Chapter 465 - 465. Secarik kain berdarah demi memberikan sebuah informasi (2/2)

”Apa kau sedang mengancamku, Tuan Lu?”. balas Pangeran Richard dengan santai walau dalam hatinya ia cukup kaget dengan ancaman Ludius.

”Tidak, ini hanya peringatan. Aku bisa mentolerir apapun yang kalian lakukan padaku atau orang – orangku, tapi tidak dengan hubungan pernikahanku! Karena aku bisa melakukan hal yang lebih kejam dari apa yang kalian bayangkan!”.

”Baiklah.. baiklah.. lupakan hal ini Tuan Lu. Maafkan aku yang berbicara terlalu lancang.”

Pembicaraan mereka terhenti dengan diam dan acuhnya Ludius. Ia memang tidak bisa mentolerir jika ada orang yang berani memprovokasi hati dan hubunganya. Maka bayarannya adalah NYAWA MEREKA!!

-

Setelah keluar dari sel bawah tanah dan sampai di depan pintu keluar, ternyata mereka sudah di sambut oleh pria muda dengan sorot ambisius. Jika di lihat dari wajahnya, dia mungkin salah satu anak dari Raja Frederick.

”Cih, merepotkan!”, gumam Ludius.

”Selamat pagi Adik Pangeran Lucas. Ada hal apa sepagi ini sudah berada di pintu menuju penjara bawah tanah? Adakah tahanan yang mengusikmu adik Pangeran?”.  Kata Pangeran Richard menyambut kedatangan adik dari istri selir. Ia memberi salam dengan sangat sopan, meski ia jelas seorang adik yang kapan saja bisa mengambil posisinya sebagai calon Raja.

Perlu kalian ketahui, Kehidupan di Kerajaan memang sangat MUNAFIK. Mereka saling tegur sapa dengan sopan dan penuh senyuman, tapi di dalam hati mereka saling mengumpat dan mendoakan satu sama lain.

”Pagi Kakak Putra Mahkota, seharusnya aku yang bertanya. Mengapa sepagi ini Kakak sudah bertengger di depan pintu masuk penjara bawah tanah?” pancing balik Pangeran Lucas. Sungguh LICIK!!

”Aku kemari karena mengantar Tuan Lu untuk menemui temannya yang ada di sana”.

”Oh.. Apakah Kakak sedang membuat rencana pemberontakan dengan cara mempertemukan tahanan dengan orang terdekatnya?!”. pancing Pangeran Lucas, ia cukup pandai memprovokasi seseorang. Tapi sekali lagi dia salah memprovokasi seorang Ludius Lu!.

Author Note :

Wah.. makin panas ajh nih perseturuan tahta Kerajaan di Hardland.   semuanya saling menikam dari belakang dengan pura - pura tersenyum dan mendukung.

wah.. mbak embun., kapan nih romantis romamntisannya. kangen sama kebersamaan abang Lu sama Silvia.

sabar yah,,, kan bentar  lagi mau selesaiin plotnya langsung deh embun buat side story mereka, romantisnya mereka buat obat rindu kalian sama abang Lu dan Silvia,

Entah kedepannya abang Lu mau ikut campur masalah perebutan tahta di Hardland atau tidak, tapi yang jelas dia mau selesaiin dulu masalah idrntitas sebenarnya Silvia.

menurut kalian gimana tuh? apakah sebaiknya Silvia mengambil TAHTA atau menjadi istri CEO biasa dan meneruskan Perusahaan General Corp?

ditunggu yah kritik saran, komentar, PS, Review, serta ratingnya biar makin kece novel embun. karena komentar kalian sangat berarti.

lebih cinta lagi kalau kalian mau baca dengan berbayar, soalnya dari coin berbayar itu embun bisa mendapatkan penghasilan meski dikit. tapi embun nggak maksa kok, bagi yang mau pakai koin berbayar saja.

karena embun juga menyadari banyak yg seperti embun, yaitu harus bagi 2 uang kebutuhan. maka dr itu embun belum bisa memprioritaskan menulis karena memang uangnya belum bisa mencukupi kebutuhan sehari hari.