18 Tanah yang Dijanjikan (2/2)
Lalu ada Hauver yang seperti melantunkan mantra dan dibelakangnya ada Olivia dan Serra, yang terlihat cukup gugup.
” Sebuah tanah tempat jari kelingking mereka dikaitkan, dan mengikat sumpah sehidup semati, Terbentanglah, [ The Promised Land ] ” Ucap Hauver mengaktifkan Phantasm Anti-Death miliknya.
Lalu dunia sekitar mereka berubah, dan menjadi sebuah padang rumput luas yang ujungnya tak terlihat di cakrawala, padang rumput itu dihasi dengan macam macam jenis bunga, dan berwarna warni, itu sangat indah, langitnya cerah dengan awan dimana mana, yang uniknya sama sekali tidak ada matahari disini, ini adalah Phantasm milik Hauver yang dapat menyembuhkan segala macam luka dan menghidupkan orang dari kematiannya.
” Ini sangat indah ” Ucap Serra sambil melihat sekelilingnya dengan wajah kagum.
” Um ” Jawab Olivia dengan singkat, karena suasana sedang serius.
Mengabaikan Serra dan Olivia yang terkagum dengan Phantasmnya, Hauver hanya berlutut dan memegang kedua dah dari Dulio dan Adelia, lalu mengucapkan mantranya.
” [ Life Phrase : Full Revive ] ” Ucap Hauver, seketika cahaya hijau menyelimuti tubuh Dulio dan Adelia, cahay itu sangat terang, setelah beberapa saat cahay mulai redup dan memperlihatkan kulit dengan vitalitas tinggi dari Dulio dan Adelia, Lubang diperut Adelia juga sudah sepenuhnya menghilang, ini adalah kekuatan dari The Promised Land.
Setelah itu dunia indah tadi juga perlahan lahan mulai menghilang dan mereka kembali berada di ruangan VIP tadi.
Setelah beberapa saat suasana menjadi hening, Hauver diam, Serra dan Adelia juga diam karena menunggu keajaiban datang.
benar saja, setelah beberapa saat Dulio mulai membuka matanya dan mengangkat badannya keatas lalu bergumam.
” Dimana aku ? ” Kata Dulio, entah bertanya kepada siapa.
” Kau ada dirumah sakit, bagaimana perasaanmu ? ” Yang menjawab adalah Hauver, ia lalu bertanya kepada Dulio.
” Aku baik-baik sa- Tunggu diman kakakku ? dia mati ? Dimana dia sekarang ? katakan Hauhau ! ” Kata Dulio dengan nada sedikit tinggi.
” Tenanglah, dia ada disebelahmu.” Kata Hauver menunjuk kasur sebelah.
Dulio yang mendengar itu memegang tangan kakaknya lalu mengeluskan dipipinya sambil berkata dengan air mata ” kakak, bagaimana kau mengorbankan dirimu untuk adik yang tidak berguna ini ? ” Dulio masih mengeluskan pipinya dipunggung tangan kakaknya, namun tangan kakaknya malah bergerak dan mengelus kepalanya.
” Karena kau adalah adikku tentu saja ” Kata Adelia yang membuat Dulio kaget, karena ia kira kakaknya sudah mati.
” Kakak, bagaimana kau masih ” Dulio tidak melanjutkan kata katanya, dia berbicara sambil melihat kearah wajah kakaknya yang sekarang badannya juga sudah bangun.
” Jangan-jangan kau tidak senang kalau kakakmu masih hidup ? ” Goda Adelia dnegan senyuman nakal kepada Dulio.
” Tidak mungkin, aku sangat bahagia, kakak ” kata Dulio lalu memeluk Adelia, dan adelia juga membalas pelukannya.
” Yosh, Yosh ” Kata Adelia sambil mengusap usap kepala adiknya itu.
Momen kakak beradik ini disaksikan oleh Hauver, Olivia dan Serra.
Mereka tidak ingin menggangu momen ini jadi mereka bertiga keluar dari ruang secar bersama-sama.
Lalau saat sudah sampai diluar Hauver yang berencana untuk pergi, dihalangi oleh Serra dan Olivia yang membungkuk.
” Terima kasih karena sudah menyelamatkan Ketua. ” Kata Serra lalu dilanjutkan dengan Olivia.
” Aku juga berterima kasih karena sudah menghidupkan kembali Boss Adelia. ” Kata Olivia.
” Um, kalau begitu aku akan pulang, dadah ” Kata Hauver dengan datar lalau pergi kearah berlawanan dnegan mereka berdua dan melambaikan tangannya kebelakang.
Namun pikiran Hauver saat ini sedang panik oleh sesuatu, ' Sialan, aku lupa menanyakan rasa crepes yang diinginkan Liz, bagaiman jika dia tidak suka ' mungkin pahlawan kita yang membunuh abadi tanpa takut ini juga memiliki rasa takut akan sesuatu.
-------------------------
( Ruang Harta Khusus, Istana Kekerajaaan, Roma, Kerajaan Romawi Modern )
Ruangan Harta Khusus merupakan tempat menyimpan harta harta paling berharga, dengan pengamanan magis super ketat, untuk memasuki ruangan ini hanya ada satu orang yang memiliki aksesnya, yaitu raja dari kerajaaan romawi itu sendiri.
Saat ini tiba tiba pinta utama terbuka, dan memperlihatkan pria 20-an dengan mahkota dan jubah kerajaan, dia adalah Raja Kerajaan Romawi Modern saat ini, Raja Julius Augusto Romanicus III.
Julius sedang terlihatmemeriksa dan berkeliling mengitari ruangan itu, namun tiba tiba ia berhenti dan wajahnya berubah serius.
' Sialan, sudah kuduga ini yang mereka incar, semua itu sejak awal hanya umpan unuk mendapatkan ini, Silan, sialan, sialan, seharusnya aku tahu itu !! ' Teriak julius dalam hatinya, lalu wajahnya kembali tenang dan berfikir.
' Kurasa aku harus melaporkan ini kepada, Edward. ' Lalu ia berbalik dan berjalan keluar dari ruangan dan kembali berfikir dengan wajah penuh tajam.
' Siapapun dalang dibalik semua ini, dia memiliki rencana berbahaya. '