Chapter 44 Berkencanlah denganku (2/2)

Istri Manja Tuan Kusuma Eli 20100K 2022-07-20

Tanya ibu Gina saat mengangkat telpon

”Bisakah kita bertemu?

besok aku tunggu ditestoran K!”

Arin langsung mengatakan tujuannya menghubingi Gadis

”Ada apa?

kurasa tidak ada yang perlu dibahas?”

”Kita harus bertemu dan bicara secara langsung,

Ini mengenai surat pemindahan saham itu”

Suara Arin terdengar lemah namun tegas

”Owh itu. Baiklah, aku akan menemuimu besok”

Gadis berbicara dengan nada yang dingin kemudian menutup telponnya.

Sang ayah, Dirga pun mendengar percakapan itu.

” Ada apa, untuk apa dia ingin bertemu denganmu?”

Tanya Dirga dengan wajah kesal

” Entahlah, mungkin dia akan meminta saham itu”

Gadis kenjawab dengan mengangkat bahu

”Saham yang dulu mereka berikan saat kamu bercerai?

Saham yang hanya bernilai 10% itu?

Tidak perlu dipermasalahkan, kamu bahkan memiliki lebih banyak dari nilai saham itu.

Apa kamu akan pergi menemuinya?”

” Iya ayah, aku ingin melihat sendiri apa yang akan mereka lakukan”

Dirga pun menganggukan kepala perlahan..

”Tapi kamu tetap harus berhati - hati.. mereka pasti merencanakan sesuatu padamu”

” Ayah tenang saja, dulu aku baik kepada mereka, karena mereka aku anggap bagian dari keluargaku, bahkan aku sampai rela meninggalkan ayah. Tapi sekarang mereka bukan siapa - siapa. Dan mereka berani menyiksa putriku selama bertahun - tahun”

Untuk sesaat Gadis termenung karena mengingat masa lalu.

Dulu dia dan Riska berteman baik, hingga mereka bertemu dengan Budi. Budi dan Gadis saling mencintai dan memutuskan menikah. Riska yang diam - diam mencintainya mulai menggunakan segala cara untuk mendapatkan Budi. Dia berhasil menjebaknya dengan memberikan obat perangsang kepada Budi saat mereka tidak bersama Gadis. Budi yang kehilangan kesadaran melakukan hal yang tidak sepatutnya bersama Riska hingga dia mengandung. Karena merasa bersalah pada Gadis, Riska berkata pada Budi akan pergi ke luar negeri dan melupakan semuanya. Tapi nyatanya dia kembali setelah beberapa tahun dengan membawa Siska. Dia berkomplot dengan Arin merebut Budi dari tangannya.

Gadis tersadar dari lamunannya dan berkata dengan dingim

”Dirumah itu selain ayah mertua, semuanya tidak ada yang baik”