Chapter 109 Pelajaran untuk Chelsea (2/2)

Istri Manja Tuan Kusuma Eli 19730K 2022-07-20

Sindir Gina pada suaminya dengan memicingkan mata

” Hahaha, itu kulakukan karena aku tidak mau istri dan calon bayiku kelelahan ” Yudha tersenyum sambil mendekati Gina dan bersujud di depan Gina sambil mengelus lembut perut istrinya

” Sayang papi tidak nakal kan?

Jangan buat mami repot ya! ”

Gina tersenyum melihat apa yang dilakukan Yudha. Bisa dibilang interaksi antara ayah dan anak

” Papi juga tidak boleh nakal ya, selama aku diperut mami! ”

Gina menirukan suara anak kecil sambil mengusap kepala sang suami

” Aku tidak pernah nakal. Kenapa kamu bicara seperti itu? ”

Yudha mendongakkan kepala menatap Gina saat berbicara

” Tidak ada, hanya ingin bicara saja ”

Gina mengangkat bahu juga sedikit mengernyitkan mulutnya

Yudha memicingkan mata curiga

” Sepertinya kamu menyembunyikan sesuatu dariku? ” Yudha pun meletakkan kedua tangan dipaha Gina dan menjadikannya sebagai bantalan untuk dagunya

” Tidak ada, hanya saja aku melihat ada gadis yang mau mengganggu papi tertampan di dunia ini ” Gina mencubit hidung Yudha karena gemas

” Owh, jadi kamu melihat kejadian tadi siang? Apa kamu cemburu? ”

Senyum menggoda pun terpancar di wajah tampan Yudha

” Tentu saja aku cemburu. Sudah kukatakan sebelumnya, kalau aku ini wanita yang egois. Aku tidak suka berbagi sesuatu milikku. Apalagi itu kamu! ”

Gina mencolek hidung mancung Yudha sambil tersenyum

” Kamu tenang saja. Aku hanya akan jadi milukmu. Begitu pun denganmu. Tidak ada seorang pun yang dapat merebutmu dariku! ”

” Sudahlah. Kamu mau makan apa untuk malam ini sayang? ”

Yudha bangkit dan menggandeng tangan Gina keluar dari kantor

” Eehm.. Aku ingin makan sate kambing. Sepertinya enak, tapi harus kamu sendiri yang bakar! ”

Gina memasang wajah imut untuk merayu Yudha agar mewujudkan keinginannya

” Kenapa harus aku yang bakar? Kan kokinya sudah pasti lebih handal dalam membakar sate? ”

” Aku tidak mau. Pokoknya aku ingin makan sate yang kamu bakar sendiri. Kalau tidak aku tidak akan makan malam ”

Gina cemberut, merajuk bagaikan anak kecil

Yudha mengerutkan kening mendengar syarat sang istri. Diapun menghela nafas

” Baiklah sayangku, sesuai keinginanmu!

Kita akan makan sate dan aku yang akan bakarkan untukmu”

Mereka berjalan keluar dari mobil menuju parkiran. Dan melaju menuju restoran yang menyediakan sate.