Chapter 126 Nadia, menikahlah denganku! (2/2)
Nadia menatap haru pria di dihadapannya. Jimmy meraihnya ke dalam pelukannya. Membisikkan kata yang tidak dapat dipercaya oleh Nadia
” Nadia, menikahkah denganku! ”
Nadia terkejut dan dia melepaskan pelukan Jimmy, menatap wajahnya. Seakan ingin memastikan kata - kata yang baru saja di dengarnya
” Menikahlah dengan ku Nadia. Kita bangun rumah tangga kita yang bahagia ”
Senyuman dan perkataan Jimmy terdengar begitu tulus
” Tapi kita belum mengetahui kepribadian satu sama lain. Kita hanya rekan kerja sebelumnya ” Nadia berusaha menolak ajakan Jimmy. Paling tidak, menunggu sampai mereka lebih saling mengenal satu sama lain
” Kita bisa melakukannya setelah kita menikah. Asalkan kita saling percaya, aku yakin semua akan baik - baik saja. Apa kamu tidak percaya padaku? ”
Jimmy berusaha meyakinkan Nadia
” Bukan itu. Hanya saja,,, ”
Jimmy mengangkat kedua alisnya menunggu perkataan Nadia
” Hanya saja apa? ” Jimmy mengangkat dagu Nadia agar menatapnya
” Hanya saja,, kita harus meminta restu dan izin dari kakak ku. Hanya dia yang aku miliki di dunia ini sekarang. Jika dia mengizinkan kita menikah, maka aku akan setuju. Tapi jika dia juga tidak memberikan izin untuk kita menikah. Aku pun tidak akan menikah denganmu ”
” Hanya itu yang kamu khawatirkan? Aku pasti akan mendapatkan restu dari calon kakak iparku! ” Jimmy berkata dengan penuh keyakinan dan senyumanpun tersungging di wajah tampannya.
” Ayo kita kembali ke kantor! ”
Jimmy mengulurkan tangannya agar Nadia mau berjalan bersama dengannya. Nadia pun menatap Jimmy dan meraih tangan itu. mereka saling bergandengan menuju ke kantor
Entah dari mana datangnya keberanian Jimmy hari ini. Dia yang biasanya hanya berani memandang Nadia secara diam - diam, tiba - tiba mengungkapkan isi hati terdalamnya.
Yang dirasakan olehnya hari ini hanyalah ingin melihat senyum diwajah Nadia. Dia tidak rela melihat air mata menetes sedikitpun membasahi wajah cantiknya. Meskipun dia telah ternoda, itu tidak jadi penghalang untuk dia mendapatkan cinta dari wanita pujaan hatinya.
Dan dia berjanji dalam hatinya, untuk terus membahagiakan wanita yang di sayanginya hingga akhir hayatnya.
Selanjutnya dia harus bisa menaklukkan hati sang calon kakak ipar.