Chapter 385 - 385. Club De Luxe bag5. Sabotase Keamanan (1/2)
Dalam kurun waktu tidak lebih dari 15 menit, sekelompok pria beratribut tumbang. Segera Ludius dan yang lain membereskan tubuh dn mayat mereka ke tempat lain. Beberapa dari mereka terpaksa Ludius lucuti atribut untuk akses masuk ke dalam ruang keamanann tinggi serta beberapa alat tempur seperti pistol yang masih di gunakan.
Ring Ring..!!
Karena peluru Ludius yang tidak sengaja melesat ke aliran listrik membuat alarm tanda kebakaran aktif. Seluruh orang yang ada di casino saat ini sedang panik menyelamatkan diri karena jarak tempat casino dengan gedung lelang saling bersebelahan.
Asap hitam dan tebal sudah menyelimuti seisi gedung lelang, tidak terkecuali di mana Ludius dan yang lain berada.
”Kita harus cepat menemukan dimana kedua barang itu berada dan meninggalkan gedung ini segera, sebelum meledak secara keseluruhan.” Perintah Ludius tegas.
Atribut yang di dapatkan dari para musuh, mereka gunakan untuk sensor masuk kedalam ruang keamanan telah Ludius serta lainnya pakai. Tidak perlu buang waktu, Ludius dan lainnya langsung masuk kedalam dan mencari di mana kiranya kedua barang itu di simpan.
Di dalam ruang yang penuh keamanan terdapat banyak sekali barang berharga, seperti beberapa dokumen penting milik Perusahaan tertentu, batu giok, gucci ribuan tahun, serta masih banyak barang peninggalan dari masa Dinasti Ming yang mereka simpan untuk acara lelang selanjutnya.
Di perkirakan semua barang pada masa Dinasti Ming yang akan di lelang adalah milik negara. Bisa di katakan Negara mengalami kerugian materil lebih dari puluhan triliun RMB. Tapi itu tidak ada hubungannya dengan Ludius saat ini. Ia akan fokus mencari dimana chip dan mind control itu berada.
”Ludius, lihat disini!”. Seru Zain pada Ludius, sepertinya ia menemukan sesuatu.
”Ada apa kau memanggilku, apa yang kau temukan?”. Ludius segera menghampiri Zain.
”Lihatlah..” kata Zain sambil menunjuk ke arah sebuah benda yang di kelilingi pengaman sensor. ”Ini adalah obat dan pengendalinya. Mind control Psycotrinics. Obat ini persis seperti yag kau tunjukkan padaku.” Sambung Zain.
”Benar, segera pecahkan kode pengaman ini.” Ludius menepuk pundak Zain. ”Aku mengandalkanmu untuk yang satu ini, selagi aku mencari dimana chip itu berada.” Ujar Ludius lalu pergi untuk mencari dimana kiranya chip itu di simpan.
Sedangkan Zain mengambil ponselnya yang di hubungkan langsung dengan komputer modifikasi milliknya yang ada di rumah. Ia mengambil kabel yang di proyeksikan ke salah satu cuk yang ada di bawah kaca berlaser transparan.
Zain mencoba sebisa mungkin untuk menghack dan menyabotase keamanan yang ada di area barang lelang itu. Mulai dari membuka sandi untuk bisa masuk ke dalam server keamanan otomatis tersebut.
Setelah memakan cukup banyak waktu, sandi pengikat server itu akhirnya terbuka. Kini Zain harus menghack server dalam dari pengaman barang lelang tersebut. Cukup sulit hingga membuat nya kalap.
”Sial! Mengapa server ini begitu sulit di tembus, jika memakan waktu lebih lama lagi, kemungkinan akan ada yang menyadari hal ini dan mengepung kita.” Gerutu Zain.
Di sisi lain Ludius masih mencari dimana chip itu berada, namun masih nihil. Kemungkinan besar chip tersebut sudah di ambil saat penyerangan itu berlangsung. Di tengah pencarian mereka dan Zain yang masih memecahkan kode untuk menonaktifkan laser tersebut.
Dari arah luar pintu terdengar suara dentuman dan tembakan beruntun, bisa di pastikan itu lebih dari 2 orang yang sedang mendekat kearah ruang penyimpanan.
”Bagaimana dengan mind controlnya, apakah sudah berhasil di dapatkan?”. Seru Ludius pada Zain.
”Belum, masih membutuhkan beberapa waktu sampai kode nya terpecahkan. Beri aku 10 menit untuk menyelesaikannya!”. Balas Zain, ia masih berkutat dengan ponselnya yang berisi beberapa kode dan perangkat lunak yang sedang di tembus.