Chapter 466 - 466. Arogansi Pangeran Lucas (1/2)

Ludius yang merasa di bicarakan Pangeran Lucas langsung menyergah perkataan Pangeran songong tersebut. ”Maaf Pangeran Lucas, apa anda sedang membicarakan saya?”.

”Ho.. jadi kau merasa di bicarakan Tuan Lu? syukurlah kalau kau menyadarinya. Aku jadi tidak perlu repot – repot bersandiwara”. Tantang balik Pangeran Lucas tanpa memikirkan akibatnya.

Dengan sikap culasnya Pangeran Lucas menjawab pertanyaan Ludius terang – terangan. Padahal sudah jelas sekali Ludius sedang menilai orang tersebut. Satu jawaban saja salah dan menyinggung Ludius maka ada kemungkinan Kerajaan Hardland menjadi MUSUH dari Organisasi Naga Imperial.

”Jaga ucapanmu Pangeran Lucas! Apa kau tidak sadar siapa yang kau ajak bicara!”. Tegas Pangeran Richard pada Pangeran Lucas, lebih tepatnya sih mengingatkan.

”Ha ha ha.. apa yang kau khawatirkan Kak? Dia hanyalah orang luar dari Kerajaan Hardland. Apa kau tidak pernah berpikir mengapa Yang Mulia Raja sampai mengundangnya juga sarapan bersama di Aula Keluarga?!”. Pangeran Richard berusaha mengingatkan adiknya.

”Memangnya kenapa kalau dia mendapat kehormatan untuk sarapan bersama anggota Keluarga? Tetap saja dia orang luar!”.

Pangeran Richard semakin di buat geram dengan sikap culas adiknya yang tidak sadar dengan sikapnya yang bisa menghancurkan Kerajaan hardland dalam sekejap mata. ”Bodoh! Apa kau tidak pernah berpikir dengan ucapanmu bisa menghancurkan bahkan meratakan Kerajaan Hardland! berpikirlah sebelum berbicara!”. Tegas Pangeran Richard untuk terakhir kalinya, ia malas menjelaskan hal ini pada adik bodoh dan songongnya itu.

”Tuan Lu, mari kita tinggalkan tempat ini. biarkan dia melakukan apa yang dia mau, tapi aku pastikan dia tidak mengganggu orang – orang anda”.

”Bagus kalau kau masih menyadari hal ini!”. Ludius melirik tajam ke arah Pangeran Lucas. ”Jangan sampai aku kehilangan kesabaran dan meratakan tempat ini. Karena aku tidak pernah main – main dengan ucapanku!”.

Ludius meninggalkan Pangeran Lucas yang masih di depan pintu masuk menuju tahanan bawah tanah di ikuti Pangeran Richard.

”Ingat! Jangan sampai aku mendengar atau melihat kalian menyiksa orang dari Tuan Lu. Dan lagi, jangan biarkan siapapun menemuinya atau kalian  akan tahu akibatnya!”. Pangeran Richard mengingatkan pada penjaga yang masih stay di depan pintu masuk lalu mengikuti Ludius.

Di saat Pangeran Lucas akan masuk ke dalam, seperti perintah. Para penjaga tidak membiarkan Pangeran Lucas masuk ke dalam. Mereka dengan keras melarang apapun yang di lakukan Pangeran Lucas pada mereka.

”Brengsek! Biarkan aku masuk. Aku ingin tahu apa yang Kakak brengsekku lakukan. Heii kalian!!”. Teriak Pangeran Lucas dengan liar hingga terdengar ke telinga Ludius yang berjalan cukup jauh dari ruang tahanan.

-

”Pangeran Richard, anda temui dulu adikmu Putri Emilia dan sampaikan semua yang Zain katakan. Jangan sampai adikmu melakukan hal ceroboh dan merusak rencana awal. Aku akan menemuimu siang nanti. Saat ini masih ada hal yang harus aku lakukan”. Kata Ludius yang sudah berada jauh dari ruang tahanan,

”Baiklah, aku akan menemui adikku. Jika sudah waktunya tiba  untuk kita membahasnya, aku akan mengirim seseorang untukmu”.

”Ya, itu lebih baik.”

Mereka berpisah saat itu juga, Ludius untuk sementara kembali ke kamarnya. Ia masih harus membaca surat darah yang sudah ada di tangannya. Entah apa yang sudah Zain dapatkan dalam satu malam, tapi menempatkan Zain dalam penjara sepertinya cukup menguntungkan.

'Semoga informasi yang kau berikan cukup penting Zain. Karena jika tidak, mungkin kau akan membayarnya dengan seumur hidupmu mendekam di penjara bawah tanah!'. Batin Ludius.

Belum juga Ludius sampai ke kamarnya, Putri Eliza sudah mencegatnya dengan lagatnya yang sedang coba menggoda.

”Tuan Lu, apakah ada yang bisa Eliza bantu? Sepertinya Tuan Lu sedang dalam mood yang tidak baik”. Tanya Putri Eliza mendekati Ludius,