Chapter 106 - Janji kepalsuan (2/2)
”Percaya padamu kan? hahahahaha... Adith, om juga seorang laki-laki. Dan kalimat dari laki-laki adalah sebuah manisan yang bertabur janji kepalsuan” tawa Ayah Alisya pecah menebak kalimat yang akan dikatakan oleh Adith.
”tapi Om, saya..” Adith ragu tentang apa yang harus ia katakan. Benar apa kata Ayah Alisya, terlebih karena ucapan itu keluar dari mulut seorang anak SMA yang belum tentu bisa bertanggung jawab penuh terhadap dirinya sendiri terlebih terhadap orang lain.
”Aku percaya padamu kok!!! jika tidak aku bahkan akan sangat menyesali seumur hidupku sampai akher hayatku jika tak mengatakan perasaanku terhadap Alisya! jika tidak mengikuti paksaanmu untuk kesini.” ucap Ayah Alisya menggenggam erat bahu Adith menandakan dukungan penuhnya kepada Adith yang menatap dengan penuh kebingungan.
”Terimakasih banyak Om!!!” seru Adith dengan suara lantang.
”hahahahahha,,, tidak tidak, justru Om yang berterimakasih kepadamu!” Ayah Alisya tertawa melihat Adith yang terlihat sama persis seperti dirinya saat masih muda dulu. Ayah Alisya ahirnya beranjak pergi meninggalkan Adith yang tersenyum lebar padanya.
”Hati-hati dijalan Om!” Adith setengah menunduk memberi hormat kepada Ayah Alisya.
”Aku menyukai anak ini!” batin ayah Alisya dengan tersenyum penuh kasih.
Setelah kepergian ayah Alisya dari hadapan Adith, Adith dikejutkan dengan bunyi alaram di HP nya yang menandakan sensor Alisya yang sangat tidak stabil.
Adith dengan cepat menaiki motornya memacunya dengan sangat cepat membelah jalan raya yang sangat ramai menuju kerumah Alisya.
”Nek, Alisya mana? apa yang terjadi padanya?” Adith langsung menerobos begitu melihat nenek Alisya berada didepan gerbang rumahnya.
”Syukurlah nak Adith kamu kesini, nenek minta tolong kejar Alisya! nenek melihatnya berlari keluar dengan sangat terburu-buru!” setelah mendengar ucapan nenek Alisya, Adith langsung membuang kasar helemnya berlari menuju arah yang ditunjuk oleh nenek Alisya.