidup Silvia sampai kapanpun tidak bisa tenang jika dia harus menghabiskan waktunya bersama dengan orang sepertimu'. Batin Julian.

…..

Setelah 10 menit lamanya, Dokter bedah keluar dari ruang ICU. Semua yang menunggu seketika berdiri menghampiri Dokter itu.

”Tuan.. Kami sudah menscan dimana letak peluru menembus. Saat ini kondisi pasien masih kritis, dan berita terburuknya adalah peluru menembus kedalam rahim hingga mengalami kerusakan yang cukup fatal. Sebagai langkah awal untuk menghindari infeksi, kami meminta persetujuan keluarga untuk mengangkat rahim pasien segera”.

Semua yang mendengar tercengang, terutama Julian. 'Jika rahim Silvia diangkat, Itu berarti Silvia tidak bisa mengandung?'. Batin Julian.

”Dok pasien sadar!”. Dari dalam keluar Suster yang menjaga Silvia ”Dok! Ini permintaan Pasien, dia tidak ingin rahimnya di angkat dan hanya ingin menjalani operasi normal”.

Dokter yang menangani Silvia memasang ekspresi khawatir ”Baiklah, kita akan melakukan operasi pengangkatan peluru, Suster siapakan segala sesuatunya. Ini pekerjaan yang cukup rumit”. Dokter bergegas masuk kembali ke ruang ICU untuk melakukan operasi pengangkatan peluru.

Semalam penuh Silvia di ruang ICU tanpa seorang pun diizinkan masuk karena untuk menjaga kesterilan ruangan. Pagi ini Ludius sudah bisa keluar ruangan karena memang dia menjalani operasi ringan. Julian yang semalam menunggu Silvia di depan ruang ICU terlihat lelah.

Ludius dengan menggunakan kursi roda di bantu suster Jing Mi, yang biasa merawat Silvia datang ke depan ruang ICU.

”Julian, istitahatlah. Aku tahu kamu pasti menjaga Silvia semalaman disini. Sekarang aku sudah disini, percayakan Silvia padaku”. Kata Ludius dengan lantang.