Chapter 120 - Rapat Direksi (2/2)

”Bukan hanya itu, dia bahkan bisa dengan mudah mendapatkan kontrak-kontrak kuat dan bekerja sama dengan berbagai perusahaan yang lainnya. Kemampuannya dalam berbicara sekaligus memanage investor asing dan luar sudah tidak diragukan lagi dan mereka sangat puas terhadap kerja Adith.” tambah yang lain.

”Terlebih mereka juga mengakui kemampuan Adith yang meski masih seorang SMA, kemampuannya setara dengan seseorang berpendidikan tinggi dalam bidang MBA!” Tegas yang lainnya.

”puftttt... hahahaha,,, jangan buat saya tertawa paman! ah Maaf, mana mungkin Adith seorang anak SMA bisa mengalahkan saya dalam hal itu? kau terlalu melebihkan paman!” Elvian tertawa pelan dengan nada sinis merendahkan Adith yang sedang terduduk diam tak bergeming.

”Jika kau tak mengetahu apapun mengenai Adith, sebaiknya kau berhati-hati nak Elvian!” ucap seseorang memperingati Elvian yang tampak sombong karena pendidikannya.

”Hati-hati, ayolah paman! dari segimanapun aku bahkan memiliki kemampuan jauh melebihi dirinya!” bantah Elvian dengan kesal mengepalkan tangannya yang kemudian Pak Hendro berusaha menenangkannya.

”Kak.. bagaimana kalau,,,” belum sempat pak Hendro melanjutkan kalimatnya seseorang masuk kemudian berbisik kepada ayah Adith.

”Maaf sepertinya rapat ini akan di ikuti oleh direktur dari perusahaan Takahashi Yamada! silahkan nyalakan monitornya.” semua orang segera tertegun termasuk Elvian dan pak Hendro begitu mendengar nama Takahashi Yamada akan ikut dalam rapat kali ini.

”Ayah, bukankah dia adalah direktur dari perusahan besar yang bukan hanya Di Jepang saja melainkan di beberapa negara termasuk di Indonesia? banyak perusahaan besar lainnya yang ingin bekerja sama dengannya! kenapa dia ikut dalam rapat ini?” Elvian tak bisa menyembunyikan kekagumannya melihat pak Takahashi Yamada akan ikut dalam rapat.

”Terimakasih karena kalian sudah memberikan kesempatan bagi saya untuk mengikuti rapat ini!” ucap pak Takahashi dalam bahasa jepang melalui panggilan Video. Semua orang seketika menunduk memberi hormat kepada pak Takahashi dengan sangat sopan termasuk Adith yang tak kalah terkejutnya.

”Apa yang kami bisa bantu tuan Takahashi??” Ayah Adith berbahasa jepang dengan sangat fasih. Saat ini ia juga tak mengetahui apa tujuan dari pak Takahashi untuk ikut dalam rapat direksi yang sedang mereka laksanakan.

”Saya mewakili beberapa direktur perusahaan besar lainnya ingin memastikan bahwa rapat direksi yang kalian lakukan akan memilih seorang pemimpin perusahan dengan benar dan baik, tentu saja bukan karena ikut campur tangan tapi kami ingin pemimpin perusahan berikutnya dapat memberikan kontribusi yang sangat baik dalam kontrak kerja sama kami terlebih karena kami adalah perusahaan yang sangat pemilih dalam kontrak kerja sama yang berarti kami tidak ingin seseorang yang menjadi pemimpin peusaahaan atau direktur selanjutnya tidak bisa bekerja sama dengan baik bersama kami” Takahashi berbahasa jepang dengan pelan namun sangat menusuk yang membuat Elvian sedikit terintimidasi.

Melihat sikap Adith yang tampak tenang dan tak bergeming membuat rasa ego Elvian meningkat drastis. Elvian merasa bahwa ia lebih hebat dibanding Adith.