Chapter 268 - Masuklah (1/2)
”Wa'alaikum salam…” jawab seseorang dari dalam rumah dengan hangat.
”Sore tante… Maaf Mama…” sapa Alisya kepada ibu Adith yang membukakan pintu.
”Alisya???? Masuk-masuk. Saya pikir kamu tidak akan pernah mengunjungiku lagi.” Ibu Adith sengaja ingin menyinggung Alisya yang tak pernah muncul lagi untuk mengunjunginya sebelumnya padahal Alisya sudah pernah berjanji kepadanya.
”Maaf Ma, beberapa hari kemarin Alisya cukup sibuk karena….” Alisya menjelaskan dengan wajah yang panik merasa tidak enak dengan ibu Adith.
”Iya, Saya tau kok. Adith juga bahkan jarang dirumah karena alasan yang sama denganmu.” Seru ibu Adith cepat dengan senyuman yang menenangkan.
”Terima Kasih banyak,, Oh iya… ini saya bawa oleh-oleh dari nenek buat tante sama Om. Saya juga bawa beberapa teman saya Ma, mereka…” Alisya menoleh kebelakangnya dan tak melihat Ryu dan Akiko disana. Bagaimana bisa ia melupakan dua orang itu.” Alisya tersenyum canggung dan langsung berlari ke depan untuk menemukan Ryu dan Akiko.
Ibu Adith tersenyum melihat tingkah Alisya yang tak disangkanya bisa terlihat begitu manis dan lugu.
”Gomen!!! (Maaf)” Alisya langsung membukakan pintu untuk Ryu dan Akiko yang sudah tertawa cekikikan melihat sikap kaku dan gugup Alisya sampai melupakan mereka berdua.
”Kau begitu kejam kepadan kami.” Akiko sengaja beracting manja dihadapan Alisya.
”Ternyata ada hal yang tak bisa nona hadapi juga yah?” Ryu tersenyum manis sembari masuk kedalam rumah.
”Akiko chan??? Ryu kun?” teriak ibu Adith merasa sangat senang dengan kehadiran mereka berdua.
”Halo tante…” sapa Akiko dan Ryu yang langsung menunduk dalam sebelum akhirnya memnyalami kedua tangan ibu Adith.
”Waaah… Terima Kasih banyak karena sudah datang kerumahku. Aku sangat senang kalian datang kemari, rumah ini terasa sangat sunyi karena hanya dihuni oleh 3 orang saja diaman dua orangnya sedang sibuk dengan urusan kantor dan meninggalkanku sendirian dirumah.” Ketus ibu Adith menyinggung suaminya dan Adith yang sedang berada di kantor meninggalkannya sendirian di rumah.
”Untuk itulah Alisya memaksa kami untuk ikut bersamanya mengunjungi tante karena ia tau kalau saat ini tante sedang sendirian.” Bisik Akiko memprovokasi Alisya.
”Aku tak menyangka dia bisa se peka itu. Dulu saya selalu memintanya untuk datang tapi ia tidak pernah sempat.” Balas ibu Adith menatap dengan tajam ke arah Alisya. Alisya dan Ryu saling berpandangan melihat sikap akrab Akiko dan ibu Adith yang tak diketahuinya.
”Itu karena dia merasa sangat grogi ketika berhadapan dengan calon mertuanya.” Ucap Akiko dengan tertawa lembut.
”Apa selama aku dirumah sakit mereka bisa menjadi semakin akrab seperti ini?” gumam Alisya ke arah Ryu dengan menekan rahagnya dengan kuat.
”Kau tak tau apa yang akan terjadi selama kau tak sadarkan diri.” Seru Ryu yang menandakan Alisya akan banyak kehilangan moment jika dia selalu dalam kondisi tidak sadarkan diri.
Mereka menghabiskan malam dengan makan bersama dan bercanda menemani ibu Adith hingga larut malam. Ibu Adith merasa sangat Bahagia dan senang dengan kehadiran mereka dirumahnya, dimana ia yang biasanya menunggu dalam kesunyian akhirnya bisa sedikit bersantai dan tertawa lepas berkat Alisya, Ryu dan Akiko yang bahkan mengerjakan beberapa pekerjaan rumah untuknya.