Chapter 283 - Bar Diskotik (2/2)
Tepat setelah itu, pak Irhan dan yang lainnya sudah sampai di depan Bar yang menjadi tempat terakhir kali handphone milik Ubay dan Gery berada.
”Maaf pak, sepertinya kau membawa dua orang yang tidak seharusnya berada disini. Terlebih pada jam selarut ini.” seru si penjaga menghalangi pak Irhan masuk kedalam Bar.
”Aku hanya ingin masuk kedalam untuk memeriksa sesuatu jadi tidak akan lama.” pak Irhan mencoba masuk tapi tak mendapat Izin dari penjaga pintu yang terlihat berbadan besar dan kekar tersebut.
”Pergilah!!! kami tidak bisa mengizinkan kalian masuk.” bentaknya keras menatap garang ke arah pak Irhan.
”Kau bisa masuk setelah memulangkan mereka berdua kerumahnya!” tambah seorang penjaga lainnya.
”Sepertinya memang mereka yang dibawah umur tidak di izinkan untuk masuk ke dalam.” bisik Ryu kepada Adith sembari memperhatikan tempat tersebut dengan saksama.
”Bukankah ini karaoke keluarga? seharusnya kami bisa masuk bukan?” tanya Adith yang sengaja menguak kamuflase mereka untuk membiarkan mereka masuk.
Seorang penjaga yang lain akhirnya langsung memberi kode untuk membiarkan mereka kali itu.
”Kalian bisa masuk tetapi disebelah sana. Kalian tidak bisa melewati pintu ini.” tegasnya membuat mereka bergeser ke arah pintu yang lain.
Pak Irhan dan yang lainnya mau tidak mau mengikuti arahan dari penjaga tersebut ke pintu sebelah yang terlihat lebih terang di banding dengan pintu sebelahnya.
”bukk buk buk buk!!!” seseorang memukul pintu mobil dengan keras membuat Alisya dengan ragu-ragu membuka pintu tersebut.
Begitu pintunya terbuka, Gery dengan cepat menghambur masuk kedalam bus dengan hanya sebagian tubuh saja yang masuk serta tubuhnya yang terlihat berdarah darah kesana kemari.
”Gery...” teriak Mizan ketika mengenali wajah Gery meski dalam ke remang-remangan sinar yang terlihat dari bus tersebut.
”Karin!!!” Alisya langsung memberikan tanda kepada Karin untuk segera melihat kondisi Gery saat itu.
”Apa yang terjadi? Bagaimana kalian bisa berada ditempat ini?” tanya Erik cepat menghampiri Gery yang setengah sadarkan diri.
”Ohookkk...” Gery memuntahkan darah segar dari mulutnya yang dengan cepat mereka menarik tubuh Gery masuk kedalam bus dan Karin mau tidak mau menyalakan lampu bus tersebut untuk bisa membuatnya melihat luka-luka yang diderita oleh Gery.
Melihat gerakan Karin, Zein dengan cepat mengaktifkan invicible yang ia lempar ke atas bus agar membuat bus mereka tampak seolah tak terlihat berada disana. Posisi mereka yang berada tak jauh dari tempat itu cukup berbahaya jika diketahui.
Hal ini juga akan menyulitkan pak Irhan dan yang lainnya saat terjadi sesuatu dan kembali ke bus mereka. Namun saat ini itulah yang terbaik, Riyan kemudian memindahkan bus mereka saat melihat ada beberapa pengawal yang terlihat sedang melakukan pengejaran kepada Gery.