Chapter 179 - Cepat Periksa! (2/2)

”Cepat periksa, jika ada sesuatu kita bisa dihukum!” perintah seseorang dengan tetap pada posisinya untuk melihat keadaan sekitar.

Para penjaga yang kaget dengan cepat langsung menuju ketempat sumber suara bersama dengan yang lainnya. Tidak ada waktu lagi dan Karin serta yang lainnya sudah berada dari balik tembok, Alisya terpaksa menyeret paksa Beni karena hanya mampu meraih kakinya saja.

”Apa itu???” Karin dengan cepat berbalik arah ingin melihat ketempat Alisya yang mana suara keras itu berasal dari sana. Ketika ia menoleh, Rinto sudah berada tepat dibelakangnya dengan wajah kacau dan merah-merah serta bibir yang memble akibat tusukan dari rumput jepang liar yang cukup tajam.

”Uaaaa... pppppp!!!! Rinto membekap mulut Karin yang ingin berteriak keras karena kaget saat melihat wajah dan bibir bengkak Rinto dan Yogi yang sangat mengejutkan.

”Kau mau kita ketahuan???” Ucap Rinto yang kemudian melepas perlahan-lahan bekapannya pada mulut Karin. Karin mengangguk dengan mata berair. Baru kali itu Karin merasakan takut yang amat hebat hanya karena wajah merah dan bibir bengkak keduanya.

”Bagaimana mungkin wajah kalian bisa sekacau ituuhhh” Karin berbisik dengan menggertakkan giginya antara takut dan juga kesal yang tiada tara.

Yogi yang penasaran langsung mencoba mengintip dari balik tembok namun ia sudah melihat Alisya yang dengan santainya menyeret Beni yang setengah pingsan karena jatuh dari atas pohon.

”Kenapa si bodoh ini ikut kemari juga!!!” Karin memukul jidatnya melihat Beni ikut-ikutan bersama mereka sekarang. Rinto langsung membantu Alisya dengan cepat untuk langsung ikut menarik tubuh Beni hingga berada dibalik tembok.

”Apa yang harus kita lakukan??? para penjaga itu sekarang mengarah kesini” Bisik Karin melihat penjaga yang semakin mendekat ke arah pohon.

”Adith, bisa kau buka pintu belakang gedung kolam renang tidak? kami dalam situasi yang berbahaya saat ini!” ucap Alisya menekan alat peredamnya menghubungi Adith.

”Masuklah, aku sudah membukanya sedari tadi” Ucap Adith cepat terus memperhatikan gerak gerik mereka dari kamera tikus.

Alisya langsung memberi tanda kepada Rinto untuk membuka pintu belakang gedung kolam renang. Sedang Ia dengan cepat membopong tubuh Beni menuju pintu belakang itu.

”Tidak ada apa-apa disini!” ucap seorang penjaga tak melihat apapun disana selain dedaunan dan ranting yang berjatuhan dari atas pohon.

”Tidak mungkin tidak ada apa-apa! Dari mana arah datangnya sumber suara itu kalau bukan karena sesuatu yang cukup besar terjatuh dari atas pohon! ucap seorang penjaga yang lain.

Mendengar ada suara-suara yang cukup aneh, iapun dengan segera menuju kebalik tembok tepat dimana Alisya dan yang lainnya berada.

”Cepatlah, Penjaga itu menuju kemari! Mana Yogi” tanya Karin begitu ia sadar kalau Yogi sedang tak bersama mereka.

Tiba-tiba saja Yogi berlari pelan dengan tangan yang sedang memegang kucing. Kucing itu ia lemparkan menuju ke wajah salah seorang penjaga yang akan menghampiri mereka dibalik gedung. Kucing itu dengan bringas mencakar wajah si penjaga yang membuat teman-temannya yang lain tertawa melihat kejadian tersebut.