Chapter 109 Pelajaran untuk Chelsea (2/2)
Sindir Gina pada suaminya dengan memicingkan mata
” Hahaha, itu kulakukan karena aku tidak mau istri dan calon bayiku kelelahan ” Yudha tersenyum sambil mendekati Gina dan bersujud di depan Gina sambil mengelus lembut perut istrinya
” Sayang papi tidak nakal kan?
Jangan buat mami repot ya! ”
Gina tersenyum melihat apa yang dilakukan Yudha. Bisa dibilang interaksi antara ayah dan anak
” Papi juga tidak boleh nakal ya, selama aku diperut mami! ”
Gina menirukan suara anak kecil sambil mengusap kepala sang suami
” Aku tidak pernah nakal. Kenapa kamu bicara seperti itu? ”
Yudha mendongakkan kepala menatap Gina saat berbicara
” Tidak ada, hanya ingin bicara saja ”
Gina mengangkat bahu juga sedikit mengernyitkan mulutnya
Yudha memicingkan mata curiga
” Sepertinya kamu menyembunyikan sesuatu dariku? ” Yudha pun meletakkan kedua tangan dipaha Gina dan menjadikannya sebagai bantalan untuk dagunya
” Tidak ada, hanya saja aku melihat ada gadis yang mau mengganggu papi tertampan di dunia ini ” Gina mencubit hidung Yudha karena gemas
” Owh, jadi kamu melihat kejadian tadi siang? Apa kamu cemburu? ”
Senyum menggoda pun terpancar di wajah tampan Yudha
” Tentu saja aku cemburu. Sudah kukatakan sebelumnya, kalau aku ini wanita yang egois. Aku tidak suka berbagi sesuatu milikku. Apalagi itu kamu! ”
Gina mencolek hidung mancung Yudha sambil tersenyum
” Kamu tenang saja. Aku hanya akan jadi milukmu. Begitu pun denganmu. Tidak ada seorang pun yang dapat merebutmu dariku! ”
” Sudahlah. Kamu mau makan apa untuk malam ini sayang? ”
Yudha bangkit dan menggandeng tangan Gina keluar dari kantor
” Eehm.. Aku ingin makan sate kambing. Sepertinya enak, tapi harus kamu sendiri yang bakar! ”
Gina memasang wajah imut untuk merayu Yudha agar mewujudkan keinginannya
” Kenapa harus aku yang bakar? Kan kokinya sudah pasti lebih handal dalam membakar sate? ”
” Aku tidak mau. Pokoknya aku ingin makan sate yang kamu bakar sendiri. Kalau tidak aku tidak akan makan malam ”
Gina cemberut, merajuk bagaikan anak kecil
Yudha mengerutkan kening mendengar syarat sang istri. Diapun menghela nafas
” Baiklah sayangku, sesuai keinginanmu!
Kita akan makan sate dan aku yang akan bakarkan untukmu”
Mereka berjalan keluar dari mobil menuju parkiran. Dan melaju menuju restoran yang menyediakan sate.