Chapter 319 - Pembayaran SPP (2/2)

”Kita semua akan mengambil jalan masing-masing untuk mengejar cita-cita dan impian. Tapi itu bukan berarti menjadi penghalang komunikasi di antara kita.” Terang Karin mencoba untuk mencairkan suasana.

”Kita bisa mengadakan reuni sebulan sekali bagi yang dekat dan setahun sekali jika ada beberapa dari kita yang harus sampai keluar negri.” Tambah Aurelia lagi dengan suara lembut.

”Perpisahan bukanlah akhir dari segalanya, melainkan awal dari suatu lembaran baru.” Ucap Adora lagi menatap teman-temannya dengan hangat.

”Meski kita akan bertemu dengan banyak orang yang memiliki karakter berbeda, itulah hidup yang akan di jalani oleh siapapun.” Yogi tersenyum kepada teman-temanya yang terlihat muram.

”Harusnya kita saling mendukung satu sama lainnya demi masa depan kita. Raihlah cita-cita kalian setinggi langit an mari bertemu kembali di puncak kesuksesan.” Alisya dan Karin saling berpelukan memberikan kepalan tinju mereka dengan pemikiran yang sepaham.

Apa yang dikatakan oleh Alisya dan yang lainnya membuat hati mereka menjadi lebih hangat. Mereka sadar bahwa dalam setiap pertemuan tentu saja aka nada yang Namanya perpisahan. Tapi bukan berarti hal tersebut menjadi sebuah penghalang bagi mereka tau menjadi sebuah kesedihan yang mendalam bagi mereka.

Pada akhirnya mereka sudah berpikir dengan lebih jernih namun kemudian Karin tiba-tiba teringat akan Akiko yang juga memutuskan untuk kembali ke Jepang tepat di hari pelulusan mereka dan setelah tahun ajaran baru dimulai.

”Teman-teman, mengenai perpisahan. Ada satu hal lagi yang harus kalian ketahui.” Karin yang sebelumnya tersenyum dengan ceria mendadak menjadi lebih serius.

”Karin!” Ryu yang mengetahui ekspresi Karin tak yakin kalau ia harus mengatakan hal itu saat ini. Ryu tak ingin konsentrasi mereka dalam menghadapi ujian akan menjadi terganggu.

”Tidak apa-apa, bagaimanapun juga mereka harus mengetahui hal ini dan menghadapinya.” Tegas Karin berusaha meyakinkan dirinya sendiri.

”Ada sebenarnya? Kenapa kalian tampak begitu serius?” tanya Beni yang merasa sedikit aneh dengan ekspresi mereka berdua.

”Bisakah aku saja yang menjelaskan semuanya?” tanya Akiko yang ternyata sudah berdiri di depan ruangan pintu. Akiko sudah berusaha menghubungi Karin namun Karin selalu berusaha untuk menghindarinya.

”Sejak kapan kau berada disana?” tanya Karin kaget dengan kemunculan Akiko.

”Aku ingin meminta maaf pada mu dan pada kalian semua. Aku tak mengatakan ini sebelumnya karena aku juga mengira kalau ini hanyalah masalah yang sederhana.” Akiko masuk secara perlahan dengan memasang wajah yang sendu.

”Meminta maaf karena kenapa? Bisakah kalian langsung pada intinya saja?” tanya Aurelia mulai kesal dengan sikap serius mereka yang membuat hati mereka merasa terganggu karenanya.

”Dia akan kembali ke Jepang.” Karin langsung mengatakannya dengan singkat.

”Apa??? Bagimana mungkin? Jadi…” Feby yang ingin protes tiba-tiba terdiam. Meski tak ingin mempercayainya, pada akhirnya mereka paham bahwa Akiko sudah cukup lama berada jauh dari orang tuanya di Jepang.

”Aku pikir kau disini dalam waktu yang cukup lama.” Gina memandang Akiko dengan tatapan nanar.

”Apa Ryu juga akan seperti itu? Jika kalian masih di Indonesia maka kita tentu masih dapat bertemu. Tapi lain hal lagi dengan jika kalian berada di Jepang.” Beni menatap tajam ke arah Ryu.

Tak ada satupun dari mereka yang menjawab semua pertanyaan-pertanyaan itu dan kembali terdiam dalam waktu yang cukup lama mereka semua masih tak bisa menerima kenyataan yang memang harus mereka hadapi dengan lapang dada.