Chapter 106 Calon penerus keluarga (2/2)

Istri Manja Tuan Kusuma Eli 20730K 2022-07-20

Aku seperti anak kecil saja! ”

Gina merasa malu karena Yudha memapahnya. Semua karyawan memperhatikan mereka. Karena yang mereka tahu Gina hanyalah bagian HRD biasa

” Aku tidak peduli, yang penting aku ingin melindungimu! ”

Gina pun mendesah pelan.

Nadia dan Risti menghampiri mereka berdua

” Selamat pagi Tuan, mba Gina! ”

Gina dan Yudha menganggukkan kepala serempak

” Aku ingin bicara dengan kalian berdua! ” Kata Yudha dengan wajah datarnya.

” Baik tuan! ”

Nadia dan Risti serempak. Mereka pun mengikuti pasangan itu di belakangnya

” Aku ingin kalian berdua membantu Gina menghendle perusahaan ini, aku tidak ingin sampai dia kelelahan! ”

Yudha dengan wajah datar dan ketegasannya sebagai seorang pemimpin

” Baik Tuan! ”

Gina juga memanggil Jimmy ke ruangannya

” Nona, apa anda memanggil ku? ”

kata Jimmy ketika dia memasuki ruangan Gina

” Ya, kemarilah. Aku ingin memperkenalkan mu pada rekan kerjamu disini. Ini Nadia dan Risti. Kamu bisa membahas masalah perusahaan bersama mereka! ”

Tunjuk Gina kepada Nadia dan Risti. Jimmy menoleh ke arah mereka dan dan tersenyum sambil menganggukkan kepala.

” Ini suami ku, Yudha ”

Gina memperkenalkan Yudha yang berasa di sampingnya .

Jimmy tersentak melihat Yudha. ” Bukankah ini tuan Yudha Arya Kusuma? Pebisnis muda no 1 itu? ”Dia bertanya dengan ragu

” Ya, aku Yudha Arya Kusuma! ”

Kata Yudha disertai senyum yang sama sekali tidak terasa hangat

” Berarti Nona Gina adalah,,, ”

Sebelum dia selesai dengan kalimatnya Gina sudah memotong kata - katanya

” Aku Gina Yulia Atmaja! ”

Gina tersenyum kepada Jimmy

” Suatu kehormatan bagi saya bisa bekerja bersama dengan anda nona. Maaf karena saya tidak langsung mengenali anda! ”

Jimmy menundukkan kepala merasa menyesal

” Tidak apa. Justru aku ingin kamu berpura - pura tidak mengetahui siapa aku. Aku mau kalian bertiga mengurus perusahaan ini. Aku hanya akan mengawasi tanpa bertindak langsung! ”

Gina menjelaskan dengan tenang dan mereka mengangguk. Yudha hanya diam saja dan sibuk dengan laptopnya