Chapter 141 - Hallon (2/2)

Tiba-tiba saja suara retakkan plafon jatuh menutupi pintu masuk sekaligus merupakan pintu keluar dari ruang lab tersebut. Adith melompat naik keatas lemari dan jatuh dihadapan Alisya dengan sangat keras membuat Alisya kaget dengan kemunculan Adith.

”Apa kalian baik-baik saja?” Tanya Doni dan Firman hampir bersamaan.

”Kami baik-baik saja! melompatlah dari sana sekarang, apinya sudah semakin membesar!” Teriak Adith mengingatkan mereka berdua.

”Bagaimana dengan kalian??” Doni tak yakin mereka bisa keluar dengan mudah sekarang.

”Kami akan baik-baik saja! lompatlah dan menjauh dari jendela secepat mungkin!” Teriak Alisya lagi untuk meyakinkan mereka berdua.

Setelah mendengar ucapan Alisya, mereka dua akhirnya memberanikan diri untuk melompat sembari mengamankan bahu serta lengan mereka yang terluka.

”Apa yang kau lakukan disini?” tanya Alisya panik bukan main dengan kehadiran Adith disana.

”Kau pikir aku akan dengan tenang menunggumu keluar? aku yakin kau butuh seseorang untuk setidaknya mengamankan ruang bahan sebelum Api ini masuk dan meledakkan bagian dalam sana!” terang Adith melihat kondisi Alisya yang terlihat tidak mengalami luka parah dan terus mengahalangi membesarnya api menggunakan alat pemadam yang berisi pasir.

”Kenapa kau tak menggunakan alat pemadam kebakaran yang ini saja??” tanya Adith bingung sambil mengambil Drychemical powder dari balik dinding tak jaub dari mereka. Suasana panas semakin membuat mereka berketingat dengan deras.

”Tidak jangan gunakan itu!!!” teriak Alisya saat Adirh akan menggunakan Drychemical Powder untuk memadamkan Api disekitar mereka.

”Apa maksudmu? ini akan lebih cepat untuk mematikan Apinya!” Adith bingung terhadap Alisya yang sedang menghalanginya.

”Lihatlah disekitarmu!!!” Alisya mencoba mengingatkan Adith. Disekitar mereka berhamburan bahan dan benda-benda yang akan sangat berbahaya jika terkena oleh Drychemical Powder karena sifat korosifnya yang sangat tinggi sehingga bisa menyebabkan mereka mengalami bahaya yang lebih parah lagi.

Perlahan Adith menjauhkan tempat itu kemudian dengan cepat masuk kedalam ruang bahan menggunakan kunci yang terjatuh dibawah meja untuk mencari sesuatu.

”Apa yang akan kau lakukan?” tanya Alisya melihat Adith yang tengah sibuk mencari sesuatu.

” Aku akan menciptakan hallon, Halon dapat memadamkan api dengan sangat cepat karena mengikat oksigen disekitar area kebakaran. Hallon tidak bersifat korosif, bukan penghantar listrik, bersih dan tidak akan meninggalkan bekas karena mudah menguap. Tapi aku tidak yakin apakah aku bisa membuatnya dengan alat-alat ini.” terang Adith mulai mnegerjakannya secara cepat dengan menggunakan alat-alat sederhana yang terdapat disana.

”Aku yakin kau bisa, aku akan mengulur waktu untukmu! Aku harap kau bisa segera bergegas!” Alisya langsung bergegas mengamankan beberapa bahan berbahaya agar tidak terkena Api dan membuat kondisi mereka menjadi lebih memprihatinkan.

Tidak butuh lama buat Adith menciptakan Hallon dan membiarkannya memenuhi ruang bahan yang membuat keduanya dengan cepat melompat keluar dan mendarat dengan sempurna diatas tanah meski tak memakai matras. Pemadam kebakaran segera datang dan memulai upaya penyelamatan terlebih dahulu dengan cepat dengan menyiram disekitar lab yang mulai tampak akan terbakar.