Chapter 50 - Tidak Buruk (2/2)

Alisya dan Karin saling memastikan kondisi satu sama lain sebelum akhirnya keduanya pergi menuju ke ruang ganti untuk bisa kembali berpakaian dengan nyaman.

”Bagaimana bisa Adith bersamamu di atas panggung?” Tanya Karin di dalam ruang ganti.

”Aku juga tidak tau bagaimana, aku seharusnya menggantikan kamu yang berarti aku akan berpasangan dengan Riyan tapi tak disangka Riyan menghilang dan ketika aku memilih untuk maju sendiri, Adith sudah berada tepat di sampingnku dan mengandengku di lengannya berjalan di atas panggung!” Jelas Alisya masih linglung.

”Bukan hanya mengagetkan seluruh sekolah, kalian juga berhasil memenangkan posisi Raja dan Ratu sekolah!” Karin menggelengkan kepalanya.

”Aku juga tak menyangka kalau aku bisa memenangkan posisi itu, aku hanya ingin tampil saja agar kelas kita tidak kena pinalti. Makanya aku menyuruh Gina mendandaniku se sederhana mungkin dan tidak mencolok. tapi tak kusangka aku malah memenangkan Ratu sekolah. Ini semua karena Adith dan gaun yang diberikannya.” Alisya melihat ke arah Gaun indah yang tergeletak nyaman di atas kursi.

”Adith selalu penuh dengan kejutan bahkan aku pun tak bisa mengetahui apa yang dipikirkannya! Tambah Alisya lagi.

”Dia yang tidak pernah muncul bahkan menjawab panggilan telpon mu kini muncul dengan begitu mencolok” Karin melirik ke ara pintu dimana Adith dan Karan mungkin saja sedang berada disana menunggu mereka berdua keluar dari ruang ganti.

”Kar, aku mau balik deluan yah! kepalaku sedikit sakit, aku ingin mencari ketenangan” Alisya memijat pelipisnya yang berkedut sakit. Semua tekanan yang dirasakannya membuat dia mengeluarkan banyak energi. Karin dapat melihat bagaimana Alisya terlalu terburu-buru dalam membuat kemajuan sehingga tentu saja kini dia akan mengalami kelelahan.

****

”Aku Karan kakak Karin!” Karan menyalami Adith yang duduk bersandar di kursi ruang ganti.

Dengan sopan dan teguh Adith berdiri membalas salaman Karan.

”Aku Adith, senal berkenalan denganmu!” Senyum Adith sopan.

”Aku sudah mendengar banyak hal tentangmu dari Karin dan Alisya. Aku cukup terkejut orang nomor 1 di Indonesia ini ternyata seorang anak SMA” Tatapan Karan bukan merendahkan melainkan mengagumi sosok Adith yang tidak biasa untuk anak seumurannya.

”Aku juga terkesan denganmu yang masih muda tapi sudah memiliki karier cemerlang dengan menjadi seorang pemilik salah satu rumah sakit ternama Indonesia dan dokter spesialis yang sangat berbakat!” Balas Adith dengan suarany yang berat namun menghangatkan.

”Tidak buruk...” Karan tersenyum simpul. ”Tak kusangka Alisya bisa berteman dengan orang penting sepertimu!” tambanya lagi.

”Karin tidak pernah memamerkan mengenasi siapa dirinya, begitu mengetahui betapa luar biasanya latar belakang yang dimilikinya. Harusnya dia bukanlah seorang siswa biasa. tapi apa yang membuat dia masuk sebagai siswa biasa? apakah ini karena ada hubungannya dengan Alisya? Alisya membuatku tertarik dalam banyak hal. Dia selalu menarik minatku untuk terus bersamanya dan pada akhirnya aku tak sadar sudah semakin dekat dengannya!” Jawab Adith menganalisa Karan.

Dari cara Karan menyebut nama Alisya, Adith bisa mengambil kesimpulan pasti untuk itu dia menyunggingkan senyumnya. Alisya selalu penuh dengan kejutan yang terus dan terus membuatnya ingin masuk lebih dalam.

Mendegar kalimat Adith yang terakhir Karan tertawa senang. Karan mengakui kejelian Adith dalam melihat situasi dan kondisi. Karan tak menyangka kalau Adith yang masih seorang anak SMA memiliki kejeniusan yang mumpuni.

Suara pintu terbuka, Alisya dan Karin berjalan keluar dengan wajah pucat dan lemas.

”Apa yang terjadi???” Karan melihat kondisi kedunya yang lemah.

”Sepertinya Alisya mengalami sedikit shock karena....” Karin tidak menyelesaikan kalimatnya karena Karan sudah mengangguk paham.

Karan dengan cepat mengambil tangan Alisya lalu membutnya duduk dengan nyaman untuk memastikan kondisinya. Dia memeriksa denyut nadinya dan pupilnya serta memegang telinga Alisya untuk memastikan suhu tubuhnya baik-baik saja.