Chapter 443 - 443. Istana Lorand Ibu Kota Leozard bag 3 (2/2)
”Kau tahu Tuan Muda Lu.. dari sekian banyak Serikat dan Organisasi di dunia ini. Hanya Organisasi dari Tuan Muda Lu pimpin yang mampu menandingi pergerakan dari Dark Phantom. Aku dengar, Istri mu menjadi incaran dari Pemimpin Dark Phantom?! Apakaha perkataannku benar?”. Tanya Raja Frederick seraya melihat ke arah Ludius.
'Bagaimana Raja Frederick mengetahui sampai sedetail ini? sepertinya dia juga menempatkan mata – mata di sekitarku tanpa aku sadari. Ini tidak bisa di biarkan!'. Batin Ludius. Ia semakin jelas untuk datang ke Kerajaan Hardland.
”Yang Mulia.. sepertinya anda mengetahui banyak tentang kehidupan saya. Jujur saya sangat tersanjung dengan perhatian anda, Yang Mulia.. tapi ke depannya, saya harap Yang Mulia tidak memberikan perhatian lebih terhadap kehidupan keluarga saya.” Kata Ludius sambil menundukkan setengah badannya.
”Aku hanya melakukan yang terbaik untuk semuanya. Ini sudah malam.. kita akhiri saja pembicarannya sampai di sini. Pangeran Richard, antar tamu terhormat kita, Tuan Muda Lu untuk beristirahat..” perintah Raja Frederick pada Putranya.
”Baik Yang Mulia, saya akan mengantar Tuan Muda Lu untuk beristirahat.”
Ludius dan Pangeran Richard memberikan pernghormatan sebelum meninggalkan ruangan tersebut. Setelah keluar dari ruang kerja Yang Mulia Raja, Pangeran Frederick membawa Ludius menyusuri Istana Lorand yang luas dan megah dengan aksen romawi kuno.
Hingga sampai di depan sebuah pintu yang cukup besar, salah satu dari beberapa pelayan yang sudah berdiri di depan ruangan tersebut membuka pintunya. Di dalam ruangan tersebut, terlihat sekali kemegahan dari sebuah kamar yang ada di istana dengan berbagai perlengkapan lengkap tidak kurang satupun.
”Ludius, kau istirahatlah di sini. beberapa pelayan yang ada di depan kamarmu siap untuk melayanimu 24jam. Kau tinggal memanggil mereka saja..” kata Pangeran Richard menerangkan.
”Sepertinya kamar ini terlalu indah dan luas untuk orang biasa sepertiku.. pemeluk kekuasaan memang tiada duanya”. Perkataan Ludius terlihat sekali penuh sindiran halus.
”Kau sedang menyindirku atau orang yang ada di istana ini, Ludius?! Ha ha ha.. demi kemewahan ini, hubungan darah bahkan tidak ada harganya. Aku justru iri padamu yang bisa hidup bebas.” Sahut Pangeran Richard.
”Apa kau sedang membicarakan mengenai saudaramu yang berambisi merebut posisimu sebagai Putra Mahkota?”. Tanya Ludius balik menebak apa yang di pikirkan Pangeran Richard.
”Kau benar Ludius. Kedudukan Putra Mahkota yang aku duduki sangat rentan. Apalagi Ibu Selir sangat berambisi untuk menjadikan anaknya penerus tahta selanjutnya. Yang aku khawatirkan adalah, jika mereka mengetahui identitas penerus sebenarnya Kerajaan Hardland, di takutkan selanjutnya adalah perang besar yang tidak bisa di hindarkan”. Balas Pangeran Richard dengan setengah berbisik,
”Kau benar Pangeran Richard, kita harus secepatnya mencari bukti kuat mengenai Penerus sebenarnya Kerajaan Hardland dan menimbbun kekuatan untuk membalikkan keadaan. Apa kau rela Ayahmu turun tahta?!”. Tanya Ludius dengan serius.
Bagaimanapun, Raja Frederick adalah Ayah kandung dari Pangeran Richard. Pasti sulit untuk Pangeran Richard mengambil keputusan, apalagi mengenai menurunkan kekuasaan Ayahnya demi Penerus tahta sebenarnya.
Pangeran Richard diam sejenak, ia tidak langsung menyahut perkataan Ludius. Terlihat keraguan dalam mimik wajahnya, tapi itu wajar.. baginya, menurunkan tahta Ayahnya sama saja dengan membuat Ayahnya dalam keadaan paling terpuruk dalam hidupnya. Tapi jika tidak di turunkan dari posisinya, yang di takutkan adalah kekuasaan setelahnya bakal menyalahi aturan karena mencoba mengesampingkan penerus sebenarnya.
”Ini sudah malam, aku tidak bisa menjawab pertanyaanmu saat ini. Lebih baik kau istirahat terlebih dahulu Tuan Lu. Selamat malam..” kata Pangeran Richard memotong pembicaraan mereka. Ia keluar dari kamar yang Ludius tempati.