Chapter 31 - Takahashi Yamada (2/2)

”Adith aku serius!!! ” bentak Alisya menjauhkan wajah Adith dari pandangannya. perlakuan Adith selalu saja mampu membuat Alisya tak mampu mengendalikan emosinya.

”Apa yang akan kamu lakukan?” Tanya Rinto ragu.

”Jika hanya nilai tertinggi dikelas itu bukanlah apa-apa bagi Alisya, tapi untuk Se Indonesia, itu berati Alisya harus menyaingimu Adith” Karin menatap ke arah Adith.

”Adith bukanlah lawan yang mudah dan tentu saja dia tidak mungkin akan mengalah hanya demi... ” Yogi tak berani melanjutkan kalimatnya.

”Aku bisa membantumu!” Adith memberikan pernyataan yang menantang merencakana sesuatu.

”Apa maksudmu? ” tanya Alisya kaget.

”Aku akan membantumu mendapatkan nilai tertinggi di Indonesia, meski tentu saja itu berati kau harus menyaingi aku” Adith melipat tangannya sedikit memperlihatkan keangkuhannya.

”Tapi tentu saja dengan syarat!!! ” Adith kembali mendekatkan wajahnya dihadapan Alisya.

”Alisya.....” Karin menatap Alisya memberi tanda.

”Apa syaratnya? ” meski ragu Alisya tidak punya pilihan lain. Kakeknya bukanlah orang yang bisa diajak berkompromi.

”Kau harus memberiku semua Informasi mengenai dirimu” Adith tersenyum nakal.

Alisya paham betul bahwa Adith dari dulu sangat ingin mengetahui tentang dirinya, namun Alisya tidak yakin apakah setelah mengetahui mengenai kehidupan pribadi dirinya Adith masih akan menerima Alisya atau malah akan menjauhinya. Alisya merasakan sesak dihatinya yang perlahan-lahan mulai terbiasa dengan kehadiran Adith. Tapi cepat atau lambat adith akan mengetahui semuanya meski ia berusaha menyembunyikannya.

”Baik itu tidak masalah!!! Aku setuju! ” Ucap Alisya tegas.

”Kalau begitu kita bisa mulai besok dirumahku! ” Adith berlalu pergi.

”Adith,,, bisakah aku ikut???” Karin menghentikan langkah Adith.

Adith hanya memasang tampang bingung tidak menjawab Karin.

”Aku ingin membuktikan kepada kakeknya, bahwa aku adalah teman yang layak bagi Alisya” Jelas Karin mantap.

”Kami juga ikut!!! jika karin berkata seperti itu, maka hal itu juga berlaku bagi kami berdua” Rinto dan Yogi menyakinkan Adith.

Melihat tatapan serius dari ketiganya membuat Adith tidak bisa menolak keyakinan yang sudah mereka layangkan kepadanya. Terlebih lagi dengan persaingan tingkat tinggi yang dari tahun ketahun selalu terjadi disekolah itu membuat Adith sedikit menaruh rasa kagum kepada ketiganya.

”Tidak masalah!!! Besok memang hari minggu, tapi aku takkan membiarkan kalian untuk bisa bersantai-santai” Adith pergi setelah memberikan kedipan mata kepada Alisya.

”Karin, setelah ujian selesai kamu juga harus mengatakan yang sebenanrya kepadaku! untuk saat ini sebaiknya kita serius untuk bisa meningkatkan nilai kita! ” Alisya menatap lembut kepada Karin agar Karin tidak terlalu merasa terbebani akan perkataannya.

”Baiklah, aku takkan menyembunyikan apapun lagi dan memceritakan semuanya kepadamu Sya! ” Karin memegang tangan Alisya tersenyum manis.

”Rinto, Yogi, maaf karena aku sudah melibatkan kalian dalam kekacauan ini” Alisya menundukkan pandangannya merasa bersalah.

”Dari awal kamilah yang sudah melibatkan diri, selain itu aku sangat senang bisa menjadi teman atau sahabatmu Sya! ” Rinto menenangkan Alisya.

”Terlebih lagi aku semakin mengagumi mu Sya! ” Tambah Yogi sambil tersenyum canggung.

”Terimakasih, baru kali ini aku merasakan bagaimana rasanya kehidupan sekolah, berkumpul bersama teman, berinteraksi dengan banyak orang, kalian sudah banyak memberi warna padaku” Wajah Alisya memerah memancarkan kebahagiaan.

”Ehemmm,,, teruatama Adith yang memberi warna pink bukan hanya di kehidupanmu tapi juga di hatimu kan??? ” goda Karin mencubit pipi Alisya.

”Ka, Karin apa-apa'an sih!!! ” Alisya langsung mengunci leher Karin membuat Rinto dan Yogi tertawa lepas.

”Ohhh,,, sepertinya menarik! ” Adith yang ternayata dari tadi belum menghilang mendengar seluruh percakapan mereka.

”Adith???? ” Alisya berteriak keras.

Adith dengan santainya pergi meninggalkan Alisya yang gusar menceramahi Karin karena perkataanya. Adith tak menyangka kalau ternayata Alisya juga merasakan hal yang sama. Saat mencari Alisya, Adith memang ingin memastikan perasaanya kalau ia juga memiliki perasaan kepada Alisya yang seorang perempuan. Sedang untuk Ali, mungkin hanya karena rasa kagum yang berlebihan saja.

”Aku yakin kak Ali juga akan melupakan perkataanya dulu! Itukan sewaktu kak Ali masih kecil, sekarang pasti semua sudah berbeda! ya pasti berbeda” Adith bergumam meyakinkan dirinya sendiri.