Chapter 63 Bersatunya 2 perusahaan besar (2/2)
” Aku yakin dia memiliki sesuatu ”
pikir Gina
Ditempat lain Riko sedang membaca laporan keuangan perusahaannya. Dia sedang disibukkan dengan saham perusahaan yang terus mengalami penurunan setiap harinya.
” Andi, masuk keruangaku! ”
Tidak berapa lama Andi masuk keruangan
” Tolong selidiki tentang perusahaan yang waktu itu ingin bekerja sama dengan kita untuk proyek hotel di kota A! ”
” Saya sudah selidiki perusahaan itu dan mengajukan proposal agar mereka mau berinvesatasi tapi dari perusahaan mereka menolak untuk berinvestasi diperusahaan kita.
Karena sekarang mereka sudah menjalin kerja sama dengan perusahaan Sanjaya tuan! ”
” Sejak kapan perusahaan Sanjaya masuk ke negara kita?
bukankah perusahaan itu belum pernah memasuki pasar bisnis negara kita? ”
Riko mulai bingung karena belum menemukan investor baru untuk perusahaannya
” Perusahaan itu baru memasuki pasar saham negara kita tuan, dan mereka bekerja sama dengan perusahaan Kusuma ”
Riko mengangguk - anggukan kepala perlahan tanda mengerti
”Hmmmnn,, jadi sekarang 2 perusahaan besar di dunia sedang berkolaborasi ”
Riko mulai tersenyum penuh kelicikan. Entah apa yang akan direncanakannya
” Kita harus bisa mendekati salah satu perusahaan itu, kita tidak bisa mendekati perusahaan Kusuma. Tapi kita bisa coba untuk mendekati perusahaan Sanjaya ”
” Andi, cari informasi lebih banyak lagi tentang perusahaan itu. Kita harus bisa mendapatkan dukungan darinya ”
” Baik tuan ”
Andi bergegas keluar dari ruangan Riko untuk mencari informasi yang dibutuhkan. Dia meninggalkan Riko yang sedang senyum - senyum sendiri membayangkan keeja samanya dengan perusahaan Sanjaya
” Aku pasti bisa mendapatkan dukungan dari perusahaan baru itu. Mereka sudah terkenal diluar negeri dan itu bisa jadi batu loncatan untukku mengembangkan perusahaanku di luar negri ”
Saat Riko sedang mengkhayal tiba - tiba ponselnya bergetar, dia mendapatkan pesan masuk dari Siska
” Sayang nanti kita pergi ke butik ya, kita fitting untuk gaun pernikahan kita! ”
Riko hanya Membalasny dengan Singkat
” Hmmmnn. Baiklah ”
” Huh,, menyebalkan, seandainya tidak ada Siska, bisakah aku bersama Nadia? ” gumam Riko dan raut wajahnya yang tadinya cerah terlihat murung setelah mendapatkan pesan dari Sisk