Chapter 330 - Aktingmu Cukup Keren (2/2)
”Benarkah? Kalau begitu biar kami tunjukkan bahwa saat berhadapan dengan musuh aturan yang pertama adalah jangan pernah meremehkan mereka yang belum kamu ketahui kekuatan dan kemampuannya.” ucap Karin yang langsung memandang ke arah Zein.
”Bagus! Aktingmu cukup keren.” ucap Zein yang menatap ke arah Riyan yang sudah menurunkan talinya.
Tali yang menggantung temannya disimpul dengan sangat baik oleh Ryu yang dapat mengecoh penglihatan Mus yang mengira kalau temannya tersebut telah mati terbunuh dengan cara digantung.
Meski begitu, ia harus terbatuk-batuk karena eratnya tali yang melilit lehernya. Namun sebenarnya dia juga terancam oleh Ryu dan tidak mengetahui mengenai simpul tersebut. Jika dia tidak melakukannya dengan baik tentu saja ia berpikir nyawanya juga terancam.
”Biarkan saja mereka, paman Dimas yang akan menyerahkan mereka ke polisi. Kita harus mengutamakan penyelamatan adik Emi terlebih dahulu.” Ucap Adith yang langsung membiarkan mereka begitu saja.
”Sebentar, aku mendapatkan cuka di sekitar tempat ini, sepertinya ini digunakan mereka untuk makan mie rebus.” Ucap Ryu yang terlihat mulai mencabut kembali besi yang menancap pada paha Mus.
Mus kembali menggeram sakit akibat tarikan Ryu. Mus terlihat semakin marah karena hal tersebut sehingga ia mengatur nafasnya sembari menatapnya dengan penuh amarah.
”Apa yang ingin kau lakukan dengan cuka itu?” Tanya Riyan bingung tak mengerti apa yang sedang di lakukan oleh Ryu.
”Cuka bisa menghilangkan sidik jari pada benda yang di pakai atau pada barang-barang stainless steel.” Zein tersenyum melihat Ryu yang selalu tau apa yang harus ia lakukan.
”Dengan begitu polisi yang akan datang bersama paman Dimas akan mengira kalau mereka bukan berurusan dengan kita melainkan dengan pengawal nona Alisya.” Ucap Ryu sembari melumuri besi tersebut dengan cuka.
”Kalian benar-benar sekumpulan orang yang punya banyak pengalaman dalam hal ini.” Emi menatap takjub kepada Alisya dan Ryu yang terlihat sudah terbiasa dalam menghadapi situasi seperti itu.
Ryu selalu memikirkan agar apa yang mereka lakukan sekarang tidak menjadi masalah kedepannya yang bisa saja membuat poin mereka berkurang atau bahkan sampai di keluarkan dari sekolah karena masalah tersebut.
”Hahahahah, jangan harap kalian bisa menyelamatkan adiknya!” Mus masih saja tertawa dengan angkuh yang membuat Alisya dengan sigap langsung menendangnya hingga ia terseret jatuh dari lantai 10.
”Aduh, bisakah kau bersabar sedikit?” Teriak Karin yang langsung lari ke bagian tepi gedung untuk melihat apa yang terjadi.
Adith dan yang lainnya pun juga bereaksi sama. Mereka mengira Alisya sudah tak punya belas kasih lagi kepada orang lain. Namun begitu mereka melihat kebawah, Mus dan seorang lainnya tersangkut pada jaring-jaring di lantai ke 5.
”Bagaimana dia bisa mengetahui kalau lantai 5 terdapat jaring-jaring itu? Kami semua yang sangat terburu-buru bahkan tak sempat melihat jaring-jaring itu.” Seru Zein memandang takjub pada Alisya.
”Ini perasaanku saja atau memang kemampuan Alisya semakin berkembang?” Tanya Rinto yang menatap bingung kepada Karin.
”Meski aku tau kemampuan Alisya dari dulu memang sudah tak diragukan lagi, tapi sepertinya kemampuan Alisya semakin meningkat tajam dari sebelumnya.” Terang Karin menggeleng tak percaya.
Mereka segera mengikuti Alisya turun dan keluar dari gedung tersebut untuk segera pergi secepat mungkin menyelamatkan adik Emi.