Chapter 6 Aturan Setelah Menikah (Part 2) (2/2)
“ Kalau begitu apakah anda mau menjadi kekasih saya?”
Wajah sekertaris Han sudah merah
padam. Ia mengepalkan tangan karena marah. Wanita di hadapannya ini sudah
sangat lancang.
“ Haha, saya hanya bercanda sekertaris Han, jangan dibawa serius.” Tawa kecil masih ada di mulut Daniah
saat ia menghabiskan kopinya.
Sekertaris Han mengatur nafasnya
perlahan. Bagaimana ia bisa hampir saja termakan emosi oleh kata-kata wanita di
depannya membuatnya kesal sendiri. Padahal, biasanya ia adalah orang yang
sangat tidak mudah terpancing. Bisa dikatakan ia manusia tanpa ekspresi.
“ Nona kedepannya saya harap anda
berhati-hati dengan apa yang anda katakan, terlebih ketika berada di lingkungan
tuan muda. Bisa saja apa yang anda anggap hanya bercanda akan ditafsirkan
serius oleh tuan muda. Dan anda sendirilah yang akan menanggung akibatnya.
Sekali lagi saya mengatakan ini bukan karena saya perduli kepada anda. Saya
tidak perduli apakah anda akan hidup atau mati setelah masuk dalam rumah tuan
Saga. Yang saya pentingkan hanyalah semua yang ada di sekeliling tuan Saga
harus berjalan sebagaimana semestinya.”
Daniah menelan ludahnya. Hati
kecilnya sudah menciut mendengar kalimat panjang itu. Itu adalah bukti
laki-laki di hadapannya ini sama sekali tidak perduli kepadanya. Hidup atau pun
mati.
“ Baik sekertaris Han, terimakasih
atas nasehatnya, saya akan lebih berhati-hati dengan apa yang akan saya ucapkan.”
“ Kalau begitu sekarang saya akan
pergi. Silahkan anda pelajari dan hafalkan apa yang sudah saya tulis di lembaran
itu. Untuk persiapan pernikahaan akan ada utusan yang menjemput anda nanti,
untuk persiapan pakaian dan lainnya. Jadi saya harap anda tidak melakukan
aktifitas apa-apa dan hanya menunggu di rumah anda.”
“ Baik.”
Daniah berdiri ketika sekertaris Han sudah mau beranjak.
“ Terimakasih untuk semuanya.”
Mereka saling menundukan kepala.
Daniah terduduk kembali di kursinya.
Menatap lembaran demi lembaran di tangannya, lalu beralih pada kartu tanpa batas
di sampingnya. Tak terasa ada kristal bening yang tak bisa ia bendung jatuh. Ia
sudah kehilangan arti kehidupan yang sesungguhnya mulai hari ini.
BERSAMBUNG..................