Chapter 414 - 414. Bertemu denganmu setelah sekian lama (1/2)
Setelah selesai berbelanja perhiasan batu giok, Ling ling mulai memikirkan apa lagi yang ingin dia beli. Tapi sebelum itu, mereka pergi ke restaurant untuk mengisi perut yang sudah meminta di isi.
”Aku lapar..” Lingling berseru dengan memegang perutnya.
”Kita ke restoran terlebih dahulu. baru berburu belanjaan, bagaimana?”. Tawar Silvia.
”Boleh,” jawab Ling ling.
Mereka di antar pegawai Mall ke sebuah restoran terbaik, namun di tengah langkah mereka. Ada seseorang yang memanggil dari arah samping. ”Silvia, Ling ling!”. Seru seorang pria.
Langkah mereka terhenti dan secara bersamaan, Ling ling dan Silvia menoleh ke arah sumber suara. Silvia mengeryitkan keningnya melihat siapa yang sedang menyapa mereka.
”Hans..!” gumam Silvia.
”Bukankah itu Hanson, Dosen kita waktu di kampus?!” sahut Ling ling
Mereka tida menyangka dapat bertemu mantan Dosen di sebuah restaurant di kawasan Mall yang cukup besar seperti ini. Melihat Hanson itu membuat Silvia menjadi teringat kembali akan masa lalunya. Masa di mana dia pertama kali mengenal pria – pria berkedudukan tinggi dan berkuasa. Apalagi saat Silvia tahu bahwa dirinya menjadi bahan taruhan 3 pria berpengaruh di Negara China.
'Ingatan itu takkan pernah bisa hilang setiap kali aku melihat kalian. Hans.. aku sangat ingat saat kau mengajakku ke sebuah party Kavindra Lin dan ternyata saat itu kalian sudah melakukan sebuah taruhan. Aku yang menjadi bahan permainan kalian!'. Batin Silvia.
Dari samping Hanson berjalan menghampiri mereka. Namun sebelum itu terjadi, Silvia mendesak Ling ling untuk pergi dari depan pintu restorant tersebut. ”Ling ling, lebih baik kita pergi dari sini! aku tidak ingin berurusan dengan nya.” Pinta Silvia dengan tegas pada Ling ling.
”Tapi Sil, aku ingin bercakap sebentar dengan mantan Dosen kita. Meski sudah 2 tahun berlalu, Dosen Hans masih saja tampan.. argh, aku jadi terpikat kembali padanya..” ujar Ling ling.
”Husst.. ingatlah. Kau sudah ada senior Bryan! Masih saja itu mata jelalatan! Yuk ah, pergi dari sini!”. Silvia menarik Ling ling pergi dari area restaurant.
Namun langkah mereka berdua kalah cepat dengan Hanson yang sudah mencegat mereka, dan kini Hanson sudah berdiri di depan mereka. ”Silvia, Ling ling. Apa yang kalian lakukan di sini?”. tanya Hanson basa basi.
”Apa anda tidak lihat, Pak Dosen Hans. Kami baru saja ingin makan di restaurant. Tapi selera makan kami tiba – tiba hilang” balas Ling ling. Ia tersenyum di paksakan di depan Hanson.
”Aku tidak sedang bertanya padamu Ling. Aku menanyakan hal ini pada Silvia,” sergah Hanson.
”Jawabanku sama seperti apa yang Ling ling katakan. Jika tidak ada yang ingin di bicarakan, biarkan kami lewat, Tuan Hanson!”. Sahut Silvia jutek, ia tidak menunjukkan senyum nya sama sekali.
Silvia menarik tangan Ling ling pergi menjauh dari Hanson, namun usaha Hanson tidak sampai di sini. Baginya sudah bisa bertemu dengan Silvia secara tidak sengaja adalah sebuah takdir dan tidak ingin menyia – nyiakannya. Ia mencekal tangan kiri Silvia hingga langkah Silvia dan Ling ling terhenti.
”Apa lagi yang kau inginkan, Tuan Hans?!”. Ia berbicara lalu menoleh ke arah Hanson dengan tatapan tidak suka.
”Aku hanya ingin menemanimu, apa itu salah?”.