Chapter 86 - Aku Menyukai Alisya (1/2)
”Apa ini???” Alisya menepuk alat itu pelan.
”Ungkapan perasaanku padamu!” Alisya mengeram dan inging membuang alat itu.
Adith dengan cepat menghentikan tangan Alisya dan tertawa kecil.
”Pakailah, alat itu dapat kamu gunakan dengan sangat baik terutama diruang karaoke yang memiliki pengeras suara yang sangat besar!” ucap Adith tersenyum nakal.
”Kau mengembangkan alat mu lagi? hebat!!!” puji Alisya tulus.
Reaksi polos Alisya membuat Adith tertawa puas. Adith langsung menarik tangan Alisya masuk kedalam ruangan dimana Alisya tidak merasa risih lagi dengan suara bising itu. Kedatangan Adith sejenak membuat semuanya sedikit canggung namun karena Yogi dan Karin suasana jadi lebih cair.
”Hebattt!!! tak ku sangka kau benar-benar mau datang kemari.” Yogi setengah berteriak begitu melihat Adith.
”Aku sudah menyiapkan baju dan sepatu untukmu!” Rinto menyerahkan sebuah baju Kaos polos dan jacket tebal untuk diberikan kepada Adith yang masih menggunakan kemeja lengkap karena dari kantor.
”Terimakasih!!!” senyum Adith mengambil tas belanjaan tersebut.
”Hei... kalian tidak lapar? sudah hampir 3 jam kita berada disini!” Rinto mengingatkan waktu mereka yang tak terasa sudah lama berlalu.
”Yang lain juga sudah pada pulang dari tadi!” Yogi melihat ruangan yang sudah sepi karena yana dan yang lainnya sudah kelelahan dan pulang satu persatu.
”Sudah selama itu kalian berada disini???” tanya Adith takjub tak percaya.
”Benar, karena terlalu banyak orang tadi akhirnya mereka tidak sadar waktu sudah berlalu. Berkatmu semua bisa bersenang-senang dengan nyaman!” Yogi mematikan volume yang semula dikecilkan oleh rinto tapi masih belum mendapat tanggapan dari teman-temannya karena terlalu asik.
”Tidak seru, Alisya bahkan belum memilih satu lagupun dan menyanyikannya” Adora berbicara menggunakan mick yang masih menyala.
”Ummm... aku jadi penonton saja!” Alisya masih belum terbiasa dengan kehebohan mereka.
”Ayolah Alisya,,, kita kan baru kali ini kumpul bersama!!!” bujuk Feby manja.
”Aku rasa satu lagu tidak akan membutmu pingsan!” tambah Karin.
Baru saja Alisya ingin menjawab, perutnya sudah berbunyi dengan keras karena lapar. Sedari tadi mereka hanya memesan makanan ringan yang tidak membuat Alisya kenyang.
Suara perut Alisya yang terdengar cukup keras memecah kesunyian ruangan karena menanti jawaban Alisya. Adith tersenyum puas dimana yang lainnya juga ikut tertawa karenanya.
”Sepertinya perut Alisya lebih utama!!!” Adith bangkit dari tempat duduknya.
”Benar,, sebaiknya sekarang kita keluar cari makan dulu!” ajak Karin setelah menarik nafas dengan tenang karena perutnya juga ikut keroncongan.
”Apa bunyi perut bagi perempuan sekarang adalah sebuah kode biar para laki-laki bisa peka???” Cela Yogi mendengar suara perut Karin.
Karin yang malu dengan cepat memukul bahu Yogi cukup kuat membuatnya meringis kesakitan sedang yang lainnya tertawa pelan.
Mereka kemudian keluar dari tempat karaoke tersebut menuju lobi namun tertahan karena hujan masih cukup deras turun sehingga mereka menunggu hujan reda di lobi sembari menunggu Adith yang masih berganti pakaian agar lebih nyaman.