Chapter 185 - Kafe Bawah Tanah (1/2)
Seperti yang sudah direncanakan, sekitar pukul 4 sore mereka sudah berada disebuah kafe bawah tanah yang cukup tersembunyi. Mereka cukup kesulitan untuk menemukan tempat itu sehingga Riyan harus berada di depan jalan untuk menjadi petunjuk dan menjemput teman-temannya.
”Luar biasa, bagaimana kalian bisa menemukan tempat ini? Tempat ini hampir saja tidak aku temukan jika aku tak melihat Riyan di atas sana!” Adora dan Feby yang melihat Zein dan Adith yang sudah berada disana terlebih dahulu.
”Tempat ini sudah menjadi markas tersembunyi kami setiap kali kami ingin bermain-main dan melepas penat. Kami sering berkumpul disini bersama teman-teman yang lain dan hanya sebagian besar yang mengetahui tempat ini” terang Zein sembari memberikan kursi kepada Adora dan Emi untuk duduk.
”Ini....???” Tangan Feby menunjuk meja Bar yang sepengetahuan dia menyediakan minuman beralkohol.
”Yup... Itu bar, tapi bar itu hanyalah sebuah kamuflase, tampak seperti deretan rak yang berisi berbagai macam minuman keras namun sebenarnya itu adalah berbagai contoh racikan minuman jus dan lain sebagainya yang sama sekali tak beralkohol” jawan Zein tersenyum melihat tingkah kepolosan mereka.
”Aku dan temanku pernah ketempat ini sebelumnya saat seorang mengenalkannya padaku, tempat ini seperti jadi tempat berkumpulnya orang-orang yang suka game online untuk berkumpul” Karin masuk bersama Alisya, Ryu dan Akiko.
”Ya benar, tapi tempat ini sudah mulai jarang dikunjungi sejak makin banyaknya tempat-tempat nongkrong yang lebih banyak bertema Instagram able!” Tambah Adith tanpa menatap Alisya dan membukakan kursi disebelahnya.
”Saat kami datang dia bahkan tak melirik meski aku bertanya, tapi begitu Alisya yang datang signalnya langsung On!” Sungut Adora melihat perlakuan manis Adith yang tak memperdulikan orang lain selain Alisya.
”Hahahaha,, kau seperti seorang tante-tante yang butuh belaian kalo ngomong kyak gitu!” Emi masuk bersama Beni dan Sikembar Gani dan Gina.
”Apa semua sudah berkumpul?” Rinto dan Yogi serta Aurelia masuk secara bersamaan.
”Sepertinya semuanya sudah hadir!” Riyan masuk bersama mereka setelah memasang tanda close didepan jalan.
”Apa yang kalian ingin minum? Silahkan pesan saja!” Seorang Bartender yang masih terlihat muda keluar dengan seragam khas bartender yang terlihat begitu mempesona didepan mata Adora dan yang lainnya.
”Bolehkah aku datang setiap hari kemari? Apa kamu bekerja setiap hari disini?” Tanya Emi dengan tatapan terpesona olehnya.
”Hei... Bisakah kita fokus sedikit sekarang? Ada beberapa hal yang harus saya sampaikan pada kalian semua!” Terang Adith setelah selesai dengan apa yang dia sibukkan sedari tadi dengan laptopnya.