Chapter 38 - Kertas Hasil Ujian (2/2)

”Kopian yang kalian berikan sangat mudah dipahami sehingga kami tidak begitu kesulitan dalam mengejar materi yang ketinggalan” tambah Emi yang mulai meneteskan air matanya.

”Aku sangat berterimakasih kepada kalian dan Alisya yang sudah membantu kami sampai sejauh ini” Lanjut Adora tertunduk malu mengingat perlakuan kedua orangtuanya kepada Alisya.

”Bukan hanya bisa lulus dan tidak dikeluarkan, kami malah mendapatkan nilai yang lebih baik dari sebelumnya!” Beni menggenggam erat kertas hasil ujiannya.

”Terimakasih karena kalian sudah mempercayai Alisya dan berani untuk datang ke sekolah” Karin mencoba mencairkan suasana.

”Sekarang yang perlu kalian lakukan adalah menjelaskan semuanya kepada Alisya mengenai masalah yang sebenarnya kalian hadapi” Jelas Rinto.

”Yang terpenting sekarang adalah kita harus mencarinya!” Lanjut Yogi.

”Masalah itu, aku tidak begitu yakin tapi sepertinya...” Emi tidak berani melanjutkan kalimatnya.

”Alisya mungkin akan berada dalam bahaya” Adora berani membuka mulutnya.

Tanpa pikir panjang mereka semua segera keluar dan berhambur mencari Alisya.

”Kalian mau kemana??? Dimana Alisya?” Wajah Adith cerah bersinar seolah ingin memberitahukan sesuatu.

”Sejak menerima kertas hasil ujiannya, aku tak melihat Alisya.” Ucap Karin.

”Kami juga sudah memghubunginya beberapa kali tapi dia tidak mengangkatnya” Wajah Rinto menunjukkan ke khawatiran.

Adith langsung mengambil Handphonenya dan melacak keberandaan Alisya melalui GPS miliknya namun ia tidak bisa mendapatkan keberadaan Alisya.

”Sepertinya GPS miliknya sengaja dimatikan” Adith kesal membanting tangannya keudara.

”Jadi bagaimana sekarang? Aku takut kondisinya kambuh!” Karin menatap dengan cemas.

”Begini saja, kita berpencar dan mencari disemua sudut sekolah!” Pinta Rinto menenangkan.

”Aku akan pergi bertanya ke Ibu Arni” Ucap Karin mantap.

”Kami akan mencari di bagian belakang” Beni segera berlalari di ikuti Emi dan Feby.

”Kalau begitu kami akan ke arah kompleks” Rinto segera bergerak ditemani Yogi dan Adora.

Melihat mereka semua sudah memencar, Adith dengan cepat menuju ke arah Pos tempat monitor CCTV sekolah berada. Dari situ Adith bisa melihat Alisya yang berjalan meninggalkan kelas dengan wajah yang sangat serius.

Adith terus melihat kearah Alisya berada dan menghilang di Area parkiran, akan tetapi Adith tidak melihat kalau Alisya keluar dari parkiran tersebut karena ada satu titik buta dimana CCTV yang berada disana terhalang oleh laba-laba yang bersarang tepat dihadapan kaca lensa CCTV.

Beberapa saat kemudian mereka semua berkumpul ditengah lapangan dengan wajah penuh keringat dan nafas terengah engah.

”Bagaimana kalian menemukan Alisya?” Tanya Beni setelah berhasil mengatur nafasnya.

”Jika kami menemukannya, kami takkan kembali kesini!” Jawab Yogi tegas.

”Aku melihat Alisya menuju parkiran tapi setelah itu tidak ada tanda dia keluar ataupun kembali kekelas” Adith datang dengan langkah berat.

”Kemana sebenanrnya anak itu?” Rinto mulai gusar karena cemas.

”Alisya pergi menemui kakeknya!” Karin yang baru muncul langsung menjelaskan situasinya.

”Katakan padaku dimana dia pergi menemuinya?” Adith langsung berdiri tepat dihadapan Karin dan Menatap tajam ke arah Karin.

”Adith, ini tidak semudah yang kau bayangkan!” Jelas Karin menenangkan Adith.

”Apa maksudmu?” Adith kesal dengan perkataan Karin yang terdengar meragukannya.

”Kakeknya bukanlah orang yang bisa kamu hadapi” tambah Rinto.

”Apa yang kalian katakan sebenanrya? sepertinya hanya aku yang tak mengetahui apapun mengenai Alisya!” Adith mencengkram Handphone di tangannya dengan kuat.

”Tidak Dith, kami semua juga tidak tau seperti apa kakek Alisya, tapi dia melarang kami untuk mencari tahu lebih lanjut demi keselamatan kami” Yogi berusaha menenangkan Adith.

”Bukankah Alisya sudah mengingatkanmu untuk percaya padanya? Biarkan kali ini kita percayakan masalah ini kepada Alisya!” Lanjut Karin.

”Tapi bagaiman jika dia berada dalam bahaya?” Adith mendengus kesal.

”Dia tidak akan apa-apa! percayalah padanya” Pinta Karin.

”Setelah dia kembali, dia akan menepati janjinya padamu untuk menjelaskan siapa dirinya” Yogi mengingatkan perjanjian keduanya.

Perkataan Yogi membuat pikiran Adith lebih tenang meski hatinya masih belum yakin dan terus merasa resah sebelum bisa melihat keadaan Alisya secara langsung.

Mereka semua hanya bisa saling pandang dipenuhi dengan segala macam pemikiran masing-masing. Mereka hanya berharap Alisya akan kembali tanpa terjadi apapun.