Chapter 437 - 437. Gadis Ceroboh bag2 (1/2)

”Mengapa aku tidak memakai sehelai benang pun? Dan bagaimana bisa aku ada di sini seperti ini?!” teriak Huan tidak jelas.

Ke dua pelayan yang masuk ke dalam kamar Huan,  menghampiri Huan dan mencoba menenangkannya. ”Nona Huan, anda harus tenang.. anda harus ingat – ingat kembali, apa yang anda lakukan terakhir kali sebelum anda akhirnya pingsan?”, tanya salah satu pelayan menyadarkan Huan.

Huan seketika terdiam, ia memikirkan kembali apa yang di katakan para pelayan tersebut. Seketika ia membelalakkan matanya. ”Bukankah aku sedang berendam di bak kamar mandi, bagaimana bisa aku ada di kamar sekrang?”.

”Maaf Nona, Tuan Lian sedang mencari anda dan memasuki kamar anda. Beliau sudah berkali – kali mengetuk pintu kamar mandi dan tidak ada sahutan sama sekali dari anda, maka dari itu, Tuan Lian mendobrak pintu tersebut dan justru menemukann anda dalam keadaan pingsan. Akhirnya beliau mengangkat anda dan membawa anda ke kassur”. Kaya pelayan menerangkan kronologinya.

”Jadi aku berendam di bak mandi dan ketiduran. Setelah itu Lian lian mencariku dan pada akhirnya melihatku pingsan dalam bak mandi dan mengangkatku dan membawaku ke kasur. Astaga.. mengapa bisa sampia seperti ini?!” gumam Huan xian, ia menutup wajahnya dengan kedua tangannya.

Malu.. Tentu saja malu, wanita mana yang tidak malu di lihat kepolosannya oleh seorang pria. Ia tidak bisa nyembunyikan wajahnya. Jika bbisa, ingin sekali  ia bersembunyi dari semua orang.

”Nona tidak perlu malu, sekarang Tuan Lian sedang ada di kamarnya. Lebih baik Nona mengganti dengan pakaian lalu istirahat. Kami sudah menyiapkan bubur dan sup jahe untuk Nona atas perintah Tuan Lian.”

Pelayan mengambilkan pakaian di dalam lemari, lalu menyerahkannya pada Huan. ”Nona ingin memakai dress ini, atau ganti yang lain?”. Tanya salah satu pelayan sambil menunjukkan pakaiannya pada Huan.

”Twerserah lah, yang penting aku harus pakai baju terlebih dahulu. aku sudah terlanjur malu karena hal ini...” sahut Huan.

Saat sedang memakai pakaian, seorang pelayann lagi datang dan masuk membawakan bubur serta sup jahe untuk menghangatkan badan, ”Permisi Nona Huan. Sup jahe dengan buburnya sudah  saya bawakan. Harap Nona memakannya, ini adalah permintaan Tuan Lian, beliau sangat mengkhwatirkan Nona sejak tadi..” ujar pelayan yang membawa makanan  untuk Huan xian. Pelayan tersebut menaruh bubur dan sup jahenya di meja.

Setelah selesai memakai pakaiannya. Tidak berselang lama, dari arah pintu Lian lian datang dan melihat Huan xian yang sudah memakai pakaian ganti dan dalam keadaan bersandar dengan selimut tebal menutupi tubuhnya.

”Bagaimana keadaanmu., Putri tidur?”. Tanya Lian lian.

Ke tiga pelayan yang ada di dalam menyapa satu persatu dan izin keluar karena telah selesai membantu Huan xian mengganti pakaian. ”Tuan Lian, kami akan kembali ke belakang. Tugas kami mengganti pakaian Nona Huan sudah selesai. Kami permisi..” ke tiga pelayan tersebut izin keluar dari kamar Huan xian.

Saat ini keadaan kamar Huan sangat sunyi dengan hanya ada mereka berdua. lian lian yang masih berdiri di depan pintu perlahan menghampiri Huan xian. ”Bagaimana keadaanmu putri tidur?”. Tanya Lian lian. Ia kini sudah duduk di samping Huan yang masih bersandar. Untuk mengecek suhu tubuh Huan, tangan Lian lian menempelkannya pada kening Huan. ”Cukup panas, sepertinya kamu demam putri tidur, kamu terlalu lama tidur di kamar mandi..” kata Lian lian datar. Meski kata – katanya datar. Yang jelas itu tetap saja ejekan yang terselubung.

”Kau sedang mengejekku, Lian lian?!”. Tanya Huan xian ketus.

”Aku tidak mengejekmu, ini adalah perkataan nyata yang menggambarkan keadaanmu saat ini. istirahatlah, aku suapi kamu sop jahe, ini bagus untuk menghangatkan badan”

Lian lian mengambil sup jahe yang ada di atas meja samping ranjang, karena masih panas, Lian lian menyendoknya perlahan dan meniupnya. ”Kamu harus meminumnya.. A..” Lian lian menyodorkan sendoknya pada Huan xian.