Chapter 133 - Cahayaku (2/2)

”Bagaimana bisa dia berada disana??? bukankah dia berada tepat disampingku tadi?” Tanya Adith saat ia ingat betul tak melepaskan genggaman tangannya dari tangan Alisya.

”Alisya tak sengaja terpojok saat kau sedang berbicara dengan Yogi karena dia terlalu Asyik melihat penampilan diatas kuil tadi” Aurelia hampir kehabisan nafasnya ketika berteriak menjelaskan kepada Adith.

”Apa yang harus kita lakukan???” Yogi panik mengingat Alisya yang belum pulih dari luka-lukanya terpisah dari mereka.

”Argggkkhhh... anak itu sudah kukatakan jangan pernah menghilang dari hadapanku!!!” Adith fristasi dengan keadaan mereka. Adith terus berjalan mencari Alisya yang kini mengarahkan mereka ketempat acara puncak dari festival itu akan dimulai di ikuti oleh Yogi dan Aurelia yang saling berpegangan erat satu sama lain.

”Adith!!!!” Suara seseorang menggema dari atas kuil yang terlihat sebagai panggung dengan teras luas yang menjadi tempat acara pertunjukan menari para penari festival. Jarak yang tidak terlalu jauh membuat Adith mengenali siapa yang sedang berada diatas sana memegang Mic saat memanggil namanya.

”Alisya???? Bagaimana dia bisa berada diatas sana?” Yogi tak mengira kalau Alisya akan bisa berada diatas sana.

Karena posisi Alisya yang berada di bagian puncak parade festivalpun membuat semua teman-temanya dengan mudah mengenali serta melihatnya meski dari kejauhan sehingga mereka pun juga bisa berkumpul di bagian sisi kanan depan panggung kuil tersebut.

Kembang Api meletus dilangit hokaido menambah indah dan meriah acara festival tersebut dan tepat setelahnya sebuah musik mengalun indah. Alisya menyanyikan Lagu ”Let It Go! dengan begitu merdu dan mempesona membuat semua pengunjung sangat terhibur akan suara indahnya yang melengking lembut membuai telinga setiap orang yang mendengarnya.

”Radithya Azura Narendra!!! Selamat Ulang Tahun...” Tepat saat ia mengucapkan itu langit dengan kembang Api bertuliskan nama Adith serta ucapan selamat menghiashi langit dengan indah.

”Sejak kapan dia menyediakan semua itu???” Adith tak percaya kalau Alisya bisa melakukan itu semua.

”Oh iya aku lupa kalau hari ini ulang tahunmu!!!” Teriak Yogi memukul jidatnya.

”Ini semua idenya! Meski aku tak tau dimana ia akan membuatnya!” Terang Zein setelah mendekati Adith dari arah Kanan.

”Dia bekerja semalaman penuh untuk melakukan semua itu!” Terang Riyan yang membantu Alisya dalam menyiapkannya.

”Butuh usaha yang keras untuk bisa melaksanakannya disini” tambah Ryu dari belakang Adith.

”Aku hampir mengira kalau akan gagal karena kita semua terpisah! tapi syukurlah kalau semua berhasil” Karin tersenyum bahagia melihat sahabatnya yang melambai dengan ceria.

”Kau beruntung mendapatkannya!!!” tambah Karan dengan suara yang tegas.

”Adith.. meski kau tak mencariku dan menemukanku, aku akan selalu ada disisimu, aku yang akan mencari dan menemukamu selama kau tetap ditempatmu menungguku datang menghampirimu!!!” Tegas Alisya dengan suara lembut.

”Kare Shi? (Apakah dia pacarmu)???” tanya seseorang yang juga memegang mic yang merupakan seorang host acara ferstival malam itu.

”Iyee,,, Atashino Hikari desu (Bukan dia cahayaku)!!!” kata Alisya memandang hangat kearah Adith yang langsung mendapat teriakan dan dukungan heboh para penonton dan pengunjung. Adith langsung menerobos naik keatas panggung menghampiri Alisya.

”Bagaimana kalau kau menyanyikan satu lagu untuknya?” pinta si host dengan semangat.

Tanpa penolakan, Adith langsung memegang tangan Alisya dan menyanyikan lagu ”Whe Were Young” yang dengan anenhya membuat Alisya melihat kembali potongan masa kecilnya sehingga membuatnya menangis karena tatapan sedih Adith.