Chapter 44 - Saint Saiya Muncul (2/2)

Mendapat pujian dari Alisya membuat Rinto dan Yogi lebih percaya diri dan segera mengambil posisi dan melakukan tugas masing-masing. Pengunjung mulai ramai datang satu persatu dimulai dari beberapa kerabat dekat Rinto yang sangat antusias ingin mencoba Nasi goreng buatan Rinto yang mereka tahu kalau buatannya tak kalah dengan Nasi goreng buatan Koki restoran ternama. Yogi dan Alisya mulai sibuk melayani mereka satu persatu dan Rinto dengan cekatan bak Koki profesional mengayun ayunkan spatula dan kualinya.

Gaya Rinto saat memasak menjadi pertunjukan tersendiri bagi para pelanggan yang hadir. Selain karena wajah Rinto yang tak kalah tampan, caranya ketika mengayunkan kuali berisi nasi goreng dengan tangan kekarnya yang menampilkan urat-urat terlihat sangat menawan dan seksi sehingga tak peduli jika mereka harus menunggu lama, pemandangan itu seolah cukup untuk mengenyangkan mata mereka.

”Rinto udah mulai beraksi tuh! Giliranmu...” Goda Alisya menatap Yogi.

”Belum saatnya, biarkan dia menyelesaikan tugasnya dulu!” Senyum Yogi seolah menyiapkan suatu pertunjukan.

Alisya tersenyum manis tidak sabar menunggu pertunjukkan yang akan disuguhkan oleh Yogi.

Rinto dengan cekatan menyediakan Nasi goreng dan menghiasnya diatas nampan sekali pakai sehingga mereka tak perlu repot-repot untuk mencuci piring. Alisya segera menyediakan nampan-nampan yang sudah mengeluarkan aroma sedap tersebut keseluruh meja pelanggan.

Rinto melempar pandangan ke arah Yogi mengangguk pela memberi isyarat untuk bersiap melakukan pertunjukkan.

”Mumpung masih panas, kalian bisa menunggu 3 menit agar bisa disantap dengan lebih nikmat. untuk itu, bisa kalian liat pertunjukkan berikut ini!” Rinto menarik perhatian pelanggan dengan menunjuk ke arah Yogi.

Setelah mengangguk, Yogi memutar musik Dj yang fungky membuat orang bergoyang dengan ketukkan iramanya. kemudian melangkah kemeja yang menyediakan minuman. Menggulung lengan bajunya, ia kemudian mulai mengocok minuman layaknya bartender yang sedang menyediakan minuman koktail berwarna cerah. Dengan lincahnya dia melempar dan menari tanpa menumpahkan minuman yang ada di dalamnya. Gerakan Yogi sangat lihai dan sangat profesional membuat mereka jadi pusat perhatian sehingga menarik banyak pelanggan mengunjungi stand mereka.

”Si**, aku jadi kerepotan karena terlalu banyak pelanggan! Karin mana lagi nih. Kasir kan nggak ada yang jaga karena Rinto juga sibuk melayani sambil masak” Alisya melemparkan pandangannya sibuk mencari-cari Karin ditengah keramaian.

”Alisya, butuh bantuan???” Adora, Emi, Feby dan Beni datang memberi bantuan setelah selesai dari kegiatan olah raga.

”Kalian udah selesai? gimana hasilnya?” Alisya merasa tertolong dengan kehadiran mereka tapi cukup mengkhawatirkan hasil pertandingannya.

”Karena sistem gugur kami menang kok! masuk semi final” jelas Beni bangga.

”Foly dan basket juga aman!!!” Feby menaikkan jarinya membentuk V,,,

”Kalau gitu bantu aku nyari Karin dong, dia pakai kostum Kelinci.” Pintanya pada Adora dan Emi. ”untuk Feny dan Beni bisa bantu aku buat melayani pelanggan” tambahnya lagi.

Adora dan Emi segera melesat menghilang ditengah keramaian mencari Karin. Mereka tak menyangka kalau hari pertama kegiatan sekolah sudah menghadirkan begitu banyak pengunjung bahkan dari sekolah lain yang masih lengkap dengan seragam sekolahnya. Sekolah lain yang mengetahui bahwa SMA CENDEKIA INDONESIA melaksanakan ferstival berbondong-bondong datang begitu jam pelajaran usai.

Dari kerumunan Adora dan Emi mendengar teriakan histeris para cewek dengan tampang terpana dan wajah merah merona melihat kesosok seorang cowok tampan berjalan dengan gaya dinginnya.

”Lihat, cowok itu tampan sekali” teriak seorang cewek membuat puluhan pasang mata menoleh kearah yang dintunjukkan

”Ya ampun, apakah aku mimpi???” terang cewek lain.

”Bagaimana bisa seseorang memiliki tampang surga seperti itu?” tambah yang lain.

”Apa dia artis??? atau dia anggota Boyband?” Lanjut yang lain lagi.

”Ketampanan yang hakiki, dia tampak sangat berkelas!” pujian demi pujian silih berganti mengiringi tiap langkah cowok tersebut.

Mereka satu persatu memuji cowok tersebut tanpa berani mendekatinya dan hanya memotret dengan kamera dan handphone mereka. mereka tampak sedang menyaksikan seorang artis papan atas dari jarak yang cukup dekat.

Cowok itu memakai setelah Jas yang cukup mahal dan sangat menawan. Sebelah tangannya ia masukkan kedalam sakunnya dan berjalan dengan begitu santai seperti sedang melakukan peragaan model catwalk internasional. Sungguh ketampanan yang sangat menarik perhatian membuat pandangan semua orang melekat padanya seperti sebuah daya tarik magnet yang sangat kuat.