Chapter 393 - 394. Yu Garden bag2. Kedat (2/2)
Sentakan Ludius mampu membuat para wartawan diam dan mundur seketika. Mereka semua menundukkan kepala, mengingat kembali bagaimana kejamnya seorang Ludius jika sudah ada yang berani mengusiknya. Pasti nyawa akan berakhir di tangannya.
Ludius tidak memperdulikan para wartawan yang masih berdiri mengerubungi mereka meski jaraknya sedikit jauh. Ia melihat wajah Silvia yang pucat, tangannya menepuk-nepuk pipi Silvia. ”Sayang, apa kamu baik-baik saja?”. Tanya Ludius cemas.
Senyum tipis tersungging di bibir Silvia. ”Aku baik-baik saja, suamiku. Bisa kau jelaskan pada mereka apa yang terjadi. Aku tidak ingin mereka mempertanyakan ini di masa depan. Ini akan memperngaruhi pertumbuhan Azell dan anak-anak kita nantinya..”
”Kamu jangan pikirkan ini Sayang.. aku akan mengurus hal ini. Lebih baik kita ke Dokter sekarang juga,” Ludius hampir menggendong Silvia. Tapi tangan Silvia menghentikan tangan Ludius dan menggelengkan kepala.
”Kenapa Sayang, kita harus ke rumah sakit. Aku tidak ingin melihat kondisimu memburuk.”
”Tidak perlu suamiku. Bukankah kamu ingin memberikan kejutan padaku?. Lagi pula ini hanya pusing, sebentar lagi juga baikan.” Jawab Silvia dengan senyum mengembang.
Namun bukan Ludius namanya jika tidak memanjakan istrinya. Ludius akhirnya mengangkat Silvia dalam gendongannya. Serta Para wartawan masih setia menunggu dengan kepala tertunduk, dan itu membuat Ludius tidak nyaman. Akhirnya Ludius mau tidak mau membuka suara. ”Kepada semua wartawan dari berbagai media massa...” kalimat pertama keluar dari mulut Ludius.
Para wartawan yang awalnya diam dan menundukkan kepala langsung mengangkat kepala mereka dan berbondong-bondong mendekat kearah Ludius dengan menyodorkan mic mereka.
”Bagaimana Presdir Lu akan menjelaskan rumor yang sedang beredar?”. Tanya wartawan kembali.
”Diam semua!”. Sentak Ludius. ”Dengarkan baik-baik. Saya sedang menikmati waktu libur bersama istri saya. Tolong hargai privasi kami. Sebagai gantinya, dalam waktu dekat kami akan mengadakan konferensi pers untuk menjawab semua rumor yang sedang tersebar.. bisa para wartawan yang terhormat menyingkir dari hadapan saya?”. Tanya Ludius pelan namun tajam, setajam tatapannya yang ia tunjukkan pada semua orang yang ada di depannya.
”Ba..baik Presdir, kami mengerti..” jawab beberapa orang dengan gemetar. Tatapan tajam nan bengis Ludius membuat para wartawan berfikir bahwa nyawa mereka sedang ada di genggaman Ludius.
-
Setelah mendapat penjelasan dari Ludius bahwa akan di adakan konferensi pers serta mendapat tatapam tajamnya membuat para wartawan meninggalkan mereka berdua. Kini hanya tersisa pengunjung yang diam- diam membicarakan mereka di belakang. Namun itu tidak berpengaruh pada Ludius, hanya saja Silvia agak kurang nyaman dengan hal ini.
Dengan Silvia yang berada di gendongannya, Ludius membawa istrinya menuju sungai yang terdapat banyak sekali bunga lotus. Di sungai tersebut sudah di siapkan perahu yang Ludius pesan khusus membawa mereka berkeliling Yu garden. Di perahu tersebut terdapat sebuah kursi memanjang, disana Ludius mendudukkan Silvia.
”Sayang, apa kamu menyukainya?”. Tanya Ludius lembut.