Chapter 453 - Rencana Alisya (2/2)

”Kenapa semua pria sama saja? Mereka pikir dengan mengatakan rencana mereka pada kita kita akan menghancurkan semuanya?” Karin mengomel dengan kesal mengingat Ryu juga tak jauh berbeda dengan sikap Zein.

”Yah… Akupun pernah mengalami hal yang sama!” terang Aurelia mengingat bagaimana hubungannya dengan Yogi juga yang hampir kandas.

Alisya hanya terus terdiam mendengarkan apa yang mereka bertiga katakan sambil memikirkan hal apa yang dapat ia lakukan dan mencarikan solusi yang tepat untuk percakapan mereka tersebut.

”Aku punya rencana yang bagus! Tapi rencana ini bukan hanya untuk Adora saja, melainkan juga dapat berguna untuk Karin. Setidaknya dengan rencana ini aku yakin dapat membatu kalian berdua untuk mendapatkan angin segar.” Alisya mengeluarkan senyuman liciknya yang langsung membuat ketiga sahabatnya tersebut merinding disco.

”Apa maksudmu?” tanya Karin merasa penasaran dengan apa yang dikatakan oleh Alisya.

Alisya kembali menyunggingkan senyumnya dan menarik ketiga sahabatnya tersebut untuk mendekat dan menjelaskan semua rencananya kepada mereka dengan sangat terperinci yang membuat mata Karin dan Adora membelalak tak percaya mendengar rencana Alisya tersebut.

”hahahaha, sepertinya itu akan sangat menarik. Aku akan membantumu melaksanakan rencanamu tersebut.” Aurelia hanya tertawa lebar mendengar semua rencana Alisya, namun baginya itu akan sangat menyenangkan dan dia sudah tidak sabar untuk segera melaksanakannya.

”Apa kau yakin ini akan berhasil? Aku takut Zein akan merasa terkhianati dan malah semakin meninggalkanku.” Adora bukannya tak percaya dengan apa yang direncanakan oleh Alisya, namun ia sangat ragu kalau Zein tidak menjadi salah paham terhadapnya saat mereka baru saja dalam keadaan yang kurang bagus.

”Aku tidak yakin 100 persen, tapi aku yakin ini akan sangat membantu untuk kemajuan hubungan kalian. Jika dia benar-benar mencintaimu dan tidak ingin kehilangan dirimu, maka aku yakin dia akan segera bertindak cepat.” Ucap Alisya meyakinkan Adora.

”Hummm… oke aku ikut, tapi kita butuh partner agar rencana itu berhasil. Dan aku takt ahu siapa yang tepat untuk semua ini..” Karin terlihat sedang memikirkan sesuatu dengan melipat kedua tangannya dimana tangan kanannya memegang dagunya.

”Aku mungkin takkan bisa membantu kalian begitu tiba di Jakarta, tapi aku bisa mengirimkan beberapa orang terpercayaku untuk membantu kalian.” Terang Alisya kembali tersenyum dengan penuh arti.

”Kenapa? Apa yang membuatmu tidak bisa ikut dalam rencana yang sudah kau atur sendiri. Dan siapa yang kamu maksudkan untuk itu?” tanya Aurelia bingung dengan maksud Alisya saat dia sendiri yang sudah mengatakan rencananya kepada mereka semua.

”Aku harus melapor kepada atasan terhadap apa yang sudah terjadi dalam misi kami termasuk melaporkan mengenai professor.” Suara Alisya sedikit terdengar sedih saat mengingat professor Ahmad.

Saat itu pikirannya terus saja tertuju kepada Profesor Ahmad, namun ia tidak bisa berbuat banyak terhadap takdir tersebut.

”Selain itu, Aurelia yang akan menikah dalam seminggu kedepan mungkin bisa membuat rencana lain yang lebih menjanjikan sampai pada hari pernikahannya. Aku akan menyempatkan diri pada hari itu, namun sebelum itu, 4 orang anggotaku akan membantu kalian secara maksimal.” Lanjut Alisya lagi kembali tersenyum dengan senyuman khasnya.

”Bagaimana, benar kan?” Alisya yang tampak sedang bertanya kepada seseorang membuat ketiga orang temannya bingung dan mengerutkan kening.

Tepat setelah itu, Alisya menekan alat komunikasinya yang langsung menampilkan 4 hologram yang muncul ditengah ruang itu. 4 hologram tersebut menampilkan wajah Elvian, Rafli, Jati dan juga Rendy yang membuat Karin dan Adora langsung bersemu merah.