Chapter 273 - Cafein (2/2)
”Berarti kita bisa pulang ke tempat menginap saja? Tanganku sudah mulai keram karena banyaknya barang yang aku pegang.” Keluh Ryu karena semua kantung dan barang belanjaan yang Karin serahkan padanya.
Karin memiringkan kepalanya masih kurang nyaman dengan sikap Ryu yang sangat aktif dan ceria tersebut. Bahkan selama di dalam marketpun, Ryu tak berhenti bertanya kepada Karin pada setiap bahan yang dibeli oleh kedunya.
”Oke, kita pulang! Sepertinya kepalaku sudah mulai sakit karena tak terbiasa dengan sikapmu ini.” Seru Karin berjalan terburu-buru menghindari Ryu.
”Hai,, apa kami bisa berfoto bersama mu?” beberapa orang segera menghentikan Ryu untuk berfoto bersama dengannya.
”Ah.. maaf, tapi aku sedang sibuk sekarang. Bisa kalian lihat? Barangku sedang banyak sekali saat ini.” Ucap Ryu sembari mencuri pandang kea rah Karin.
”Benarkah? Kalau begitu dimana kamu menginap?” tanya mereka ingin mengobrol lama dengan Ryu.
”Um… Penginapan di ujung sana yang dekat dengan kolam kapal layar!” Jawab Ryu ragu-ragu menatap Karin memohon untuk pertolongan.
”Apa kamu sudah punya pacar?” tanya mereka lagi tak memberi kesempatan untuk Ryu lewat dan pergi meninggalkan mereka.
”Punya! Cewek yang disana adalah Pacarku, jadi maaf kalian sudah menggangguku sekarang!” tegas Ryu langsung melewati mereka dengan cepat mengejar Karin yang sudah berjalan pelan beberapa langkah dihadapannya.
”Kenapa kau tidak menolongku saat aku diserbu tadi?” keluh Ryu kepada Karin yang hanya meninggalkannya disana.
”Kenapa aku harus membantumu? Bukankah semua laki-laki paling suka kalau diperhatikan oleh banyak perempuan?” ucap Karin dengan nada yang terdengar sedang cemburu.
”Karena aku hanya menginginkan kamu yang menjadi orang yang pertama memperhatikan aku. Aku tidak perduli dengan orang lain.” Seru Ryu dengan tegas saat mereka sudah semakin dekat dengan tempat penginapan mereka.
”Kenapa hari ini kau jadi banyak bicaranya sih? Biasanya juga diam dan nggak banyak koment. Ada apa dengan dirimu?” tanya Karin kepada Ryu tepat dengan datangnya Akiko yang lewat dibelakang Ryu.
”Ada apa? Kalian sedang bertengkar?” tanya Akiko heran dengan apa yang baru saja dilihatnya dengan sikap dari Karin dan Ryu.
”Apa kau tidak merasa ada sesuatu yang aneh dengan Ryu? Dia sedari tadi sangat aktif berbicara dan bahkan jauh lebih berani berkata-kata sekarang, itu membuatku jadi takut.” Karin dengan cepat menarik Akiko dan membisikkan semua tingkah Ryu saat itu.
”Apa… kau melihatnya meninum atau memakan sesuatu yang mengandung Cafein?” tanya Akiko dengan tatapan khawatir.
”Sepertinya yang makanan ringan dan minuman soda yang aku berikan padanya mengandung Cafein. Kuaci dan minuman bersoda itu memiliki cafein meski tak sebanyak kadar pada kopi.” Jawab Karin ragu-ragu.
”Gawat!!! Ryu sangat lemah terhadap Cafein. Setiap kali dia memasukkan cafein ketubuhnya meski pada kadar yang rendah, maka energi yang ada dalam tubuhnya akan meningkat drastis sehingga ia akan menjadi sangat aktif.” Jawab Akiko sembari memandang Ryu dengan tatapan khawatir akan kondisinya karena efek dari Cefein.