Chapter 83 - Rumus Helmotz (1/2)

”Wowww,,, Alisya kau hebat! tak ku sangka kau ternyata sangat cerdas!” puji Yogi yang membuat Alisya melirik tajam ke arah Karin.

Rinto terbatuk canggung, ia ingin bertnya tapi ragu namun rasa penasarannya sangat tinggi membuatnya memberanikan diri untuk bertanya.

”Lalu apa yang terjadi? kenapa Alisya tidak bersekolah sebelumnya? aku cukup penasaran! sedangkan yang aku ketahui Alisya adalah siswi yang sangat ditakuti sewaktu SMP karena kemampuannya dalam berkelahi. Bahkan saat pertama kali bertemu dia menghajarku habis-habisan!”

”Apakah ini ada hubungannya dengan Black Falcon???” Adith memandang Alisya dengan sangat serius.

Mendengar pertanyaan Adith, Alisya seketika menutup bukunya dan mengengganya dengan erat.

”Black Falkon? apa itu?” tanya Yogi bingung.

”Sepertinya aku pernah mendengarnya!” tambah Rinto.

Karin terpaku dengan pertanyaan Adith. Ia langsung melirik ke arah Alisya dan merasakan aura Alisya yang berubah menjadi waspada.

”Dari mana kau mendengarnya?” Alisya merasa tak pernah membahas hal ini bersama Adith.

”Kau pernah mengatakannya sewaktu kau berbicara dengan ayah Miya!” tegas Adith.

Alisya lupa kalau ternyata ia memang pernah mengatakan hal itu sewaktu memperkenalkan dirinya kepada Ayah Miya. Alisya tak menyangka kalau Adith akan memperdulikan apa yang dia katakan saat itu. Nama yang harusnya tidak dengan mudah ia ungkapkan, tapi mengetahui kemampuan Adith. Alisya yakin bahwa Adith pasti telah mengetahui informasi mengenai organisasi tersebut.

****

Adith berjalan gontai dengan fikiran penuh mengenai Alisya. Adith merasa banyak hal yang masih harus ia selidiki mengenai Black Falcon ini, Adith takut jika suatu saat organisasi ini akan mengincar Alisya kembali.

”Berhenti!!!” cegat Karin tepat sebelum ia melewati koridor yang sedikit sepi karena sebagian siswa sudah memasuki ruangan mereka.

”Karin, ada apa?” tanya Adith bingung terhadap Karin yang berada di kompleks elit.

”Apa yang akan kau lakulan sekarang?” Karin memandang Adith dengan tatapan tajam.

Adith tidak menjawab dan hanya mengerutkan keningnya yang tebal dan hitam.

”Aku yakin kau paham apa yang aku katakan. Dari cara mu memeluk Alisya malam itu dan hari ini, aku berkesimpulan bahwa kau sudah mengetahui siapa Alisya sebenarnya.” Karin melipat kedua tangannya di depan Adith menantikan tanggapannya.

”Jadi kau juga sudah mengetahui mengenai aku dan Alisya? pantas saja Karan menanyakan hal yang sama tepat seperti yang kau lakukan saat ini!” Adith tak menyangka kalau dua kakak beradik ini akan bereaksi se posesif ini terhadap Alisya.

”Kamu tentu sudah mencari tahu lebih banyak mengenai apa yang sudah kau tanyakan kepada Alisya tadi, dan kau paham betapa besar resikonya yang harus dihadapi oleh Alisya begitupula dengan dirimu. Untuk itu aku kesini untuk memperingatkanmu Dith, Black Falcon adalah organisasi hitam yang saat ini sedang dalam tahap penyelidikan Ayah Alisya dan kau harus berhati-hati terhadap keduanya.” Karin menepuk lembut pundak Adith dan berlalu pergi memberikan Adith kebebasan untuk berpikir dan menyesapi setiap kalimatnya.

****

Alisya terus memikirkan pertanyaan Adith sehingga tak menyadari guru Fisika sudah memanggil namanya berkali-kali.

Setengah menunduk Karin menguncangkan tubuh Alisya.