Chapter 85 - Sayang (1/2)

”Kalian serius kita masuk kesini???” mereka semua kaget melihat butik megah milik ibu Gina dan Gani yang penuh dengan banyak sekali pakaian-pakaian yang tampak mahal dan berkelas.

”Jangan khawatir, ibu sudah tau kalau kita akan datang. Baju didaerah ini memiliki harga yang cukup terjangkau sehingga kalian tidak perlu merogoh kocek yang banyak. selain itu ibu juga bisa sekalian menjadikan kalian model butiknya dengan tidak secara langsung dapat mempromosikan mereknya!” Jelas Gani dan Gina bergantian.

”Kalian bisa memilih apa saja yang ingin kalian gunakan, pakaian untuk Pria berada di bagian sebelah kanan sedangkan Wanita berada disebelah kiri” Ibu Gani dan Gina datang menghampiri dan langsung menunjukkan tempat kepada semuanya yang mendapat sambutan hangat dari mereka.

”Terimakasih banyak tante, maaf sudah merepotkan!” Alisya menyalami dengan sopan.

”Kamu Alisya kan, Gani dan Gina sudah banyak menceritakanmu! Gani dan Gina selalu bersemangat bercerita tentang mu dan mereka bilang kamu banyak membantu mereka sekarang!” Ibu Gani dan Gina tersenyum hangat mengelus rambut Alisya lembut.

”Ah, tidak tante. mereka hanya melebih-lebihkan saja!” Alisya malu karena perlakuan hangat ibu Gani dan Gina.

Ibu Gani dan Gina melihat Karin lalu memegang pipi Karin hangat membuat Karin merona.

”Terimakasih juga kepada ketua kelas yang baik hati” Pujinya kepada Karin.

Didampingi oleh Ibu sikembar dan dibanru oleh Gani dan Gina, mereka semua dengan cepat mengganti seragam mereka ke pakaian santai yang lebih nyaman sesuai selera masing-masing.

Banyak waktu telah mereka habiskan dengan penuh canda tawa karena mereka mencoba satu persatu pakaian yang ada yang tampak seolah-olah sedang ada acara peragaan busana oleh model muda-mudi yang tak kalah heboh. Jumlah mereka yang sebanyak 20 orang lebih membuat butik ibu Gani dan Gina penuh dan tumpah ruah.

Sontak saja mereka menjadi pusat perhatian semua orang sehingga Gani dan Gina mengajak beberapa dari mereka untuk langsung melakukan peragaan busana didepan butik ibunya. Para pengunjung tertarik dengan pertunjukan mereka karena Gani adalah pemuda yang tak kalah tampan dengan cara berpakaiannya yang sangat keren dan populer serta Gina yang tak kalah Cantiknya. Selain itu diantara mereka semua Karin dan Alisya lah yang paling menarik perhatian mereka.

”Kamu yakin bisa berada diruang karaoke?” Karin mengkhawatirkan kesensitifan Alisya terhadap suara meski sebenarnya Alisya sudah memiliki kondisi yang lebih baik sejak ia memakai alat yang diberikan oleh Adith.

”Tenang saja. jika memang aku tak bisa, aku bisa keluar!” tepuk Alisya di bahu Karin untuk menenangkannya.

”Baiklah, aku juga ingin sekali-kali kau bisa merasakan hal yang dilakukan oleh anak-anak pada umumnya!” Goda Karin kepada Alisya yang terbilang retro karena selama ini ia selalu mengurung dan terkurung.

”Oke, karena kau sudah bilang seperti itu maka kau harus menemaniku hari ini!” senyum Alisya licik membuat Karin bergidik ngery.

”Waahhh... tempatnya luas dan mewah sekali, ini cukup untuk kita semua!” Teriak Adora memasuki ruang karaoke yang sangat luas dengan layar yang sangat besar dan kerlap kerlip khas tempat karaoke pada umumnya.

”Saatnya memilih lagguuuuu...” Beni langsung menyerbu kearah layar monitor yang menampilkan ribuan menu lagu yang siap untuk diputarkan.

Semuanya dengan semangat mengambil beberapa alat tambahan serta berbagai macam hiasan yang bisa mereka gunakan dalam memperindah suasana dan meningkatkan semangat. Beni dan Yogi dengan semangat berduet menyanyikan lagu dangdut ”Gadis atau Janda” yang seharusnya dinyanyikan bersama perempuan membuat mereka tertawa heboh karena acting keduanya.

”Aku keluar dulu ke kamar kecil” Teriak Alisya di telinga Karin. Karin yang khawatir dan ingin ikut dihalangi oleh Alisya.

Alisya sebenarnya tidak berniat ke kamar mandi, tetapi karena ia sudah tidak sanggup bertahan mengendalikan rasa sakit yang menderanya selama berada didalam. Alat yang ia gunakan tidak cukup untuk meredam suara heboh dan keras yang mereka ciptakan terlebih karena ruang karaoke yang kedap suara meredam semua kebisingan itu didalam sana. Sungguh keajaiban yang dirasakan Alisya karena mampu bertahan setidaknya 30 menit.

Alisya duduk tidak jauh dari kantin tempat karaoke tersebut sehingga membuatnya bisa menikmati secangkir kopi mocha yang hangat. Alisya duduk menghadap jendela dimana saat itu hujan menghantam dengan deras.