Chapter 70 - Mengundurkan Diri (2/2)
”Itu karena Aurelia direkomendasikan langsung oleh kepala sekolah!” terang Beni.
”Haruskah kalian membahas ini didepan Alisya??” Cegat Yogi.
Mereka tak sadar kalau dari tadi Alisya mendengarkan pembahasan mereka. Yogi yang merasa kurang nyaman dan menjaga perasaan Alisya serta Karin dengan segera mengingatkan mereka.
”Ma maaf, Maafkan kami Alisya, kami bukannya bermaksud... ” Suara Adora tercekat dan gagap.
”Tidak masalah... santai sajalah, aku tidak akan terbawa perasaan untuk hal-hal seperti itu. lagi pula dari awal sudah ku katakan bahwa aku tidak tertarik dengan hal-hal seperti itu. Dan aku sudah mengajukan mundur kepada ibu Arni” jelas Alisya.
”Jadi kau juga mengajukan mundur???” Karin kaget mendengar kalimat Alisya.
”Kau juga?? jadi kamu...” Alisya langsung menepuk jidatnya lalu berpandangan dengan Karin dan tertawa berdua. Semua yang melihat Karin dan Alisya tertawa kebingungan tak mengerti.
Alisya dan Karin tertawa terbahak-bahak karena Aurelia ternyata menang begitu saja karena tak memiliki lawan dalam pemilihan meski dia bahkan harus bersusah payah mendapatkan rekomendasi dari kepala sekolah.
”Sudah ku duga kau pasti akan mengundurkan diri” Adith muncul ditengah kerumunan siswa lain yang berdatangan menuju kelas.
”Kamu bisa nyempil dimana saja yah?” ucap Karin takjub dengan kelihaian Adith menyembunyikan dirinya ditengah keramaian.
”Aku cukup kerepotan menghindari para siswi yang yang bersedih!!!” terang Adith menarik nafas lega.
”Bersedih? kau menolak mereka?” tanya Alisya polos.
”huhh!! dibanding mereka semua, aku lebih merasa kasihan pada Aurelia!” Karin tertawa pelan.
”Kenapa kamu melakukan itu Adith?” tanya yogi penasaran.
”Kenapa? ada apa?” tanya Alisya semakin bingung.
”Kamu tau kenapa lobi tadi ribut? kau pasti mendengar sorakan yang heboh kan?” tanya Karin yang dijawab anggukkan oleh Alisya.
”Itu karena kandidat calon Osisnya meleset jauh dari prediksi semua siswa dimana Kandidat pemenang ketua Osisnya adalah Adith yang kemudian dipastikan Wakilnya adalah dirimu Alisya. Namun ternyata yang menjadi ketua Osis adalah Zein dan wakilnya adalah Aurelia! mereka akan dinobatkan sebagai pasangan utama sekolah!” Jelas Rinto dengan suara tegas.
Mata Alisya melebar sempurna.
”Pantas saja semuanya melewatiku dengan tatapan penuh tanya dan kebingungan! apa yang kau lakukan Adith?” tanya Alisya penasaran dengan tawa yang tercekit.
”Dari awal aku mengetahui bahwa kamu tidak begitu tertarik untuk mengikuti pemilihan ini. Akupun yang dari awal juga memiliki pemikiran yang sama, memutuskan untuk memastikan sendiri kemarin. Jika kau benar-benar ingin tetap lanjut dalam pemilihan maka aku tidak masalah jika menjadi ketua Osis. Tapi setelah memastikan bahwa kau tidak mengikutinya, akupun mengundurkan diri dari pemilihan” Adith tersenyum licik karena memiliki pemikiran yang tak jauh beda dengan Alisya.
”Kau jahat!!!” bentak Aurelia masuk di tengah krumunan membuat semua orang sontak melihat ke arah mereka.
Melihat wajah Aurelia yang merah padam membuat Alisya sedikit Iba kepada Aurelia.
”Aku tidak melakukan hal kejahatan apapun” jawab Adith dingin.
”Jika tidak kenapa kau mengundurkan diri?” suara Aurelia sedikit tercekat.
”Dari awal aku memutuskan untuk tidak menjadi ketua Osis karena Perusahaan akan membuatku tidak terfokus terhadap tanggung jawabku sebagai ketua Osis. Dan perusahaan menuntutku untuk tidak bisa memiliki waktu terhadap kegiatan lain yang lebih menyibukkan. Aku rasa Zein cukup mampu melakukan hal tersebut. Terlebih karena dia jauh memiliki kemapuan dalam hal ini.” Jelas Adith tanpa menjatuhkan atau menyudutkan orang lain.