Chapter 321 - Beni Pingsan (2/2)
*Kau baik-baik saja? Apa yang terjadi?” Tanya Alisya cepat menatap wajah Emi yang terlihat tak bersemangat.
”Apa yang kau pikirkan sampai kau melewati kami begitu saja? Ucap Ryu dengan tatapan bingung.
”Ah, maaf aku hanya melamun saja tadi.” Ucap Emo dengan gagap.
”Kenapa ibu Vivian memanggilmu?” Tanya Karin sekali lagi.
”Bukan hal yang penting. Apa yang kalian lakukan disini?” Emi bingung melihat mereka sedang berada di depan UKS.
”Beni pingsan, jadi kami membawanya ke UKS.” Terang Ryu santai.
”Apa??? Bagaimana itu bisa terjadi?” Ucap Emi kaget karena ia tahu betul bahwa Beni adalah orang yang kuat.
Tepat saat Alisya ingin menjelaskannya handphone Emi berdering dengan keras.
”Ya ma? Ada apa?” Jawab Emi cepat langsung memberi tanda kepada Alisya dan yang lainnya untuk ia menerima panggilan itu terlebih dahulu.
Emi segera menjauh sejenak mereka yang sesaat kemudian Emi menunjukkan ekspresi terkejut dan kelamnya. Karin mengerutkan kening melihat ekspresi Emi dari kejauhan.
”Karin, bisa kau memberiku izin sebentar?” Ucap Emi kembali memasang ekspresi normal.
”Kau mau kemana?” Tanya Alisya penasaran.
”Ibuku terkunci dari luar sewaktu ia berada di toilet. Dan kunci cadangannya berada dalam laci meja kamarku yang tak sengaja aku sebelum ke sekolah menguncinya sebab Adikku sering mengacaukan kamarku.” Terang Emi memberi alasan kepada Karin.
”Baiklah, kau bisa pergi sekarang.” Jelas Karin cepat, meski ia seolah curiga saat melihat ekspresi Emi sebelumnya yang bukan terkejut karena hal sepele.
Begitu Emi sudah berlalu pergi, Beni akhirnya mulai sadarkan diri dari tidur singkatnya. Adith dan yang lainnya segera masuk kedalam untuk melihat kondisi Beni.
”Dimana aku?” Tanya Beni masih belum sepenuhnya sadarkan diri dan pandangannya yang masih terlihat buram.
”Syukurlah kau sudah sadarkan diri.” Ucap Aurelia merasa lega melihat Beni yang sudah sadarkan diri.
”Kau sedang berada di UKS karena pingsan.” Ucap Gani membantu Beni untuk duduk dengan nyaman.
”Kau baik-baik saja? Apa kau merasakan sakit di sekitar tubuhmu?” Karin masuk langsung mencoba memeriksa kondisi Beni.
”Tidak, aku tidak merasakan apapun selain pusing. Tapi kenapa aku berada disini? Lalu kenapa aku bisa pingsan?” Tanya Beni yang kebingungan karena tak menyangka ia bisa berada disana.
”Apa kau tidak ingat apa yang baru saja terjadi?” Tanya Adora memberikan Beni air minum.
”Terakhir kali aku melihat Pant…” belum selesai Beni berkata, Aurelia langsung kembali teringat dengan perkataan Beni sebelumnya yang membuatnya membungkam Beni dengan mencekoki Beni dengan Air minum di tangan Beni.
”Apa aku harus memberikan tendangan agar ia bisa lupa ingatan?” Seru Aurelia yang kesal dengan ucapan Beni.
Setelah melihat Beni sadarkan diri, Aurelia akhirnya paham apa yang dimaksudkan oleh Beni setelah melihat bagian roknya yang tampak penuhi oleh darah.
Yogi dengan sigap menutupi pinggang Aurelia dengan membuat Aurelia langsung memerah malu. Ternyata ia tak sadar kalau ia sedang mengalami menstruasi hingga tembus keluar.